
Sejak Rayyan berpacaran dengan Aleysia sikap dan tingkahnya mulai berubah, yang dulunya sering nongkrong bareng teman-temannya sekarang sudah hampir tidak pernah ikutan nongkrong, Rayyan lebih senang berada dirumah sambil memainkan handphonenya.
Perubahan sikap Rayyan tersebut menjadikan ibunya curiga, sehingga diam-diam ibunya selalu memperhatikan gerak-gerik Rayyan.
Sore hari ketika Rayyan sedang mandi, ibunya dengan sengaja memasuki kamar Rayyan dengan alasan ingin membersihkan kamar tersebut. Sesampainya di kamar ia memeriksa handphone Rayyan yang diletakkan di atas meja belajar.
Ibu Rayyan mulai membuka seluruh kotak masuk dan menemukan puluhan chat dari Aleysia, dibacanya satu persatu chat tersebut. Belum selesai ia membaca chat tersebut terdengar dari kamar mandi Rayyan hampir selesai mandi. Secepatnya ibu Rayyan membersihkan kamar yang terlihat sedikit kotor dan berantakan lalu keluar dan tidak lupa mengambil handphone Rayyan.
Rayyan yang keluar dari kamar mandi segera memakai pakaiannya, setelah itu ia mencari handphone yang ia simpan di atas meja belajar namun hingga sore hari ia tidak menemukan handphone tersebut. Rayyan mulai curiga pada ibunya. Ia tahu betul jika yang masuk ke kamarnya saat ia sedang di kamar mandi tadi adalah ibunya dan pastinya ibu Rayyan juga yang menjadi penyebab hilangnya handphone Rayyan. Ibu Rayyan yang mengambil handphone yang berada di atas meja, tetapi Rayyan takut untuk menanyakan hal itu karena ia tahu bahwa ibunya tidak mengizinkannya untuk memegang handphone setiap hari, namun disisi lain ia gelisah, karena takut ketahuan ibunya jika dia berpacaran sedangkan ia tidak di izinkan untuk berpacaran dan takut jika ibunya membaca pesan Aleysia.
Rayyan berusaha untuk menenangkan dirinya, namun tetap saja ia merasa gelisah karena ia tidak bisa memberitahukan pada Aleysia jika handphonenya hilang yang kemungkinan di sita ibunya, Rayyan takut ibunya akan membaca pesan dari Aleysia karena handphonenya tidak terkunci, selain itu ia gelisah karena di waktu seperti ini Aleysia selalu mengirimkan chat dan jika chatnya telat di balas Aleysia akan marah dan berpikiran macam-macam.
Ibu Rayyan yang melihat gerak-gerik Rayyan yang terlihat sangat gelisah mengetahui jika handphone yang menjadi penyebab utama Rayyan bertingkah seperti demikian. Dipanggilnya Rayyan di ruang keluarga.
Ibu Rayyan: Ray, ayuk kita keruang keluarga ada hal penting yang harus ibu bicarakan.
Rayyan: ia buk, Rayyan mendekati ibunya.
ibu Rayyan: Ray ibu ngak ingin basa-basi, hanya satu yang ibu ingin katakan, ibu tidak mengizinkan kamu pacaran dan ibu ingin kamu fokus belajar. Putuskan pacarmu itu atau ibu ngak berikan handphone mu selamanya.
__ADS_1
Rayyan hanya menunduk dengan pasrah, ia sudah terlanjur mencintai Aleysia, ia tidak ingin putus dari Aleysia tetapi ia juga bingung bagaimana mengabari Aleysia jika handphonenya disita ibunya.
ibu Rayyan tidak bercanda dengan perkataannya ia benar-benar menyita dan menyembunyikan handphone Rayyan. ia tidak ingin Rayyan berpacaran masa SMA karena khawatir anaknya tidak fokus untuk belajar dan terjerumus ke hal-hal negatif.
Setelah berbicara dengan Rayyan, ibu Rayyan keluar kerumah tetangga untuk mengambil sesuatu.
Rayyan tidak ingin melewatkan kesempatan itu, melihat ibunya keluar dan tidak ada orang lain di rumah, Rayyan segera menyusup masuk ke dalam kamar orang tuanya. Rayyan sangat yakin jika ibunya menyembunyikan handphone itu di dalam kamar mereka. Segera Rayyan membuka lemari di bukanya satu persatu laci lemari itu, dan tidak menunggu waktu lama Rayyan pun menemukan handphonenya yang di simpan tepat di laci paling bawah. Segera ia mengaktifkan handphonenya lalu mengechat Aleysia.
Rayyan: Sayang Maaf yah, untuk beberapa hari kedepan aku ngak bisa ngechat soalnya handphone disita ibu. Ngak usah di balas chatku karena aku akan segera keluar sebelum ketahuan ibu.
Setelah mengirimkan chat, Rayyan segera menghapus nomor Aleysia dan seluruh kotak masuk, kemudian menyimpan kembali handphonenya di tempat semula, dan segera meninggalkan kamar ibunya tanpa meninggalkan jejak.
Menerima chat dari Rayyan, Aleysia merasa bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi, ingin sekali ia menanyakan penyebab handphone Rayyan disita ibunya tetapi ia kepikiran pesan Rayyan yang tidak mengizinkannya membalas pesan tersebut. Rasa bingung dan penasaran terus menghantui Aleysia, ia memutuskan untuk tetap membalas chat Rayyan dan menanyakan apa yang terjadi sehingga handphone Rayyan disita. Alih-alih menunggu balasan Rayyan namun sayang bukannya mendapat balasan dari Rayyan, malah mendapat balasan yang menyakitkan hati dari ibu Rayyan.
"Kamu siapa? Jangan hubungi Rayyan lagi, aku ibunya Rayyan.! aku tidak suka dan tidak mengizinkan Rayyan berpacaran. Sekarang juga akhiri hubungan kalian. Jangan mengganggu Rayyan, di usia seperti kalian itu waktunya belajar belum sepantasnya untuk pacaran, bagaimana masa depan kalian kalau sekarang hanya dihabiskan untuk berpacaran?
Bagai disambar gledek Aleysia merasa sangat sedih dengan balasan chatnya, ia menangis sesegukan membaca chat tersebut. Ia sudah terlanjur mencintai Rayyan dan sangat berat hati untuk mengakhiri hubungan yang telah beberapa bulan mereka jalani.
Banyak hal yang membuat Aleysia sedih dan galau, di satu sisi ia tidak ingin mengakhiri hubungannya dengan Rayyan, namun disisi lain ia tidak ingin hubungannya dengan Rayyan merusak keharmonisan Rayyan dengan ibunya.
__ADS_1
Bukan hanya Aleysia yang merasa sedih dan galau, Rayyan juga merasa sedih dan galau dengan keadaannya sekarang, baru beberapa bulan ia merasa bahagia karena sedang di mabuk cinta kini ibunya memaksa mengakhiri hubungannya dengan Aleysia.
Rayyan tidak ingin bertengkar dengan ibunya ia memilih keluar rumah ke tempat teman-temannya nongkrong untuk menenangkan pikiran dan menghibur diri.
Di tempat berbeda Aleysia juga merasakan hal yang sama, ia mencoba menghibur diri di taman yang berada di halaman rumahnya, disana ia menangis dan menyendiri.
******
Bukan hanya Aleysia dan Rayyan yang sedang memperjuangkan cinta mereka agar terus langgeng dan mendapat restu dari ibu Rayyan.
Dhiafakhri yang baru beberapa bulan menjalin cinta dengan Fahira, harus memperjuangkan cintanya karena menurut Zayyid ia melihat Fahira bersama dengan seorang laki-laki.
Dhiafakhri sudah terlanjur mencintai Fahira sehingga
tidak mudah baginya mempercayai omongan orang lain sebelum ia sendiri yang menyaksikannya sehingga ketika Zayyid mengatakan melihat Fahira bersama laki-laki lain ia tetap berusaha berpikiran positif walaupun sedikit demi sedikit keyakinannya mulai goyah.
Bersambung...
Jangan lupa selalu berikan dukungan dengan cara like, komentar dan vote pada novel Perjalanan cinta sang santri, karena dukungan kalian memberi semangat pada Author.
__ADS_1