Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
7


__ADS_3

Siapakah gerangan pemilik nomor baru ini? ada kepentingan apa sehingga mengambil nomor handphone ana secara diam-diam. Karena rasa penasaran tingkat tinggi yang melanda, Aleysia segera ke kamar Alya untuk menanyakan gerangan pemilik nomor handphone itu, namun hasilnya nihil Alya maupun Halwah juga tidak mengenal nomor tersebut.


Aleysia juga telah menyebutkan nama sebagaimana yang dikatakan pemilik nomor tadi namun di antara mereka tak ada yang mengenal atau mendengar nama Dhiafakhri selama pertandingan.


*waktu kita mengikuti Lomba ente pernah dengar peserta dengan nama Dhiafakhri? Aleysia memulai percakapan dengan Alya.


*Sepertinya ngak pernah dan ngak ada peserta yang namanya seperti itu, memang ada apa Sya.??


*Tadi ada yang mengirim pesan tetapi nomor baru, ana tanyakan siapa jawabannya Dhiafakhri dan katanya dapat nomor handphone ana dari buku tamu*


Ha-ha-ha kok bisa? sungguh ente ini luar biasa sampai-sampai ada seseorang yang diam-diam mengambil nomor handphone di buku tamu, ntar akan ada kisah cinta di buka tamu ha-ha-ha. Kalau di ngechat lagi di tanggapi aja Sya, kali aja jodoh yang dikirimkan melalui perantara buku tamu *😁😁😁 Alya tertawa terbahak-bahak


*Ente Al memang hanya jodoh dan jodoh yang selalu dipikirkan, tidak ada yang lain.


bukan hanya jodoh dan jodoh Sya tapi itu terbukti ada seseorang yang mengambil nomor handphone ente di buku tamu berarti jodoh ha-ha-ha


Aleysia dan Alya masih saja ngobrol dan terus berdebat tentang jodoh, tapi walaupun demikian mereka sahabat baik, segala suka dan duka selalu berbagi karena sejak pertama kali Aleysia mondok Alyalah yang selalu bersamanya. Aleysia dan Alya bagaikan dua bola mata yang tidak pernah berpisah. Masih saja Alya dan Aleysia ngobrol, tiba-tiba handphone Aleysia kembali bergetar.


Druuut.... druuuut... druuut


Alya yang penasaran hampir saja merampas handphone di tangan Aleysia, untung saja Aleysia cepat menghindar sehingga Alya tidak bisa menjangkaunya.


Dasar ente Al main ambil handphone orang, kalau rahasia gimana? Aleysia sedikit geram dengan kelakuan Alya.


Alya hanya tertawa dan mengatakan jika dia sangat penasaran makanya main nyelonong.


Aleysia yang mengerti dengan rasa penasaran sahabatnya itu langsung memberitahu dan memperlihatkan isi pesan masuk pada Alya.


Assalamualaikum Aleysia, bagaimana kabarmu hari ini?


*Dhiafakhri kembali mengirimkan pesan ke Aleysia, berharap Aleysia membalas pesan darinya.


Waalaikumsalam... Alhamdulillah baik "jawab Aleysia Jutek"


**Boleh Ngak, ana menelpon?


*Apakah ada hal penting yang akan antum bicarakan? Jika ngak ada kita chatting aja soalnya ana malas telponan dan ngak baik penilaian teman-teman santriwati jika mereka tahu ana telponan sama santri*


*Ngak ada, hanya pengen mengenal lebih dekat aja. Terima kasih atas waktunya Aleysia*

__ADS_1


*ia, sama-sama*


*Ana panggilnya gimana Al atau Sya soalnya kalau Aleysia kepanjangan.!!


*Terserah*


*Ana panggil Sya aja. Ngomong-ngomong Sya kok antum jutek banget? ana mengganggu kah?


*Ngak Kok*


*Sya, antum ngak ngasih ucapan selamat nih, Pondok Pesantren Al-fatah loh yang memenangkan lomba kemarin*


*Oh...yah.?? Selamat, ngomong-ngomong selama pertandingan antum duduknya dimana? kok ana ngak kenal. "Aleysia mulai menanggapi chat"


*Ana pembina peserta dari Pondok Pesantren Al-fatah, tapi ana sering lihat antum dan teman-teman ngobrol.


*oh yang itu,,, maaf yah kak ngak sopan panggil antum*


*ngak apa-apa kok, ana belum tua-tua amat...


Setelah membaca semua chat Alya langsung bergumam hmmmm. Sebenarnya waktu Dhiafakhri meminta izin menelpon Alya sangat Antusias menyuruh Aleysia untuk mengiyakan namun karena Aleysia tidak ingin terganggu dengan tingkah Alya tidak mengizinkan Dhiafakhri menelpon. terpancar di raut wajah Alya kekecewaan setelah Aleysia tidak mengiyakan Dhiafakhri menelpon.


ngawur terus ente Al, kita sebagai wanita itu harus pura-pura jual mahal, jangan baru kenal bentar sudah sok akrab. "Aleysia menimpali"


ia Ustadzah cerewet, awas yah kalau kedepannya ana dengar ente dekat dengan si dia itu, ana bakal ketawain loh sampai terpingkal-pingkal.


wah wah dasar sahabat rese. Setelah mengatakan demikian, Aleysia langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat sebelum kegiatan pondok berlangsung.


*******


Hari berganti hari Dhiafakhri dan Aleysia sudah sangat akrab karena hampir setiap hari chatting.


Hari ini Dhiafakhri berniat mengungkapkan perasaannya pada Aleysia tapi masih ada keraguan dalam dirinya, takut di tolak dan Aleysia menjauh, namun ia tidak ingin orang lain mendahuluinya mengungkapkan perasaan. Akhirnya ia memutuskan untuk mengungkapkan, lebih baik di tolak setelah mengungkapkan daripada di pendamdan melihatnya dengan yang lain" gumam Dhiafakhri dalam hati"


kring... kring... kring... kring...


kring... kring... kring... kring...


Handphone Aleysia berbunyi di layar handphone tertulis Dhiafakhri...

__ADS_1


Hmm... Ada apa malam-malam Dhiafakhri menelpon? Gumam Aleysia lalu mengangkatnya


"Jam menunjukkan pukul 20.15 Wita"


Assalamualaikum... Aleysia, terdengar suara dari kejauhan memulai percakapan.


Waalaikumsalam... Ada apa sampai kak Fakhri menelpon malam-malam begini? Tumben.!!


Kakak Ingin mengatakan sesuatu, boleh ngak Sya?


boleh kak, silahkan katakan saja."


Sebenarnya Sya, Tujuan kakak menelpon ingin mengungkapkan perasaan kakak ke kamu? Dhiafakhri to the point.


Dhaarrr Aleysia kaget bagaikan disambar gledek mendengarkan ucapan Dhiafakhri.


Perasaan apa itu kak..?"Aleysia pura-pura ngak mengerti dan mencoba santai"


Perasaan Cinta Sya, ana uhibbuki Aleysia apakah kamu mau kita menjalin hubungan?


hmm...belum bisa jawab sekarang kak, nanti ana pikirkan dulu.


ia sya, kak Fakhri tunggu jawabannya besok.


"ia kak, Insyaallah" Aleysia berucap dengan masih banyak tanda tanya dipikirannya. ia belum yakin untuk bisa menjawab pertanyaan Dhiafakhri dihari esok.


Dhiafakhri Tidak sabar menunggu hari esok, hari yang menentukan apakah ia ditolak atau diterima. Namun dalam hatinya sangat berharap agar Aleysia menerimanya karena ia benar-benar menyukai Aleysia.


di tempat berbeda, Aleysia masih kebingungan antara menolak atau menerima sebab diam-diam Aleysia ternyata menyukai Ridwan namun dalam hati kecilnya tak ingin mengecewakan Dhiafakhri. ingin sekali Aleysia meminta pendapat Alya namun mengingat perkataan Alya tempo hari mengurungkan niat Aleysia untuk meminta pendapatnya.


Sebenarnya Dhiafakhri anaknya baik dan menyenangkan tetapi Ana menyukai Ridwan hmm tapi bagaimana jika Ridwan sudah memiliki kekasih? Aaaah semakin bingung dengan perasaan ini. "gumam Aleysia*"


Hallo kawan-kawan jangan lupa yah dukung terus novel cerita cinta sang santri.


berikan vote, like dan komentar sebanyak mungkin.


Jangan lupa kritik dan saran untuk Author agar ceritanya semakin menarik.


*selamat membaca*

__ADS_1


__ADS_2