Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
11


__ADS_3

Tenang sudah hati Dhiafakhri karena telah memberitahukan kepada orang-orang yang di cintainya mengenai Pembicaraannya dengan Ustadz Nizwar, kini saatnya ia menyediakan seluruh perlengkapan di tempat pengabdian dan juga melengkapi semua berkas yang diminta Ustadz Nizwar sebagai persyaratan pendaftaran mahasiswa baru, namun masih 1 lagi berkas yang belum bisa ia berikan kepada Ustadz Nizwar, segera ia kembali kerumah Ustadz Nizwar dan mengatakan itu, dan berjanji akan mengusahakan berkas itu sampai dalam waktu 1-2 hari karena ia harus menghubungi orang tuanya untuk mengirimkan berkas tersebut.


Mendapat kabar dari Dhiafakhri, tidak menunggu waktu lama ayahnya segera ke Kargo tempat penitipan barang untuk mengirimkan berkas yang diminta Dhiafakhri


Sebab sesuai informasi yang diberikan Ustadz Nizwar bahwa setelah pengumuman pelulusan mereka yang mengabdi segera diantar ke lokasi pengabdian, jadi seluruh berkas harus lengkap paling lambat H-1 pengumuman ujian.


Mepetnya waktu pemberitahuan dengan pengumpulan berkas membuat Dhiafakhri sangat sibuk, ia hampir tidak memiliki


waktu luang untuk memegang handphone sehingga sangat jarang ia Chatting ataupun sekedar memberi kabar pada Aleysia.


Aleysia juga tak ingin terlihat egois, ia berusaha untuk mengerti kesibukan Dhiafakhri, karena ia tahu bahwa Dhiafakhri sedang sibuk mempersiapkan berkas dan juga memiliki kesibukan lain di pondok sebab tinggal beberapa hari Pengumuman Pelulusan yang berarti tinggal beberapa hari juga Dhiafakhri akan berangkat ke tempat pengabdian. "Dalam pikirannya Aleysia mencoba berpikir positif bahwa jika Dhiafakhri sudah tak sibuk lagi pasti akan mengechat juga."


******* 


Pengumuman pelulusan tinggal menghitung hari, berkas yang di tunggu-tunggu Dhiafakhri akhirnya sampai juga, segera diantarnya ke rumah Ustadz Nizwar. Kini seluruh berkas-berkas santri yang akan mengabdi telah lengkap segera Ustadz Nizwar menyerahkan ke Universitas Al-Ulum untuk segera di verifikasi.


Pikiran Dhiafakhri telah tenang dan sekarang ia telah memiliki waktu luang karena segala kesibukan untuk persiapan mengabdi telah ia selesaikan. iapun mengirim pesan ke Aleysia.


**Assalamualaikum...Dek Aleysia Sayang bagaimana kabarmu?


Tiga puluh Menit berlalu namun Aleysia belum juga membalas pesan dari Dhiafakhri karena sejak ia dan Dhiafakhri jarang Chatting ia lebih sering menyimpan handphonenya di dalam lemari. Sudah beberapa lama menunggu namun tidak menerima balasan dari Aleysia, Dhiafakhri kembali mengirimkan pesan.


*Kenapa chat kak Fakhri tidak dibalas? Dek Aleysia marah yah, udah beberapa Minggu kak Fakhri ngak ngabarin.!! Maaf yah Dek, kak Fakhri sangat sibuk mempersiapkan berkas dan hal-hal lain untuk persiapan mengabdi jadi kak Fakhri ngak sempat megang handphone.!!! Kalau Dek Aleysia udah ngak marah dibalas yah soalnya kak Fakhri kangen.😍😍*

__ADS_1


Dhiafakhri kembali menunggu balasan pesan dari Aleysia, harapannya Aleysia akan segera membalas namun hingga malam tiba Aleysia tak kunjung membalas pesan itu. Dhiafakhri semakin khawatir dan perasaannya tidak tenang menurutnya Aleysia sedang marah sehingga ia tidak membalas chatnya.


2 Hari berlalu Aleysia baru mengambil handphonenya dalam lemari karena telah beberapa hari ia tidak memegang handphone.


Astagfirullah... ternyata ada chat dari kak Fakhri tetapi sudah dua hari yang lalu.!!! "hmmm sepertinya kak Fakhri mengira ana marah, padahal mang ngak pegang handphone udah 2 hari. Aleysia segera membalas chat Dhiafakhri.


Waalaikumsalam, Aleysia ngak sedang marah kok. Maaf yah kak baru balas, soalnya Aleysia baru pegang handphone jadi baru lihat pesan kakak. Alhamdulillah Aleysia sehat wal afiat. Semoga kakak juga selalu sehat. bay the way kapan kakak berangkat ke kota Manado?


Melihat ada pesan masuk dari Aleysia, Dhiafakhri segera membuka dan membalasnya.


*Alhamdulillah kakak juga sehat wal afiat dan insyaallah besok setelah pelulusan kak Fakhri langsung berangkat ke Manado karena disana sangat kekurangan tenaga pendidik, jadi pemberangkatannya di percepat mohon doanya yah dek Aleysia ku sayang*.


Ia kak Semoga selamat sampai tujuan, Jangan lupa besok sebelum berangkat chat Aleysia dan jangan nakal-nakal disana sayang, jangan cari kekasih baru.


Aleysia juga ngak boleh nakal-nakal kalau kak Fakhri udah semakin jauh, ngak boleh chatting dengan laki-laki lain jika ngak ada kepentingan. Kak Fakhri selalu sayang dek Aleysia. Ana Uhibbuki Aleysia.


Aleysia merasa sangat senang membaca pesan dari Dhiafakhri, ia merasa dirinya benar-benar di mabuk cinta, sehingga setiap kalimat sayang dari Dhiafakhri seakan menggetarkan dunianya. Aleysia menyuruh Dhiafakhri untuk segera beristirahat, kumpulkan tenaga untuk pengumuman dan keberangkatan besok.


Dhiafakhri pun mengiyakan karena hatinya juga sudah tenang setelah mendapat kabar dari Aleysia, dan mengetahui jika Aleysia tidak marah padanya. Dhiafakhri pamit untuk istirahat. " Yah udah kak Fakhri istirahat dahulu kalau gitu, dek Aleysia juga kalau ngak ada kesibukan istirahat aja besok lanjut chatting lagi*.


Setelah Dhiafakhri istirahat, Aleysia langsung menyimpan kembali handphonenya ke dalam lemari. Belum sempat Aleysia menutup lemari tiba terlihat di layar handphone nomor baru memanggil.


+62823456****** "nomor pemanggil"

__ADS_1


*Hmmm... siapa yah? kak Fakhri ngak mungkin pakai nomor baru, Aleysia penasaran sebelum mengangkat panggilan karena nomornya sangat asing bagi Aleysia, rasa penasaran yang sangat besar itu akhirnya Aleysia mengangkat panggilan tersebut.


*Assalamualaikum...Maaf siapa yah soalnya nomor baru? *ucap Aleysia"


Waalaikumsalam... apa benar ini nomor Aleysia? ana Abdurrahman teman Dhiafakhri.


*ia benar, ana Aleysia.! ada apa yah? ada yang bisa ana bantu?


ia banyak yang harus antum bantu.!!!


*hmm banyak?? emangnya antum mau minta bantuan apa, kalau penting katakan aja?


ngak berat-berat amat sih, hanya minta bantu kenalan lebih dekat sama antum?


*maksud kenalan lebih dekat gimana yah? Maaf saya bertanya yang serius jadi tolong jawabnya juga serius. "Aleysia mulai merasa risih"


ngak ada maksud apa-apa hanya pengen mengenal antum agar lebih akrab aja, kali aja bisa jadi gebetan.


*oooh gitu, Maaf ana ngak suka bercanda, ana ngak tahu apa maksud antum mengatakan demikian, kalau antum memang teman Dhiafakhri ana yakin, antum tidak akan mengatakan seperti itu. bay the way dari mana antum dapat nomor ana? *Aleysia sedikit marah namun masih juga penasaran*


Dari teman yang lain, yang jelas dari seseorang yang mengenal antum selain Dhiafakhri.!!!


tuuut.... tuuut... tuuut sambungan telepon tiba-tiba mati.

__ADS_1


Aleysia tidak memperdulikan hal itu, ia enggan memikirkan nomor yang tidak penting dan membicarakan hal yang dianggapnya tidak penting. Tadi ia penasaran karena tumben ada nomor baru yang menghubunginya, namun setelah mengetahui nya Aleysia hanya berpikiran yang menghubunginya hanyalah orang rese yang tidak ada kesibukan. Aleysia bahkan memblokir nomor tersebut lalu menyimpan kembali handphonenya ke tempat semula.


__ADS_2