
2 Minggu sudah Rayyan di rawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, sedikit demi sedikit ia mulai terlihat sehat. ibu Rayyan berinisiatif untuk segera kembali ke kampung mereka karena tagihan rumah sakit semakin meningkat, ibu Rayyan khawatir jika terlalu lama mendapat perawatan di Rumah Sakit maka jumlah tagihan akan semakin banyak.
Ibu Rayyan segera mengemasi barang-barang mereka, di bayarnya seluruh tagihan rumah sakit yang mencapai sepuluh juta rupiah. Setelah seluruh administrasi Rumah Sakit telah lunas mereka segera ke penginapan untuk istirahat dan menunggu bus yang akan menjemput mereka.
Belum cukup setengah jam Rayyan dan ibunya menunggu, bus telah datang menjemput mereka.
****
Aleysia telah selesai melaksanakan ujian masuk perguruan tinggi, ia tinggal menunggu pengumuman. Sedangkan Rayyan telah kembali ke rumahnya dan selama ia di rawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo ia tidak pernah memberitahu Aleysia.
Rayyan merasa rindu pada Aleysia karena mereka tidak lagi seintens dulu berkomunikasi. Penyebab jarangnya Rayyan dan Aleysia berkomunikasi karena kesibukan Aleysia menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dan juga kesehatan Rayyan yang tidak stabil sehingga ibunya lebih sering menyita handphone Rayyan.
__ADS_1
Baru saja Rayyan ingin mengechat Aleysia, tiba-tiba Aleysia mengechat duluan.
Aleysia: Assalamualaikum sayang, gimana kabarnya? aku kangen!
Rayyan: Waalaikumsalam Alhamdulillah sehat! aku juga kangen, bisa ngak sayang aku kerumahmu?
Aleysia: Bukannya ngak ngizinin tapi jarak rumah aku dan rumah kamu itu sangat jauh, lagian kamu juga baru sehat sayang, aku khawatir kalau kamu kesini.
Rayyan: Aku udah sehat kok sayang, ngak usah terlalu khawatirin aku.
Rayyan: Hmm.. ia deh sayang.
__ADS_1
Cukup lama Aleysia dan Rayyan chatting, tak terasa malam sudah semakin larut. Aleysia pamit tidur setelah itu Rayyan juga menyimpan handphonenya lalu tidur.
Hari berganti hari Aleysia telah di terima di Universitas Al-Ulum, kini ia resmi menjadi mahasiswa, sedangkan Rayyan telah naik kelas XII. Hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik dan rasa cinta mereka semakin lama semakin dalam. Di tengah kesibukan keduanya, mereka masih saling menyempatkan waktu untuk chatting.
Hari itu kesehatan Rayyan kembali drop, awalnya ia dilarikan di Rumah Sakit terdekat tempat ia tinggal, namun karena semakin parah, dokter di rumah sakit tersebut menyarankan agar segera di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar, tepatnya di kota Aleysia. Rayyan sangat senang, ia begitu bersemangat saat dokter mengatakan bahwa ia akan di rujuk di kota itu. Segera ia mengabari Aleysia kalau dia akan di rujuk di Rumah Sakit Budi Agung di kota Aleysia, Aleysia yang mengetahui itu merasakan hal yang sama.
Beberapa jam perjalanan sampailah Rayyan di Rumah Sakit Budi Agung tempat ia di rujuk. Rayyan langsung mengabari Aleysia dan berharap Aleysia segera menemuinya, karena kali ini Rayyan hanya di temani Ayahnya.
Rayyan: Assalamualaikum sayang aku sudah sampai di Rumah Sakit Budi Agung, kalau sayang ada kesempatan kesini yah!
Aleysia: Waalaikumsalam ia sayang, bentar setelah mata kuliah selesai aku langsung kesitu.
__ADS_1
Aleysia yang sudah memiliki kendaraan, segera tancap gas setelah perkuliahan berakhir, ia menuju Rumah Sakit Budi Agung, hampir 1 jam Aleysia berkeliling ia tidak menemukan Rumah Sakit Budi Agung.
Maklum Aleysia baru memiliki kendaraan pribadi, jadi selama berada di kotanya ia sangat jarang keluar hanya untuk sekedar jalan-jalan, itulah penyebabnya Aleysia tidak begitu mengusai jalanan di kotanya.