Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps10


__ADS_3

Indra kini telah resmi menikah lagi dengan rumini, Janda kaya raya itu entah bagai mana bisa menggilai pria pemalas ini.


Wina pun yang sudah melahir kan masih menumpang di rumah ayah nya, Apa lagi kini ia bisa memeloroti uang ibu tiri nya.


"Ayah, Bagai mana jika aku membuka toko sembako di sini untuk tambahan belanja ku. Mau kerja pun tidak bisa karena anak ku masih kecil." Ucap wina.


"Boleh saja nak, Mau modal berapa?" Tawar indra.


"Sembako kan modal nya cukup besar, Apa boleh jika sekitar tujuh jutaan." Ujar wina pelan.


"Gampang kalau cuma tujuh juta, Nanti ayah minta sama ibu mu." Janji indra.


Rukmini yang sering sakit sakitan pun hanya bisa terus menerus memberikan uang, Bahkan baru saja ia menjual kebun sawit nya.


Satu bulan yang lalu kebun nya terjual, Namun rukmini hanya mendapat bagian dua puluh juta dari indra.


Semua uang indra yang memegang, Kondisi nya yang terkena deabetes pun membuat kedua mata nya buram.


"Mau kemana kamu mas?" Tanya rukmini ketika malam melihat indra rapi.


"Ada perlu sama teman." Sahut indra.


"Apa kah teman mu itu sama dengan aku dulu?!" Tanya rukmini menatap tajam.


"Apa sih maksud mu? Aku ini mau berbisnis ruk." Berang indra.


"Bisnis apa yang kau bicarakan, Semenjak kita menikah kau sama sekali tidak pernah menghasil kan uang!" Balas rukmini.


Rukmini adalag tipe orang yang meledak ledak jika sedang marah, Apa lagi ia merasa lebih berkuasa karena kaya.


"Kau menghina ku? Dulu saja kau bilang akan menerima ku apa ada nya." Sentak indra.


"Aku memang menerima kemiskinan mu mas! Tapi aku tidak terima jika kau selalu main perempuan di luar saja." Geram rukmini.


Plaak.


Indra memang sangat ringan tangan kepada siapa pun, Dulu saja gayatri habis di hajar nya jika sedang marah seperti ini.


"Jadi maksud mu aku harus menggauli mu yang bau ini? Sadar diri lah rukmini." Hina indra jahat.


Usai menghina istri nya dengan kejam, Indra berlalu pergi keluar dari rumah. Rumah yang sebenar nya milik rukmini, Namun sekarang sudah pindah nama.


...****************...


"Bangun lah ji woo, Jangan tinggal kan aku sendirian." Giana memangku kepala V.


Dengan di lihat enam lain nya, Giana berlatih dengan V yang mendapat peran mati karena tertabrak mobil.


"Kenapa kau pergi secepat ini? Aku harus bagai mana jika kau tiada?" Isak giana menghayati.

__ADS_1


Tak lupa tadi V meminum sirup merah untuk menjadi darah nya, Air mata giana jatuh karena ia berusaha keras untuk menangis.


"Waah, Dia sungguh menangis." Bisik junghoseok.


"Huuuuu! Kau keren." Sorak jimin bertepuk tangan.


Giana pun mengelap air mata nya, V bangun sambil menjilati darah pura pura nya. Tadi mereka mendapat izin untuk bermain bersama.


"Bagai mana menurut kalian?" Tanya giana bersemangat.


"Bagus sebenar nya, Namun tangis mu lama sekali jatuh nya." Sahut kim namjoon.


"Haish! Aku padahal sudah berusaha menangis." Keluh giana.


"Coba kau bayang kan hidup mu yang sangat sedih, Pasti kau bisa menangis." Saran seokjin.


"Aku bingung untuk memilih yang mana." Lirih giana.


Suga menepuk pundak giana yang malah tertunduk sedih karena mengingat kisah nya, Mereka ikut mendengar kan apa yang ingin giana ucap kan.


"Aku dari kecil tidak di harap kan oleh ayah ku, Dia membenci ku karena sama sekali tidak mirip wajah nya! Bahkan tidak jarang meemukuli aku juga." Isak giana tersedu sedu.


"Hei, Hei. Jangan menangis."


Suga merangkul giana yang menangis sedih, Jika tadi ia sangat susah untuk menangis. Kini malah giana banjir air mata.


"Kini hidup mu sudah mulai membaik kan, Lupa kan semua kesedihan mu." Hibur suga.


"Bagai mana jika saat shuting nanti, Kau ingat saja wajah dan kelakuan nya." Saran huseok.


"Huseok hyung benar gi, Kau jadi gampang menangis." Sahut V pula.


Giana menangguk karena ada benar nya juga, Ia tidak perlu susah payah berusaha menangis. Karena jika mengingat sikap nya indra, Maka air mata nya akan jatuh sendiri.


******


Hari ini shuting pertama nya giana, Orang yang tidak pernah melihat giana. Maka mengira jika gadis ini sudah berusia puluhan tahun, Karena postur tubuh giana yang mirip orang dewasa.


"Bangun lah ji woo! Aku tidak ingin sedirian." Jerit giana yang berperan sebagai hae rin.


"Maaf kan aku yang tidak bisa menemani mu lagi, Aku tidak kuat lagi hae rin." Lirih chang wook yang berperan sebagai ji woo.


"Jangan tinggal kan aku!! Aku harus bagai mana jika kau tiada." Jerit hae rin pilu.


Ji woo mati dalam pelukan hae rin kekasih nya, Hae rin menangis hingga tersedu sedu sambil merangkul kepala ji woo.


"Cut!"


Setelah mendengar dari sang sutradara, Giana pun melepas kan pelukan nya dengan perlahan.

__ADS_1


"Yah, Kau berhasil menangis. Aku bangga padamu." Namgil sangat senang.


"Huhuhu, Ingus ku banyak sekali." Giana mengelap dengan tangan.


"Issh, Kau jorok sekali." Namgil menjauh dari giana.


Aktor ji chang wook langsung berteduh di mobil nya, Giana sangat senang bisa memeluk pria tampan.


"Kenapa kau tersenyum begitu?" Tanya namgil heran.


"Tidak ku sangka kalau aku bisa memeluk diam" Giana tersenyum senang.


"Dasar kau ya, Masih kecil sudah tau orang tampan." Rutuk namgil.


"Oppa chang wook keren sekali." Giana berputar putar girang.


"Oppa?"


"Iya."


"Aku pun seusia dengan nya, Kenapa memanggil ku ahjussi?" Protes namgil tidak terima.


"Karena dia tampan." Jawab giana langsung.


"Kau pikir aku tidak tampah hah?!"


Giana hanya mengangkat bahu nya tanpa menjawab, Ia pergi untuk bersiap siap. Karena akan langsung shuting kerumah sakit.


"Eoni." Panggil giana pada seohyuk yang sebagai manager nya.


"Apa?"


"Bagai mana adegan kiss yang sangat bagus?" Tanya giana.


"Kenapa kau bertanya adegan kiss? Memang nya ada peran mu untuk kis." Tanya seohyuk heran.


"Tidak ada, Namun aku ingin latihan dari sekarang. Biar nanti aku sangat handal." Ujar giana.


"Mana aku tahu, Ciuman saja aku tidak pernah." Sahut seohyuk.


"Hah? Bukan kah kau sudah dewasa?!" Kaget giana.


"Walau pun dewasa bukan berarti pernah ciuman, Lagi pula aku sedang menunggu cinta seseorang." Ujar seohyuk.


"Ahjussi namgil?"


"Hah bagai mana kau bisa tahu?!" Kaget seohyuk.


"Tentu saja aku tahu, Kau sering menatap nya diam diam dengan pandangan penuh damba." Jelas giana.

__ADS_1


"Husst, Jangan sampai ada yang dengar." Cegah seohyuk.


Giana tertawa melihat gadis yang sudah berusia ini terlihat malu malu, Ia memang sering melihat seohyuk menatap namgil.


__ADS_2