Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps18


__ADS_3

⭐⭐⭐Cuma hayalan saja cerita nya, Jangan di comen jahat ya😁⭐⭐⭐


Jacob menatap satu persatu pemuda yang datang ini, Namun mata nya tidak mau lepas pada pemuda yang mengantar giana kemansion nya. Wajah tampan dan juga postur tubuh namjoon yang tegap, Sungguh jacob menyukai nya.


"Bagai mana keadaan mu, Apa masih sakit?" Tanya suga mendekat.


Giana yang di beri ponsel pun menulis jawaban nya di sana, Ia mengatakan hanya sedikit sakit.


"Kalian ngobrol lah bersama giana, Ibu ingin keluar dulu ya." Pamit gayatri karena mereka terlihat canggung.


"Kemana kami tri?" Jacob bertanya cepat.


"Ayo kita bicara di luar saja yah, Biar mereka lebih leluasa." Ajak gayatri.


"Kenapa harus keluar, Kita bisa menunggu di sini saja." Jacob penasaran dengan obrolan cucu nya.


"Haish!"


Gayatri menarik jacob agar mau keluar dari kamar giana, Itu pun sangat susah karena jacob amat penasaran.


"Yah! Kenapa kau menangis?" Jhope membalik tubuh taehyung.


"Tidak."


"Kau masih mengelak, Itu air mata mu keluar." Seru jhope.


"Gianaaa."


Taehyung malah menghambur memeluk giana, Sejak tadi ia menahan rasa sedih dan khawatir nya. Di jalan saja tadi ia sudah tidak sabar ingin bertemu giana.


"Kau pasti sehat lagi kan? Huhuhu bagai mana jika suara nya hilang." Taehyung sangat sedih.


Giana mengelus kepala kakak nya yang menangis ini, Sejujur nya giana juga takut jika suara nya akan hilang selama nya.


"Kenapa kau ikut berbaring dengan nya V?!" Teriak jimin kesal sendiri.


"Tempat nya luas juga kok, Cerewet sekali kau." Balas taehyung.


"Cepat turun! Kenapa juga kau malah di situ." Rutuk seokjin.


"Haish!"


V alias taehyung pun turun sambil memasang wajah masam, Namjoon yang hanya terdiam melihat giana tidak berdaya seperti ini.


"Apa kau sudah mandi gi?" Tanya jungkook.


"Belum." Giana menulis.


"Kenapa kau menanyakan sudah mandi? Mau memandikan dia kau." Seokjin kembali buka suara.


"Tidak masalah jika giana mau." Cengir jungkook.


"Makan lah." Suga alias yonggi memberikan jeruk yang sudah di kupas.


"Hyung! Giana tidak suka jeruk." Protes jimin.

__ADS_1


"Ohh."


"Hiss kau ini, Selalu teringat buah kesukaan mu saja." Rutuk seokjin mengambil pisau.


Giana tersenyum senang melihat mereka yang bertengkar terus seperti ini, Sedikit terhibur pikiran nya.


"Apa media sudah tahu kau di rumah sakit karena insiden ini gi?" Tanya namjoon mengelus lengan giana.


Giana menggeleng pelan, Cepat ia menulis jika media tahu dia masuk rumah sakit hanya karena asam lambung.


"Kenapa kau ingin menutupi kebenaran nya?" Tanya namjoon.


"Aku tidak ingin menjadi kehebohan, Bisa saja para hatres ku mengatakan ini hanya setingan." Jelas giana melalui tulisan.


"Hhm benar juga." Angguk namjoon setuju.


Seokjin yang sudah selesai mengupas apel mendekati giana, Ia menyuapi giana apel yang di potong kecil.


"Cepat sembuh ya, Aku ingin bertengkar dengan mu." Seokjin berkata pelan.


Deretan gigi putih giana terlihat ketika ia tersenyum membalas ucapan seokjin, Sementara jimin mengambil sisir untuk rambut giana.


"Ku ikat saja ya rambut mu, Biar tidak berantakan." Jimin menyisir pelan.


"Apa tidak sakit untuk duduk begitu perut mu?" Cemas suga.


Hanya gelengan yang giana berikan, Suga sangat takut karena dia menyaksikan muntahan giana yang semua adalah darah.


"Sudah selesai." Jimin menjepit rambut giana dengan cantik.


"Kami akan ada latihan untuk konser, Maaf juga karena tidak bisa lagi datang menjenguk mu." Sesal V.


Tentu giana paham jika mereka memang sedang padat jadwal nya, Untung saja mereka masih bisa datang walau pun tidak lama.


Kini tinggal giana sendirian, Gayatri dan jacob pun masuk ketika mendengar mereka sudah pulang.


"Istirahat ya nak, Biar cepat sembuh." Ujar gayatri membantu giana berbaring.


Saat gayatri akan bangkit lagi pindah kesofa, Giana menarik tangan ibu nya agar ikut berbaring dengan nya.


"Mau ibu berbaring dengan mu?" Gayatri bertanya dulu.


Setelah melihat anggukan kepala giana, Baru lah gayatri ikut berbaring sambil mengelus elus kepala putri nya.


Tes.


Air mata gayatri jatuh karena merasa hidup giana sangat sengsara, Sejak kecil selalu menderita. Sekarang akan bahagia sedikit saja sudah ada orang yang tidak senang.


Rangkulan giana pada ibu nya semakin erat seiring menutup nya mata, Terasa nyaman ketika tidur dalam pelukan sang ibu.


...****************...


Siang hari gayatri meminum kan obat untuk anak nya, Karena giana sangat susah jika minum obat. Apa lagi melihat tangan sendiri tertanjap jarum infus.


"Tuan, Ada seseorang ingin mengunjungi nona giana." Beritahu demian.

__ADS_1


"Siapa nama nya? Kenapa pula banyak yang datang." Rutuk jacob.


"Ji chang wook actor besar itu." Jawab demian.


"Kau kenal dia giana?" Tanya jacob pada cucu nya.


Melihat anggukan sang cucu, Jacob pun memberi kode pada demian untuk menyuruh pria itu masuk.


"Selamat siang tuan." Sapa chang wook membungkuk.


"Hhmm."


Jacob hanya berdehem untuk menyembunyikan perasaan yang sebenar nya, Karena dia sangat kagum dengan wajah chang wook.


"Selamat siang tante." Sapa chang wook pada gayatri.


"Siang nak." Balas gayatri ramah.


Giana tersenyum senang karena lawan main nya datang berkunjung, Chang wook meletak kan bunga dan buah yang ia bawa keatas meja.


"Maka nya jangan telat makan giana, Jadi sakit begini kan jadi nya." Ucap chang wook menasehati.


"Aku di racun seseorang oppa, Jangan beritahu yang lain." Giana menulis pesan nya.


"Apa?! Dan kenapa kau tidak bicara giana?" Kaget chang wook.


"Untuk satu sampai dua hari giana tidak bisa bicara nak, Itu karena efek racun nya." Jelas gayatri.


Syok chang wook mendengar fakta mengerikan ini, Apa lagi sekarang giana bahkan tidak bisa bicara.


"Bagai mana dengan pelaku nya? Sudah kah di selidiki?!" Tanya chang wook.


"Sedang dalam proses!"


Kali ini jacob yang menjawab, Gatal sudah bibir nya sejak tadi diam. Jacob sangat fans dengan chang wook karena acting action nya yang sangat keren.


"Oppaa!"


"Hah? Kau bisa bicara?!" Kaget chang wook mendekap wajah giana.


Gayatri menekan tombol untuk memanggil dokter, Giana bisa berbicara walau pun suara nya sangat serak dan berat.


"Ibuu!! Aku tidak mau suara ini." Giana menangis ketakutan.


"Tenang sayang ya." Hibur gayatri memeluk putri nya.


"Ini hanya awal mula nona giana, Nanti suara anda akan membaik." Imbuh dokter kim.


"Berapa lama giana dengan suara nya ini dokter?" Tanya gayatri cemas juga kalau suara giana jadi seperti suara robot.


"Tidak akan lama, Itu perkembangan nya untuk memulih kan suara asli." Jelas dokter kim.


"Ahahhahaha!"


Giana menangis kencang memikir kan suara serak nya yang akan sampai kapan, Chang wook pun berusaha menghibur nya juga.

__ADS_1


__ADS_2