
Jacob sudah memberi kuasa pada giana hampir enam puluh persen, Hingga giana punya kuasa untuk memerintah anak buah kakek nya.
"Ini data orang yang punya potensi besar melakukan pembakaran nona." Lomon memberikan data diri seseorang.
"Euum! Dia wanita." Kaget juga giana karena musuh nya wanita.
"Benar nona, Selama ini liona kerap menyakiti musuh tanpa ampun." Sahut lomon.
"Namun di sini nama nya kim boum." Ucap giana.
"Itu nama asli nya, Dia lebih di kenal dengan nama liona." Jelas lomon.
Data diri kim boum di baca oleh giana, Masih cukup muda dengan usia nya yang baru tiga puluh tahun. Liona adalah mafia yakuza yang merembet kekorea.
"Dia ada dendam apa dengan kakek?" Tanya giana lagi.
"Tidak ada! Karena masih kerabat jauh nya tuan jacob." Jawab lomon.
"Shiball saekiya, Dia pasti ingin harta." Umpat giana.
"Hati hati terhadap nya giana, Dia bukan orang sembarangan." Peringat suga.
"Oppa mengenal nya?!"
__ADS_1
"Tidak! Aku hanya menebak saja, Apa lagi dia masih terhitung kerabat dari kakek mu." Ujar suga.
Giana terdiam mendengar ucapan suga, Ada rasa curiga terhadap suga karena pria ini tahu banyak juga tentang dunia mafia.
"Menurut mu apa tidak masalah jika aku mendatangi nya?" Tanya giana pada lomon dan suga.
"Maka siap kan segala senjata yang di butuh kan." Ujar suga.
"Hais tidak! Aku akan datang bicara baik baik dan bertanya apa mau nya." Jelas giana.
"Anda ingin bicara baik baik?!" Solomon bertanya kaget.
"Yah! Kenapa kau ragu seperti itu?!" Sentak giana.
"Lihat lah, Kau dan dia tidak akan bisa bicara baik baik." Cetus suga.
Bingung giana untuk mengambil keputusan, Sementara jacob sudah tidak ikut campur akab keputusan apa pun yang akan giana ambil.
"Siap kan segala senjata dengan tersembunyi, Aku akan menemani mu bertemu dengan dia." Putus suga.
"Tidak! Bahaya jika oppa ikut kesana, Aku sudah berhenti dari dunia hiburan. Tidak akan masalah jika ada yang cacat pada tubuh ku." Ujar giana.
"Jadi kau tidak akan mencintai aku jika aku jadi cacat?!" Tanya suga menatap giana tajam.
__ADS_1
"Bukan begitu, Oppa seorang idol." Giana mengingat kan profesi suga.
Suga melengos mendengar alasan giana, Namun ia tidak akan membiar kan giana pergi sendirian untuk bertemu dengan liona yang cukup berbahaya.
Giana terkejut ketika melihat kelihaian suga merakit senjata yang baru lomon bawa, Padahal giana tidak bisa secepat itu.
"Kenapa?"
"Apa oppa juga mafia?" Tanya giana tiba tiba.
"Bukan berarti orang merakit senjata adalah mafia, Aku ini idol! You k now BTS?" Suga bertanya sombong.
"Belajar dari mana?" Tanya giana lagi.
"Tidak ada, Hanya naluri saja." Suga menjawab cuek.
Meski suga berkata dengan gaya nya yang seperti biasa, Namun giana tahu jika pria ini berbohong pada nya. Entah apa yang mengganjal di hati giana.
"Ada apa?" Suga mendekati giana yang terdiam menatap langit langit ruangan.
"Aku hanya ingin waktu yang melelah kan ini cepat berlalu, Hanya itu lah yang aku ingin kan." Sahut giana dengan mata yang mulai merembes.
"Aku terkadang bingung dengan pribadi mu yang berubah ubah giana, Kadang kau sangat kuat dan tidak mengenal takut. Namun kadang kau juga sangat lemah." Suga membawa giana dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Terkadang, Aku takut pada diriku sendiri. Aku tidak mengenal diriku sendiri, Aku tidak mana diriku yang sebenar nya! Aku bahkan tidak tahu apa yang benar benar ku ingin kan." Lirih giana menangis di dada suga.
Suga adalah tipe orang yang lebih senang mendengar kan dari pada bicara, Hingga ia dengan sabar mendengar curahan hati gadis yang di cintai nya ini.