Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps31


__ADS_3

Giana mengelilingi indra yang tampak sudah tua, Bahkan nafas nya saja susah untuk di kendali kan karena sesak. Indra memang pemalas, Namun sekali kerja ia selalu mendapat pekerjaan susah.


"Begitu benci nya kau terhadap kami giana! Kami juga kehilangan ibu, Namun kenapa malah kami di salah kan." Wina yang menangis memberani kan diri buka suara.


Mata giana langsung menatap tajam wina, Bahkan hanya dengan tatapan saja sudah membuat wina ketakutan setengah mati.


"Aku memang membenci kalian bertiga! Namun aku sangat membenci diriku sendiri, Bukan hanya satu atau dua kali kalian menyakiti hati dan tubuh ku." Giana berhenti berkata sebentar.


"Setiap hari aku menangis karena ulah kalian, Namun kenapa hati ku masih saja mengharap kan kalian berubah dan mau menerima serta mencintai ku." Giana mengusap wajah nya kasar.


Suga tidak tahan melihat giana yang terlihat sangat sedih, Bahkan pinggir mata giana sudah berwarna merah karena banyak menangis sejak tadi.


"Mulut ku sering mengatakan jika sekarang aku telah kaya dan tidak butuh kalian lagi, Aku mencoba menghapus perasaan ku yang dulu sangat ingin bermain dan di peluk ayah."


"Namun sial nya meski aku telah punya segala nya, Aku masih mengharap kan hal itu! Aku benci fakta kalau aku berharap ingin kalian mencintai ku! Manusia yang paling aku benci adalah diriku sendiri."


Pyaaar, Pyaarr.


Untuk melampias kan emosi dalam hati nya, Kaca di ruangan ini pecah berantakan karena di tinju giana. Tangan nya pun berdarah karena terkena pecahan kaca.


"Aku menangis ketika melihat ayah harus naik sepeda untuk pekerjaan yang sangat jauh, Aku juga menangis ketika melihat ayah tidak memakai baju terkena panas ketika bekerja." Giana berkat tersendat sendat.


"Namun ayah tidak pernah tahu akan hal itu, Karena ayah sibuk membenci ku." Lirih giana.


Tidak tahan suga mendengar kan ucapan sedih giana, Ia membenam kan wajah giana dalam pelukan nya.


Meski sejak tadi ia terus menerjamah kan bahasa yang giana pakai, Hingga tahu jika giana sedang berkata apa.


"Jangan menangis giana." Suga mengelus kepala giana.


Jacob juga tidak tahan mendengar ucapan cucu tersayang nya, Air mata pria tua ini terus saja menetes.


"Begitu kejam kau terhadap cucuku! Kenapa kau membeda kan giana dari kedua kakak nya?" Jacob menyodok dagu indra dengan tongkat nya.


"Karena dia bukan anak ku." Sahut indra.


"Atas dasar apa kau berkata demikian?!" Geram jacob.


"Lihat lah seluruh wajah nya tuan, Dia tidak ada mirip aku atau kedua kakak nya! Bahkan mata giana sama persis dengan milik gayatri." Jelas indra.


Krak.

__ADS_1


"Aakkhhhh!!"


Lolongan panjang keluar dari mulut indra ketika jacob memberi kode pada solomon untuk mematah kan tangan kanan indra, Wina dan asih juga menjerit ketakutan.


"Wajar saja dia mirip gayatri, Dia ibu nya bangsat." Bentak jacob.


"Ampuni aku tuan, Namun aku yakin jika giana bukan anak ku." Rintih indra.


"Tidak usah di terus kan kakek, Aku mungkin memang bukan anak nya karena wajah ini." Cegah giana ketika jacob ingin mematah kan tangan indra lagi.


"Dia keterlaluan giana! kakek percaya pada ucapan ibu mu kalau kau adalah anak kandung nya." Geram jacob.


Giana mengangguk pelan, Air mata nya masih saja lolos walau sudah sekuat tenaga ia tahan agar harga diri nya tidak jatuh.


"Biar kan saja dia, Aku ingin istirahat sekarang." Ucap giana.


"Baik lah sayang, Istirahat saja dulu." Jacob tahu jika giana sedang terganggu.


Suga cepat mengejar giana yang berkelebat pergi, Giana berlari memasuki kamar nya. Suga tidak mau jika giana sampai nekad lagi.


Di ranjang sana tampak giana menggulung diri dalam selimut, Pundak nya masih naik turun karena isak.


"Giana.."


"Jangan menangis terus giana." Bujuk suga mengelap bulir air mata.


"Bagai mana aku akan menjalani hari kedepan nya oppa?" Tanya giana serak.


"Kita akan menjalani bersama ya, Aku akan selalu menemani mu." Janji suga.


"Tidak akan selalu, Akan ada hari kau juga akan meninggal kan aku! Suatu saat oppa pasti akan menikah dan hidup bahagia." Ujar giana.


"Maka kau lah wanita yang ku nikahi." Sahut suga.


Suga tidak pernah bercanda dalam ucapan nya, Tatapan mata suga lurus menatap mata giana yang sembab.


"Tidak mungkin! Aku tidak akan pernah menikah oppa." Lirih giana.


"Maka aku juga tidak akan menikah." Jawab suga pula.


"Tapi kau ingin punya anak." Seru giana.

__ADS_1


"Bukan kah bisa membuat anak tanpa menilah?!" Tanya suga tersenyum.


Ucapan suga bisa membuat giana sedikit tersenyum, Suga gemas sendiri melihat giana yang demikian.


"Berbaring lah di sebelah ku." Ajak giana menepuk ranjang.


Suga naik dan berbaring di sisi giana, Tepat seperti dugaan nya. Giana pasti minta di peluk.


"Aku tidak bisa membayang kan jika kau melakukan ini bersama orang lain." Lirih suga.


"Hmmm."


"V melakukan nya kan?"


"Aku tidak ingin membahas nya." Tolak giana.


Ada rasa kecewa dalam hati min yonggi karena giana sama sekali tidak menyangkal nya, Pria yang lebih di kenal dengan panggilan suga ini tahu bahwa V mencintai giana.


"Walau begitu aku tidak mencintai nya." Ujar giana.


"Apa kau tahu arti mencintai giana?" Tanya suga pelan.


"Mencintai? Bukan kah hanya untuk bersama dan hidup dalam satu rumah lalu saling memiliki." Ujar giana.


"Namun kadang jika sungguh mencintai, Maka orang tersebut rela tidak memiliki. Rela melakukan pengorbanan besar demi orang yang di cintai nya bahagia." Jelas suga.


"Apa kau berkorban perasaan mu agar aku bisa bersama v juga?"


Suga diam tidak menjawab pertanyaan giana, Jujur saja suga tahu jika v mencintai giana. Bahkan namjoon juga mulai menunjukan perasaan pada giana.


"Aku tidak sepicik itu oppa! Jika kau sudah bersedia bersama ku tanpa menikah, Maka aku tidak akan melakukan hal intim kepada pria mana pun." Ucap giana.


"Hal intim apa maksud mu?!"


Giana kaget karena tiba tiba suga menindih nya, Bahkan salah satu tangan suga meremas aset semangka nya.


"Eeheiii lepas kan tangan mu! Aku tidak pernah melakukan itu." Giana tertawa sambil mendorong tangan suga.


"Tidak! Katakan hal intim yang kau maksud?" Desak suga.


"Lepas kan dulu, Aku tidak nyaman kalau tangan mu masih di sini." Giana merasa gugup juga.

__ADS_1


Namun dari tatapan saja giana tahu jika suga tidak akan melepas kan nya, Giana juga merasa gelayar aneh ketika suga semakin lembut menyentuh nya.


__ADS_2