
"Kami benar benar tidak tahu di mana ayah giana." Jelas wina tersendat.
Giana menghembus kan nafas kasar menahan emosi yang siapa meledak dalam diri nya, Marah dan sedih bercampur semua dalam hati.
"Kami juga kehilang ibu giana, Bertahun tahun ibu menghilang dan baru sekarang dia menemui kami. Tapi sekarang ibu malah meninggal." Ujar asih.
"Lalu kalian pikir apa yang ku rasakan?! Di dunia ini hanya dia yang ku punya, Namun dia sekarang telah tiada." Geram giana mengelap air mata.
"Yang sabar giana." V mengusap lengan giana.
Sangat susah bagi giana untuk bicara baik baik saat ini, Karena rasa nya ia ingin menghajar dua kakak nya.
"Sekap mereka dan jangan beri makan sebelum mau bicara jujur." Titah giana pada bodyguard.
"Giana...Kenapa kau tega pada kamu." Wina bergetar tidak percaya.
"Kenapa tidak kau tanya kan pada dirimu sendiri saja?!" Giana menatap sinis.
"Aku mohon tolong lepas kan kami giana, Anak kami pasti menangis sekarang." Hiba asih.
Namun giana menuli kan telinga nya, Ia pergi meninggal kan dua kakak nya. Tidak peduli dengan teriakan mereka yang ingin pulang.
"Kirim anak buah mu mencari nya di seluruh pelosok." Perintah giana pada solomon.
"Baik nona, Saya sudah mengirim dua puluh orang untuk mencari nya di indonesia." Jawab solomon.
"Beritahu seohyuk kalau aku ingin terbang keindonesia sekarang." Ujar giana.
Solomon mencari seohyuk untuk menyampai kan ucapan giana, Mata gadis ini berkilat penuh dendam.
"Aku sudah terluka sejak kecil dan sangat membenci sosok pria yang ku sebut ayah! Sekarang rasa benci ku malah berlapis dendam." Giana berdesis bingung dan marah.
"Kita harus berpikit positif giana, Siapa tahu bukan dia juga pelaku nya." Nasihat taehyung.
"Jadi maksud mu benar bahwa ibu ku bunuh diri?!" Giana menatap taehyung.
"Tidak! Bukan begitu maksud ku." Taehyung mengelak takut jika kena amukan.
Nafas giana terdengar berat, Pikiran nya sekarang sedih bercampur marah dan juga bingung. Di satu sisi giana takut jika ibu nya memang bunuh diri, Namun hati nya juga yakin jika sang ibu di bunuh.
Media tidak ada yang tahu tentang kebenaran ini, Mereka hanya meliput jika ibu giana seorang artis besar telah meninggal karena serangan jantung.
"Oppa pulang lah, Aku ingin sendiri." Giana meninggal kan taehyung.
__ADS_1
"Giana.... Aku ingin menemani mu." Teriak taehyung mengejar.
Namun mobil giana sudah melaju kencang meninggal kan rumah nya, Tinggal taehyung yang mengumpat kesal.
Bruuuum.
Sebuah mobil lamborghini aventador memasuki halaman rumah giana, V tahu siapa pemilik mobil mewah ini.
"Di mana giana?" Suga yang baru turun langsung bertanya.
"Baru saja dia pergi." Sahut V.
"Kemana? Kenapa kau tidak ikut dengan nya?!" Suga cemas jika giana pergi sendiri dengan keadaan yang seperti ini.
"Aku tidak tahu dia kemana, Sebenar nya aku mau ikut." Jelas V.
"Shiit! Bahaya jika pergi sendirian." Suga mengumpat.
V menatap suga yang tampak gelisah memikir kan giana, Bisa di tebak jika suga ada rasa pada gadis itu.
"Dia bilang apa tadi padamu saat akan pergi?" Tanya suga lagi.
"Dia hanya bilang ingin sendiri, Padahal kata nya mau pulang kenegara nya." Sahut V.
Hanya suga yang tahu kemana pergi nya giana jika ingin pergi sendirian, Tempat favorit bagi giana untuk menumpah kan rasa suka dan duka nya.
Taehyung menatap suga yang pergi terburu buru, Tidak bisa di pungkiri jika taehyung pun mulai cemburu kepada suga.
"Hyung!!"
Suga menoleh ketika taehyung memanggil nya sambil mendekat, Sedikit mendongak karena taehyung lebih tinggi dari nya.
"Kau menyukai nya hyung?" Tanya V langsung.
"Apa yang kau bicarakan?" Suga mengerut tidak paham.
"Giana! Kau menyukai giana kan." V menaik kan suara nya.
"Bukan urusan mu! Pergi lah dari hadapan ku." Usir suga.
"Hyungg."
Suga tidak menghirau kan panggilan adik nya lagi, Mobil suga melaju kencang meninggal kan V yang masih memanggil manggil nama nya.
__ADS_1
"Shiit, Tidak mungkin aku bersaing dengan hyung ku sendiri." Umpat taehyung.
...****************...
Giana duduk di bawah pohon sambil menatap video ibu nya yang tersenyum menghadap camera, Rasa tidak ingin di tinggal terus bersemayam di hati nya.
"Ibu, Ini kah kado spesial yang kau janji kan itu?" Rintih giana menangis deras.
Belum genap usia nya dua puluh tahun, Kini giana sudah tidak memiliki ibu. Walau gayatri tidak terus berada di sisi nya karena harus membagi waktu untuk jacob, Namun gayatri selalu mengunjungi putri nya.
"Kenapa ibu harus rindu pada mereka, Jika ibu tidak rindu. Maka ibu masih ada bersama ku!" Sesal giana.
Giana membenam kan wajah nya di antara kedua kaki, Air mata nya tidak mau berhenti mengalir.
Sendiri, Itu lah yang giana rasa kan saat ini. Ia merasa sendirian di dunia yang kejam ini, Hanya punya ibu untuk menghilang kan keluh kesah nya. Namun kini sosok ibu telah pergi meninggal kan giana untuk selama nya.
"Ibuu....!"
Jerit pilu kembali meluncur dari mulut giana, Di bawah pohon besar ini giana menumpah kan segala rasa nya.
"Aku harus bagai mana sekarang bu!! Aku hidup dan mencari uang ini hanya untuk membuat mu bahagia, Apa kah aku sanggup jika ibu tiada." Isak giana.
"Ada aku giana!!"
Suga memeluk giana yang menangis tersedu sedu ini, Giana sedikit terperanjat karena suga kembali menemukan nya di sini.
"Aku tidak mau hidup lagi, Aku ingin bersama ibu saja." Giana menangis.
"Lalu aku bagai mana jika kau tiada, Apa aku harus menangis seperti mu juga?" Suga berkata pelan.
"Aku ingin ibu oppa." Rintih giana.
"Yang kuat ya, Nanti ibu mu juga sedih jika melihat mu terpuruk begini." Nasihat suga.
Tidak ada jawaban dari mulut giana, Hanya suara isak tangis memenuhi kawasan ini. Orang yang lewat hanya menatap sekilas, Karena banyak juga orang melampias kan rasa sedih dan marah nya ketempat ini.
"Bukah kah katamu ingin menyelidiki fakta kematian ibu? Kenapa kau malah menangis terus." Suga berusaha membuat giana bangkit.
"Kakek ku pasti akan mengungkap nya, Tidak masalah jika aku mati sekarang." Sahut giana.
"Berarti kau tidak menyayangi ibu giana!" Pancing suga.
"Apa kata mu oppa?!"
__ADS_1
"Jika kau memang sayang pada ibu, Kau tidak akan rela jika orang lain yang mengungkap kebenaran nya." Ujar suga.
Giana masih terdiam memikir kan ucapan suga, Di sebelah giana sudah ada pistol. Terlihat jika gadis ini memang berniat bunuh diri menyusul ibu nya.