
Hanya sebuah ruangan sempit yang mereka punya, Namun ketujuh nya sangat ramah. Giana duduk di lantai.
"Kalian akan menjadi idol sukses suatu saat nanti." Ujar giana memberi semangat.
"Siapa nama mu?" Tanya pemuda yang terlihat menjadi ketua nya.
"Giana."
"Nama ku namjoon."
"Aku permisi dulu ya, Sudah terlalu lama aku pergi." Pamit giana.
"Di mana rumah mu?" Tanya namjoon.
"Kedai ayam goreng duaG, Jika ada waktu mampir lah." Ucap giana.
Namjoon mengangguk sambil tersenyum ramah, Giana mengambil sepeda nya yang di parkir.
"Siapa nama mu?" Giana mendekati pemuda yang paling muda.
"Jungkook."
Sambil tersenyum giana melambai kan tangan dan mengayuh sepeda nya, Di iringi dengan tatapan tujuh pemuda ini.
"Dia lucu sekali." Ujar kim seokjin.
"Kau memperhatikan nya hyung?" Tanya namjoon.
"Hanya sekilas, Dia tadi seakan mau bertanya nama ku." Sahut seokjin.
"Namun dia tidak bertanya!" Cetus yonggi.
"Dia hanya malu saja, Mana mungkin dia tidak ingin nama seorang pria tampan." Sahut seokjin percaya diri.
Mereka tertawa mendengar ucapan hyung paling tua ini, Memang seokjin orang yang percaya diri.
*****
Giana masuk kedalam kedai dengan penuh semangat, Bukan karena senang cerita nya di beli oleh namgil. Namun senang karena bertemu tujuh pemuda itu, Seolah ia mendapat kan teman.
"Ayam goreng nya dua porsi, Dan dua botol soju." Pesan gadis yang baru datang.
"Baik."
Gayatri mengambil kan pesanan tamu nya, Dengan gesit giana membantu ibu nya membawa kan ayam dan soju.
"Biar aku saja bu." Pinta giana.
"Awas jangan sampai jatuh." Peringat gayatri.
"Iya."
Di letak kan nya dua piring ayam goreng biasa dan juga yang pedas di atas meja, Tak lupa dua botol soju juga sudah di taruh di meja.
"Aduuh, Maaf nuna." Giana tidak sengaja menjatuh kan satu potong ayam kemeja.
"Tidak becus sekali kau ini kerja nya! Lebih baik kau diam di rumah menyusu pada ibu mu." Bentak nya marah.
"Maafkan saya nuna." Giana masih berusaha sabar.
__ADS_1
Plook
Satu porsi ayam goreng pedas itu jatuh menimpa wajah giana, Tanpa rasa bersalah gadis tersebut langsung pergi.
"Astaga giana!"
"Huhuhu pedih mata ku bu." Giana menangis karena perih.
"Ayo cuci muka nya dulu nak." Gayatri membawa putri nya cuci muka.
"Huhuhuhu, Masih pedih mata ku." Isak giana menangis.
Gayatri meniup mata anak nya yang memang merah karena terkena cabai, Pengunjung pun juga kasihan dan marah pada gadis tadi.
"Aku tidak sengaja menjatuh kan nya bu." Isak giana masih berlanjut.
"Tidak apa apa, Bukan salah mu." Ujar gayatri nelangsa melihat putri kecil nya.
"Ada apa ini gayatri?" Nyonya park yang baru datang kaget melihat mereka berdua.
"Mata giana tidak sengaja terkena cabai jun." Ujar gayatri.
Park seojun mendekati giana yang masih menangis, Memang mata nya merah dan keluar air.
"Kau ini bagai mana sih?! Masa mata giana sampai kena cabai." Rutuk seojun.
"Ada pelanggan yang marah tadi, Dia melempar kan ayam pedas." Cerita gayatri.
"Astaga! Jahat sekali orang itu." Park seojun mengelapi mata giana yang masih saja merembes air.
Setelah cukup mendingan, Giana pun naik keatap. Ia tinggal di kamar atap sendirian, Sementara ada kamar yang bawah untuk gayatri.
...****************...
Keranjang belakang dan juga keranjang depan giana penuh, Tujuan nya adalah gedung tempat pemuda itu tinggal. Semangat giana jadi terkumpul, Padahal tadi malam ia berniat untuk menonton konser. Namun tidak jadi karena di larang keluar oleh gayatri.
"Bisa bertemu idol lagi aku, Jungkook itu lucu sekali." Girang giana mengingat mata jungkook yang bulat.
Sampai di sana giana kecewa karena yang menerima malah staf yang bekerja, Pupus harapan untuk bisa bertemu dengan mereka.
"Boleh tidak jika aku bertemu dengan mereka?" Tanya giana pelan.
"Maaf nona, Itu tidak boleh." Tolak staff.
"Sampai kan salam ku saja ya pada mereka, Bilang dari giana." Pinta giana sambil tersenyum.
Staff hanya mengangguk, Giana pun berjalan lesu meninggal kan gedung. Semangat nya yang membara kini hilang entah kemana.
"Aduuh!"
Dari dulu giana jika berjalan selalu tidak fokus, Musuh giana adalah kaki nya sendiri yang selalu keseleo atau tersandung kaki yang satu nya.
"Hati hati jika berjalan."
Giana mendongak untuk melihat orang itu, Senyum nya terkembang ketika mengenali kalau pemuda itu adalah salah satu nya.
"Oppa! Ingat kan dengan ku?" Giana langsung berdiri.
"Hmm! Sedang apa kau di sini?" Tanya yonggi.
__ADS_1
"Mengantar pesanan, Kenapa oppa di luar?" Tanya giana.
"Mau tau saja kau!"
Yonggi berjalan meninggal kan giana, Namun gadis ini malah mengikuti nya dari belakang dengan pelan.
"Oppa."
"Apa?"
"Nama mu siapa?" Tanya giana kagum dengan kulit yonggi yang sangat putih.
"Min yonggi."
"Yonggi oppa."
Senyum giana terlihat polos dan lucu, Yonggi yang semula jutek pun tersenyum melihat tingkah giana.
"Aku masuk dulu." Pamit yonggi.
"Tidak bisa kah aku ikut?" Pinta giana penuh harap.
"Tidak bisa, Nanti produser kami bisa marah." Sahut yonggi.
"Jadi hanya orang penting yang bisa masuk?" Tanya giana.
Yonggi mengangguk sambil melambai kan tangan, Meninggal kan giana yang masih menata langkah nya.
"Aku harus jadi orang penting jika ingin bisa bertemu dengan mereka terus, Kapan ya aku jadi produser." Batin giana sambil berjalan pergi.
Yonggi masuk kedalam kamar yang mereka tinggali bertujuh, Di lihat nya mereka sedang menyantap ayam.
"Hyung dari mana saja kau?" Tanya jimin.
"Hanya berjalan jalan sebentar." Jawab yonggi.
"Makan lah ayam mu, Jika tidak mau maka akan ku makan." Ujar jungkook.
"Makan lah." Suruh yonggi pada adik bungsu nya.
Yonggi memang terkenal paling cuek di antara mereka bertujuh, Namun dalam cuek nya ia sangat perhatian kepada lima adik nya.
Karena yonggi adalah kakak nomor dua yang paling tua, Kadang ia cuek dan tegas. Namun kadang juga sangat mencintai mereka.
"Tadi aku bertemu dengan giana." Ujar yonggi.
"Giana yang kemarin?" Tanya namjoon dengan mulut penuh.
"Tentu, Giana mana lagi memang nya." Jawab yonggi.
"Dia ingin ikut masuk tadi, Ingin melihat mu." Ucap yonggi pada jungkook.
"Waah kau sudah mendapat fans ternyata." Ujar taehyung.
Jungkook tersenyum malu mendengar ada gadis kecil mencari nya, Di ingat nya wajah giana yang lucu dengan mata biru nya yang terlihat indah.
"Dia asal mana ya? Seperti nya bukan asal sini." Ujar namjoon.
"Mungkin amerika." Sahut jimin.
__ADS_1
Mereka tertawa mendengar ucapan jimin, Tidak mungkin giana orang amerika walau pun mata nya memancar biru. Tidak ada kesan bule di wajah nya.