
Awal nya giana ingin menemui BTS, Namun ternyata namgil memanggil nya lagi dengan alasan pekerjaan.
Cerita yang baru di tulis nya bergenre action, Sehingga produser tertarik dan ingin segera menggarap film nya.
"Berapa tinggi mu sekarang giana?" Tanya seo manjung sang produser
"Tidak tahu tuan."
"Ujur tinggi badan dan juga berat badan nya." Suruh manjung.
Giana pun menimbang berat badan nya yang hanya tiga puluh enam kilo, Dengan tinggi yang sudah mencapai seratus lima puluh sembilan.
"Apa kah penulis juga penting untuk di ketahui berat nya eonie?" Tanya giana.
"Menurut saja ya." Jawab seohyuk.
Produser manujung mengelilingi giana yang terlihat sangat kecil jika berhadapan dengan nya, Manjung sangat tinggi menjulang.
"Bagai kana menurut mu jika kau yang bermain film untuk ku?" Tanya manjung mengaget kan giana.
"Aku tidak ingin bercanda ahjussi." Jawab giana.
"Aku tidak ingin bercanda juga." Sahut manjung pula.
"Namun pemain film ada yang harus sekolah jurusan teater lebih dulu, Aku tidak ingin jika kau malah rugi." Ujar giana.
"Tunjukan pada ku sekarang, Dalam acting menangis." Suruh manjung.
Giana masih bingung untuk menerima atau tidak, Ia takut jika sampai gagal dan mengecewa kan semua orang.
Manjung sendiri sebenar nya juga tidak yakin jika gadis ini bisa bermain film, Jujur saja ia hanya tertarik dengan kecantikan giana. Pasti akan banyak penonton yang terkesima melihat nya.
"Bayang kan jika ini namgil adalah ayah mu, Dan dia mati secara tiba tiba. Lalu kau pun menangisi nya sampai terisak isak." Manjung memberi peengarahan.
"Bisa kah jika di ganti yang lain saja, Aku tidak ingin menangis untuk ayah." Pinta giana.
"Cuma pura pura saja giana, Bukan ayah mu sungguhan kok." Ujar seohyuk.
"Asli atau pun pura pura, Aku tidak ingin menangis untuk sosok yang bernama ayah!" Tegas giana menatap seohyuk tajam.
Manjung yang memperhatikan nya pun tersenyum senang, Ia seolah menemukan karakter giana yang super badas.
"Aku sudah yakin sekarang, Kau akan menjadi aktris ku." Manjung merangkul giana.
"Tapi aku belum mencoba tantangan mu ahjussi." Ujar giana bingung.
"Tidak usah di coba, Kau barusan sudah melakukan nya." Ucap manjung senang.
Manjung menyuruh namgil mengajak giana keluar dari ruangan nya, Kini giana sudah dalam perjalanan pulang.
"Latihan lah dan baca terus cerita yang kau karang itu." Suruh namgil.
"Bukan kah ini mendadak ahjussi?! Atau jangan jangan dia menyukai ku." Tebak giana membuat namgil mendelik.
__ADS_1
"Kau gila! Dia itu baik hati padamu bocah." Rutuk namgil.
"Aku hanya kaget saja, Kenapa malah aku yang jadi bermain film." Lirih giana.
"Ini kesempatan bagus untuk mu, Jika kau bisa latihan dalam seminggu ini. Maka kau akan resmi memain kan film itu." Ujar namgil.
"Bagai mana jika aku gagal?" Cemas giana.
"Tidak masalah, Yang penting kan kau sudah berusaha semampu nya." Nasihat namgil.
Mobil yang mengantar kan pun tiba di depan kedai ayam duaG, Giana turun dan mengucap kan terima kasih pada namgil.
"Malam sekali pulang nya gi." Tegur gayatri mendatangi putri nya.
"Ibu, Aku sedang bingung untuk mengungkap kan perasaan ku sekarang." Keluh giana.
"Ada apa nak?" Gayatri mengelus kepala giana.
Giana memberikan salinan cerita yang di tulis nya, Gayatri pun menerima nya dengan bingung. Hanya sekali lewat saja ia membaca nya.
"Tidak laku ya?" Tebak gayatri pelan.
"Haish bukan itu! Aku loh malah di suruh jadi bintang utama nya." Ujar giana.
"Hahahaha."
Mendengar ucapan putri nya yang tidak masuk akal, Gayatri pun tertawa kencang karena mengira jika giana cuma berhayal.
"ibu.."
"Bukan hayalan, Aku memang di suruh latihan sama produser manjung." Kekeh giana.
"Sungguh?!"
"Maka nya aku bingung, Mau di terima atau tidak." Keluh giana.
"Jika berat yang tidak usah nak, Nanti mereka malah kecewa jika hasil nya jelek." Nasihat gayatri.
Hembusan nafas giana terdengar berat, Di satu sisi giana ingin mencoba tantangan itu. Namun giana juga takut jika hasil nya sampai jelek.
"Sekarang istirahat saja dulu, Besok baru di pikir kan jika otak nya sudah jernih." Ujar gayatri.
"Baik lah."
Sampai kamar giana bukan nya berangkat untuk tidur, Ia sibuk mencari film yang ada adegan menangis.
"Mereka mengeluar kan air mata beneran." Ujar giana.
Tapi permasalahan giana bukan di menangis nya, Melain kan di percakapan mereka yang terdengar nyata dan luwes.
"Aku butuh teman untuk melakukan nya, Tidak bisa jika hanya dengan tembok sialan ini saja." Rutuk giana.
...****************...
__ADS_1
Pagi hari giana sudah mengayuh sepeda untuk mendatangi gedung tempat BTS tinggal, Terlihat pria gemuk berjalan masuk kedalam gedung.
"Ahjussi."
Pria itu menoleh cepat kearah giana, Gadis cantik ini sedikit berlari mendatangi nya kedalam gedung.
"Sekarang aku sudah jadi penulis scenario." Ujar giana tersenyum.
"Lalu?"
"Bukan kah aku jadi bisa bertemu dengan mereka jika sudah jadi orang penting?" Tanya giana polos.
"Mereka kini sedang latihan agar bisa hapal dengan cepat, Setengah jam lagi baru selesai." Beritahu bang sihyuk.
"Boleh kah aku menunggu nya di sini?" Tawar giana.
"Terserah kau saja."
Bang sihyuk pergi meninggal kan giana, Sudah tiga kali ini ia bertemu giana yang ingin sekali bertemu dengan BTS. Ia memberi nya izin karena tahu jika giana mulai berteman, Bukan sebagai sasaeng.
Terkantuk kantuk giana menunggu mereka latihan yang entah di mana, Hingga ia hampir tertidur.
"Hei."
"Kamjagiya!"
"Kau tertidur?" Tanya taehyung mengintip mata giana.
"Ooh oppa, Kenapa kau yang datang?" Tanya giana sedikit kecewa.
"Kau tidak senang karena aku yang menemui mu?" Tanya taehyung.
"Bukan begitu, Namun aku ingin seokjin oppa yang datang." Ujar giana.
"Jin hyung? Kenapa kau ingin bertemu dengan nya." Tanya taehyung heran.
"Taraaa."
Giana menunjukan tanda pengenal nya sebagai penulis, Mata V terbelalak tidak percaya.
"Waah! Kau hebat sekali." Puji V.
"Bahkan aku juga akan berlatih acting sekarang, Maka nya aku ingin latihan dengan seokjin oppa." Ucap giana.
"Kenapa jika dengan ku, Aku juga bisa kok." V menawar kan diri.
"Shiro!"
"Shiro? Kenapa kau tidak mau." Sengit V.
"Haish, Aku tidak akan bisa menangis jika latihan dengan mu." Jelas giana.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Wajah mu itu lucu sekali, Tidak mungkin bisa membuat wajah sedih." Ungkap giana.
V merasa tertantang dengan ucapan giana, Ia pun dalam sekejam merubah raut wajah nya menjadi garang. Lalu kemudian dengan wajah sedih juga.