Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps11


__ADS_3

lima tahun kemudian.


Berkat kerja keras nya yang tidak peduli siang dan malam, Kadang juga giana harus kehujanan dalam keadaan shuting.


Rumah mewah dan mobil sudah berhasil giana beli, Bayaran nya juga sudah mahal saat mendapat tawaran film.


Namun sikap giana semakin dewasa ini semakin dingin terhadap pria, Tidak ada sama sekali niat untuk jatuh cinta. Ia kadang hanya kagum jika mendapat lawan main yang tampan.


"Kau lihat kan semalam, Kami menang dan mendapat piala." V bercerita pada giana.


"Selamat atas kerja keras kalian, Tidak sia sia kalian berusaha." Puji giana.


"Kau juga menang baeksang arts awards?" Namjoon duduk di sebelah giana.


Giana tersenyum malu karena memang tadi malam ia berhasil menggondol penghargaan, Pengikut nya di instagram pun mulai naik dengan cepat.


"Yah, Aku melihat dia foto begini." Jungkook menirukan gaya giana.


"Waah kau sudah seperti gadis tiga puluh tahunan gaya mu, Padahal usia mu baru delapan belas tahun." Ucap suga sambil menyedot kopi.


"Itu pujian atau hinaan?" Tanya giana mulai kesal.


"Terserah mau di anggap apa." Suga menjawab cuek.


"Karena kita semua menang masing masing, Bagai mana jika buat pesta." Ajak jimin bersemangat.


"Aku setuju, Untuk meraya kan keberhasilan kita." V pun ikut bersemangat.


Awal nya mereka ragu untuk meminta izin pada pdnim, Namun giana juga ikut meminta izin. Jagan lupa kan jika giana sudah mulai menaruh saham di agensi ini.


"Kita akan memanggang perut babi malam ini." Sorak jungkook.


"Jangan yang itu, Giana tidak makan babi." Larang suga.


"Oh, Suga hyung benar." Angguk jungkook baru sadar.


"Kita akan makan daging sapi, Aku yang akaj membeli nya." Ujar giana.


Giana pun meminta manager nya untuk membeli daging sapi untuk di panggang, Tak lupa juga mereka membeli soju dan bir.


"Bagai mana rasa nya sekarang sudah terkenal?" Tanya V saat mereka duduk berdua.


"Tentu saja aku bahagia! Karena sekarang bisa memberi kan ibu ku tempat tinggal dan kendaraan yang layak." Jawab giana.


"Aku ingin bertemu ibu mu jika ada waktu." V berkata sambil tersenyum.


"Tidak usah! Nanti dia mengira kau adalah pacar ku." Cegah giana yang paham dengan sifat ibu nya.


"Apa kau sudah punya pacar?" V bertanya penasaran.


"Tidak ada, Aku tidak ingin berpacaran dengan siapa pun." Jawab giana tegas.

__ADS_1


V manggut manggut, Lima tahun lebih ia mengenal giana. Tentu saja sudah paham dengan kelakuan dan sifat giana yang hampir mirip dengan suga.


"Seperti apa tipe pria yang ingin kau nikahi?" Jhope ikut nimbrung.


"Haish jangan tanya kan itu padaku." Tolak giana malas membahas nya.


"Hei kami di sini adalah kakak mu, Jadi kami harus tahu pria seperti apa yang ingin kau pacari atau nikahi." Ucap jhope.


"Tidak ada! Aku tidak akan menikah sampai kapan pun." Jawab giana membuang muka.


"Wajar saja jika gadis seusia mu sudah jatuh cinta, Jangan malu begitu." jimin mulai mengejek giana.


"Hai pendek jangan mengejek ku." Salak giana.


Jimin menarik telinga giana karena sudah mengejek nya, Tinggi giana lebih rendah dari nya.


"Kau itu bandel sekali." Rutuk jimin.


"Aku bisa mencari uang sendiri sekarang, Untuk apa juga aku harus menikah." Ujar giana meminum soju.


"Nikahi saja pria kaya raya yang berprofesi idol." Suruh seokjin.


"Sungguh? Bagai mana jika dengan oppa saja." Tawar giana.


"Hei hei, Tidak ada adik melamar oppa nya sendiri." Seojin berkata sambil mendekat.


Mereka tertawa karena rap seokjin hampir keluar, Untung saja giana segera mengalih kan pembicaraan.


"Saenhil chungha habnida, Saenghil chungha hamnida."


Tiba tiba tehyung tadi yang sempat menghilang kini sudah kembali sambil membawa tart dan bernyanyi, Ini adalah bulan november dan tanggal kelahiran nya giana.


"Waah oppa!"


Bukan main senang nya giana karena mendapat kejutan istimewa dari ketujuh oppa nya, Bahkan giana sampai menangis dan jimin cepat memeluk nya.


"Aiissh kau malah beringus." Kesal jimin.


"Nama nya juga orang menangis." Ujar giana tanpa malu.


"Ayo tiup lilin nya gi." Suruh taehyung.


"Jangan lupa berdoa." Namjoon mengingat kan.


Giana berdoa dalam hati dan langsung meniup lilin, Lalu memotong tart untuk di bagi kan.


"Aku yang mendapat potongan pertama gi, Aku yang membawa kue nya." Pinta taehyung.


"Mana bisa begitu, Adik ku ini memang pintar." Seokjin senang karena ia yang mendapat pertama.


"Lalu suga oppa." Giana menyuapi suga yang malu malu kucheng.

__ADS_1


"Jadi yang paling kecil ternyata ada tidak enak nya ya." Keluh jungkook.


"Selamat ulang tahun giana, Semoga hidup mu akan selalu bahagia." Suga mengucap kan doa sembari memberikan kado nya.


"Aku sampai lupa." Ujar seokjin berlari masuk kamar nya.


"Yeaaah aku dapat kado." Girang giana bukan main.


"Untung saja dia tidak menangis lagi, Padahal dulu saat pertama dapat kado dia menangis tiga hari tiga malam." Cetus jimin.


Giana tertawa mendengar ucapan jimin yang benar ada nya, Saat mereka meraya kan ulang tahun giana yang keempat belas tahun dulu. Ia menangis haru dan tidak mau melepas kan kado kado nya.


Dalam hidup giana, Baru di usia yang empat belas tahun lah ia merasakan tiup lilin dan juga mendapat kan kado.


Padahal sejak kecil giana hanya bisa melihat kedua kakak nya yang meraya kan ulang tahun, Bahkan sepotong pun giana tidak di cicipi rasa kue nya karena tidak di boleh kan dengan indra.


"Hei kenapa termenung, Ayo suapi aku juga." Seru namjoon tidak sabar.


"Giana! Ini kado dari oppa." Ujar seokjin memberikan bungkusan kecil berwarna pink.


"Apa isi nya panci pink?" Gurau giana pada seokjin.


Seokjin ingin menjawab ucapan giana, Namun V sudah membekap mulut nya lebih dulu dengan kue.


"Happy best day giana alexander, Semoga kau selalu sehat dan murah senyum." Namjoon berkata dengan mulut penuh.


"Oppa juga memberi ku kado?" Giana berbinar senang.


"Hmmm."


Satu persatu giana menyuapi mereka, Dan berakhir di jungkook. Kini sudah ada tujuh kado yang giana dapat kan.


"Selamat ulang tahun giana, Maaf aku terlambat." Pdnim juga memberi kado untuk giana.


"Ahjussi, Gomawo."


"Aku akan lebih senang jika di panggil oppa." Ujar pdnim.


"Heish shiball."


"Yah! Kau mengumpat padaku." Seru pdnim.


"Susah sekali mengumpat dengan sopan." Keluh giana.


"Dasar anak nakal."


Pdnim menepuk nepuk lengan gianan sehingga gadis ini menjauh dari nya, Kini ia punya delapan kado di pangkuan nya.


"Buka lah sekarang." Suruh jimin ingin melihat isi kado giana.


"Baik lah."

__ADS_1


Giana membuka kado dari pdnim lebih dulu, Karena kotak kado nya yang sangat besar. Beda dari yang tujuh.


__ADS_2