
Di sebuah restoran besar, Liona duduk menunggu kedatangan musuh yang meminta nya untuk bertemu. Liona juga penasaran bagai mana sifat asli giana.
"Lama sekali dia datang! Apa kita di permain kan?!" Kesal liona.
"Apa sebaik nya kita pulang saja nona?" Tanya Jo bongson.
"Namun aku sangat penasaran ingin bertemu dengan dia." Ujar liona.
"Mari kita tunggu sampai lima belas menit lagi nona, Jika tidak datang juga lebih baik kita pulang." Usul bongson.
Liona berulang kali sudah meneguk wine, Namun kedatangan giana belum juga. Namun tak lama lima mobil memasuki kawasan restoran.
"Bukan kah itu mereka?" Tanya bongson menatap dari jendela kaca.
"Hhhmm! Dia masih sangat muda memang." Ujar liona.
Giana memasuki restoran menuju ruang privat, Tak lupa juga suga datang bersama nya. Padahal giana sudah menolak kehadiran suga. Namun pria ini sangat kekeh ingin ikut.
"Aku menerima telefon dulu, Kalian masuk lah." Pamit suga karena ponsel nya berdering.
"Minta anak buah mu menjaga dia lomon." Suruh giana.
"Kalian berdua lindungi tuan suga, Aku akan menemani nona masuk." Titah solomon.
Dua bodyguard mengawal suga yang mendapat panggilan, Kini giana hanya masuk dengan solomon saja. Sisa bodyguard menunggu di luar ruangan.
Liona menatap gadis angkuh yang baru saja masuk kedalam ruangan, Jujur saja liona iri melihat kecantikan nya. Niat untuk berteman pun pudar, Di samping karena giana sangat cantik. Giana juga tidak ada wajah ramah sedikit pun.
"Sengaja membuat ku menunggu?!" Liona bertanya sambil menatap mata biru giana.
"Banyak urusan, Bukan cuma kau saja yang ingin ku temui." Sahut giana.
__ADS_1
"Cih! Lagak mu boleh juga." Sinis liona.
Tapi giana sama sekali tidak peduli, Tujuan nya datang adalah mengurus permasalahn hotel yang liona bakar.
"Katakan kenapa kau membakar hotel ku? Sedang aku sama sekali tidak mengenal mu?!" Tanya giana.
"Tentu saja karena aku ingin." Sahut liona tersenyum.
Braakk.
Giana menggebrak meja mendengar jawaban liona, Darah nya langsung mendidih seolah liona bisa seenak nya mengambil sikap.
"Maka aku juga bisa membunuh mu saat ini, Namun aku lebih ingin menyiksa mu saja!" Smrik menakut kan keluar dari bibir giana.
"Jangan berlagak kau bocah! Kau baru saja memasuki dunia ini." Cemoh liona.
Ceklek.
"Yonggi?!"
Liona kaget melihat suga yang datang, Reflek dia langsung mendekat memegang lengan suga.
"Ada apa kau datang kesini? Aku sedang ada urusan." Ujar liona mengira suga datang menemui nya.
"Lepas kan dia!" Giana menarik tangan suga yang di pegang liona.
"Yah! Dia milik ku." Liona tidak mau kalah.
Giana maju satu langkah mendekati liona yang mengatakan suga adalah milik nya, Jika di lihat memang mereka seolah sudah mengenal satu sama lain.
"Dia datang untuk menemani aku, Bukan menemui mu!" Tegas giana.
__ADS_1
"Yonggi! Benar kah yang dia bilang?" Liona bertanya pada suga.
"Hmmm."
Terkejut liona karena suga malah mengiya kan ucapan giana, Dia terduduk kembali di kursi nya.
"Duduk lah kalian." Ujar liona pelan.
Giana melirik suga yang duduk dekat dengan liona, Meski sama sekali suga tidak menatap wanita itu.
"Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan mu, Akhir nya ketemu sekarang." Liona berkata ramah pada suga.
"Tuan jacob dan aku saling kenal, Jadi berhenti lah bermusuhan dengan nya." Pinta suga.
"Baik lah, Aku tidak akan mengusik mereka lagi." Liona menuruti ucapan suga.
Tinggal giana yang masih berdiri kesal karena merasa di acuh kan, Sementara suga dan liona mulai ngobrol santai.
"Ayo makan lah, Kita punya selera yang sama." Liona menyuap kan makanan pada suga.
"Eemm tida..
Belum sempat suga menyelesai kan ucapan nya, Liona sudah memasukan makanan kedalam mulut suga.
"Pesan kopi untuk yonggi." Suruh liona pada bodyguard.
Mata giana membulat karena liona juga tahu bahwa suga sangat menyukai kopi, Ekspresi itu di ketahui oleh liona.
"Tidak usah kaget ya, Aku adalah mantan kekasih nya. Jadi aku tahu semua tentang yonggi." Ucap liona tersenyum.
Giana seolah merasa di ejek oleh liona lewat senyuman itu, Tangan nya terkepal erat menahan rasa kesal nya.
__ADS_1