
V menatap giana dengan pandangan dalam nya, Sebaik apa pun giana menyembunyi kan luka nya. Namun masih bisa terlihat oleh orang terdekat nya.
"Sesakit apa jiwa mu giana?" V mengelus bibir giana dengan ibu jari nya.
"Ya sakit! Jiwa ku sudah terlalu hancur oleh rasa sakit yang ia toreh kan dengan begitu mudah nya. Tidak akan pernah aku lupa kan hari hari yang aku lewati dengan tangan gemetar hingga detik ini." Desis giana berubah murung.
V mengelus lembut rambut giana yang panjang, Tidak tega rasa nya melihat gadis nya terluka hingga trauma.
"Menutup diri dari semua pria yang mendekati aku, Berbahagia lah dia yang telah membuat ku seperti ini." Ucap giana.
"Apa menurut mu aku juga akan sama?" V bertanya serius.
"Kau tahu jawaban ku."
Giana turun dari pangkuan taenyung dan berjalan masuk kamar, Namun taehyung juga mengejar nya kedalam.
"Aku mencintai mu giana." V meraih tangan giana.
"Aku juga mencintai mu." Balas giana.
"Tidak! Kau bisa dengan mudah mengatakan cinta kepada siapa pun." Ujar V.
Senyum giana terlihat getir walau pun manis, Tidak bisa di pungkiri jika mata gadis ini menyimpan banyak luka.
Luka yang di peroleh dari ayah nya sendiri, Bahkan kini ia tidak ingin menikah atau pun menjalin hubungan.
"Aku mencintai mu giana." Taehyung mendesak giana hingga jatuh keranjang nya.
"Oppa, Jangan seperti ini." Giana berusaha menolah taehyung.
Namun V tidak mendengar kan ucapan giana, Malah ia menciumi bibir giana hingga turun keleher.
"Aakhhh!"
Giana menggerang ketika taehyung membuat tanda di sana, Merah kebiruan terlihat jelas di leher giana yang putih bersih.
"Buat kan aku juga, Maka aku akan pergi." V berkata sambil menindih giana.
"Haish, Tidak mau aku." Tolak giana malu.
"Maka aku akan tetap seperti ini, Dan membuat lebih banyak." Ancam V.
"Eeggh!"
Bertambah satu lagi tanda cinta yang giana dapat, Taehyung alias V tidak main main dengan ucapan nya.
"Berikan aku sekarang." Bisik V dengan suara berat nya.
"Aku besok ada jadwal!" Teriak giana meraba bekas kiss mark nya.
"Lakukan untuk ku atau aku akan menambah nya." Ancam V lagi.
__ADS_1
Tidak ingin jika sampai jadi macan tutul, Giana pun melakukan apa yang taehyung minta. Taehyung memejam kan mata menikmati nya.
"Aakhh."
"Sudah! Awas sekarang." Giana mendorong taehyung turun.
"Sebenar nya kurang warna ini." Gumam V melihat tanda tersebut.
"Kurang apa lagi, Sudah sana pulang lah." Suruh giana.
V tahu jika giana lelah dan ingin istirahat, Awal nya ia datang hanya ingin ngobrol santai. Namun malah mendapat kan sesuatu yang luar biasa.
*****
Sebelum shuting giana mendatangi gedung BTS terlebih dahulu, Sudah lama juga ia tidak datang menemui mereka.
"Ooh giana."
"Oppa sedang apa?" Giana mendekat kearah jhope.
"Aku harus berlatih keras untuk konser." Sahut jhope.
"Aku membuat nasi goreng kimchi untuk mu." Giana menyodor kan kotak makanan.
"Waah kau memang adik ku yang terbaik." Puji jhope girang.
"Hanya untuk nya? Untuk ku mana." Tiba tiba suga datang.
Memang tadi ia sempat membuat kan masakan untuk ketujuh oppa nya, Mereka semua mendapat kan bagian.
"Kapan datang giana?" Sapa jungkook mengalung kan tangan nya keleher giana.
"Hais oppa! Kau merusak rambut ku saja." Rutuk giana.
"Biar kau tambah jelek." Seru jungkook semakin menghambur kan rambut giana.
"Mereka selalu bertengkar jika bertemu." Ujar namjoon geleng geleng kepala.
V masuk keruang latihan dengan wajah segar nya, Senyum V terkembang melihat kedatangan giana.
"Kau juga membawa kan susu pisang untuk ku." Girang jungkook.
"Aku baik padamu maka kau harus memanggil ku nuuna." Suruh giana.
"Nuuna?! Aku sudah lahir saja kau belum di buat." Ujar jungkook.
"Nikahi saja kami jika ingin menjadi nuuna." Gurau jimin tertawa.
"Bagus ide mu oppa, Aku akan menikahi seokjin oppa." Giana mendekati seokjin.
"Hais aku tidak mau punya istri yang galak dan dingin seperti ku." Tolak seokjin mendorong giana.
__ADS_1
Mereka tertawa melihat giana yang cemberut karena mendapat penolakan dari oppa tertua, V sejak tadi tersenyum sembari melihat kearah leher giana.
Tentu saja itu mengundang perhatian dari suga, Mata nya yang jeli pun ikut menatap leher giana yang tertutup shal.
"Yah! Kenapa kau terus menatap nya?" Suga mendekati v.
"Kenapa? Yang lain juga menatap nya hyung." Sahut taehyung.
"Kau pikir aku tidak tahu." Suga berkata dingin.
Taehyung ingin menjawab ucapan suga lagi, Namun terhenti ketika giana mendapat panggilan dan wajah nya berubah tegang.
"Apa yang kau bicarakan ahjussi?!" Giana bertanya pada bodyguard yang mengawal ibu nya di indonesia.
Wajah giana menegang dan tangan nya juga gemetar, Yang lain mendengar kan dengan perasaan yang was was.
"Tidak! Itu tidak mungkin, Kau jangan membohongi aku." Giana mulai berteriak.
"Maaf kan saya nona, Namun saya tidak berbohong." Sahut bodyguard.
"Itu tidak mungkin ahjussi, Tidak ada alasan bagi ibu ku untuk bunuh diri." Teriak giana sejadi jadi nya.
Seokjin cepat mengambil ponsel giana untuk bicara pada bodyguard tersebut, Namun pernyataan nya tetap sama.
"Tidak mungkin, Pasti ini cuma gurauan kan oppa?!" Giana menjerit pucat.
"Apa yang mereka katakan hyung?!" Namjoon juga panik.
"Ibu giana mereka temukan sudah tergeletak dengan mulut berbusa! Pihak rumah sakit mengatakan jika kemungkinan ibu bunuh diri." Jelas seokjin pelan.
"Tidak, Tidak, Tidak! Tidak ibuuuu..."
"Aaakhhh, Aaahh ibu.."
Tidak ada yang berani menyentuh giana yang meraung raung dalam tangis nya, Dunia giana seakan runtuh mendengar jika kini sang ibu telah meninggal.
Dan meninggal nya juga karena bunuh diri, Hati giana menolak percaya jika sang ibu bunuh diri. Jika iman ibu nya memang setipis kulit bawang, Mungkin saja sudah dari dulu ia melakukan bunuh diri.
"Giana, Bernafas giana. Ayo bernafas yang baik." Suga meraih giana kedalam pelukan nya.
"Oppa! Katakan ini tidak benar, Ibu ku tidak boleh mati." Teriak giana pilu.
"Gianaaa! Sadar lah giana." Suga berteriak ketika giana hilang kesadaran.
Tidak bisa menerima jika sang ibu telah pergi meninggal kan nya, Giana pingsan dalam pelukan suga. Langsung suga mengangkat nya dan merebah kan giana kesofa.
"Astaga giana, Kasihan sekali kau." Jhope menangis memegang tangan giana.
"Belum tentu benar juga kan hyung?" Jungkook bertanya pada seokjin.
"Benar, Mereka tidak mungkin berbohong. Saat ini ibu giana sudah terbang menuju korea bersama dengan dua kakak giana." Jelas seokjin juga menangis.
__ADS_1