Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps17


__ADS_3

Pukul tiga subuh giana baru selesai dengan pekerjaan nya, Ia juga sempat menghadiri acara. Di lanjut kan dengan shuting di gereja.


"Aakhh lelah nya aku." Keluh giana yang bekerja sangat keras.


"Lelah mu akan di bayar dengan hasil, Tetap semangat giana." Seohyuk memberi dukungan.


"Aku mau pulang sekarang eonie." Ujar giana ingin merebah kan diri.


"Baik lah, Kita juga sudah tidak punya kegiatan sampai besok pukul delapan." Jawab seohyuk.


"Apa setelah itu aku ada jadwal lagi?!" Kaget giana.


"Tentu saja iya! Kita besok shuting nya di gedung kosong xxx." Seohyuk mengatur semua kegiatan.


Giana berjalan lesu keluar dari gereja, Kini ia bisa langsung pulang dan istirahat. Seohyuk memberikan nya americano dingin favorit giana.


"Minum lah dulu agar fres." Seohyuk juga menyedot milik nya.


Giana meminum tanpa ada perasaan yang salah, Cuaca dingin sama sekali tidak membuat giana hilang semangat.


"Suga oppa!"


"Sudah selesai pekerjaan mu?" Suga menghampiri giana.


"Hmm, Baru mau pulang." Angguk giana bisa tersenyum lebar sekarang.


"Ayo aku antar." Ajak suga.


"Apa oppa tidak lelah? Bukan kah kalian tadi tampil dua lagu." Giana khawatir dengan suga yang bahu nya tidak sehat.


Suga melambai kan tangan pertanda jika ia akan baik baik saja, Ia sudah duduk di belakang kemudi.


"Hueeekk!"


Tiba tiba giana memuntah kan isi perut nya, Yang membuat seohyuk menjerit adalah muntah giana berwarna merah.


"Hueeek! Aakhh sakit sekali dada ku." Keluh giana berpegangan tangan seohyuk.


"Ada apa dengan mu giana?!" Suga loncat dari mobil.


"Darah? Benar kah ini darah?!" Seohyuk gemetar ketakutan.


Tanpa banyak kata suga langsung menggotong giana masuk mobil menuju rumah sakit, Solomon tanjap gas karena panik dan juga takut.


"Sabar lah giana, Kau pasti kuat." Suga memangku giana.


"Kenapa bisa begini, Apa yang terjadi giana." Seohyuk menangis.


"Bisa kah kau berhenti menangis, Berisik sekali." Sentak suga.


Seohyuk seketika terdiam karena takut dengan bentakan pria ini, Sementara giana hampir kehilangan kesadaran nya.

__ADS_1


"Dada ku panas oppa." Keluh giana mulai terlihat pucat.


"Apa yang dia makan tadi?" Tanya suga menatap seohyuk.


"Barusan hanya minum americano dingin tuan." Jawab seohyuk.


"Tolong simpan sisa yang di gelas nya, Aku harus memeriksa itu nanti." Solomon angkat bicara.


"Baik."


Seohyuk menyimpan gelas americano bekas giana dengan aman, Kini mereka pun tiba di rumah sakit.


Suga menggendong giana seorang diri mencari dokter, Setelah itu baru lah giana di tangani dengan cepat.


"Kenapa lama sekali." Suga cemas di luar ruangan.


"Apa giana keracunan?!" Tanya seohyuk tiba tiba.


"Jika dia keracuna maka pasti kau pelaku nya! Karena kau yang memberikan minuman itu." Solomon menuduh seohyuk.


"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin melakukan nya." Elak seohyuk ketakutan.


"Yah, Yah! Jangan menuduh sembarangan. Coba lah untuk di selidiki dulu." Suga menengahi mereka.


Hampir satu jam lama nya dokter berusaha menyelamat kan giana, Ia pun keluar dengan beberapa suster.


"Siapa wali nona giana?" Tanya dokter kim.


"Racun yang terminum oleh nona giana sangat ganas, Untung nya kalian cepat membawa dia kesini. Untuk beberap hari kedepan, Nona giana tidak bisa bicara." Jelas dokter kim.


Suga mundur selangkah mendengar pernyataan dari dokter, Adik nya baru saja lolos dari maut.


"Tidak mungkin! Aku tidak ada memasukan apa pun kedalam minuman nya." Jerit seohyuk ketakutan.


Solomon menangkap seohyuk dan membawa nya pergi, Tapi suga menghadang langkah nya dengan cepat.


"Dari mana kau mendapat kan americano itu?" Tanya suga menatap seohyuk.


"Aku membeli nya saat berangkat tadi, Lalu aku meletak kan nya di meja." Jelas seohyuk.


"Apa ada CCTV di sana?" Tanya solomon.


"Seingat ku ada!" Seohyuk gemetaran.


"Jika terbukti kau yang melakukan nya, Maka nyawa mu akan habis!" Ancam solomon tegas.


Solomon pergi untuk menyelidiki siapa dalang di balik keracunan nya giana, Sementara suga mengajak seohyuk masuk untuk menemani giana.


"Entah kenapa aku percaya padamu." Lirih suga.


"Terima kasih tuan, Aku sungguh tidak melakukan nya! Aku bersama giana sudah bertahun tahun, Tidak mungkin aku menghianati dia." Ucap seohyuk.

__ADS_1


Suga mengangguk dan kembali duduk di samping giana, Wajah pucat giana sangat membuat suga sedih.


"Kau hebat giana, Pasti nanti kau akan sembuh kembali. Tidak peduli sebera keras nya hidup mu, Namun kau masih bisa tersenyum." Suga memegang tangan giana.


Tanpa sadar air mata nya jatuh karena kasihan melihat adik nya, Baru saja giana akan bahagia dengan hidup nya. Namun sudah ada orang yang berniat jahat pada nya.


*****


Rombongan besar jacob datang memenuhi rumah sakit, Bodyguard turun tangan mengurus biaya untuk menyewa semua kamar yang di lantai dua tempat giana di rawat.


"Dasar bodoh kau! Tidak bisa menjaga cucuku." Jacob menampar solomon.


Solomon hanya diam menerima kemarahan tuan nya, Karena ini memang salah nya tidak bisa menjaga sang nona.


"Sampai kapan putriku tidak bisa bicara dokter?" Tanya gayatri menangis.


"Sekitar satu sampai dua hari nyonya, Pita suara nya sedikit terganggu oleh racun tersebut." jelas dokter.


"Jadi dia di racuni hanya karena ingin merusak pita suara nya?!" Tanya jacob menatap dokter tajam.


"Tidak tuan! Pelaku ingin membunuh nona giana." Jawab dokter.


Tangan jacob terkepal erat karena sangking marah nya, Ia bersumpah akan menghabisi nyawa pelaku dengan brutal.


"Mau minum air sayang?" Tawar gayatri pada giana.


Hanya anggukan yang giana lakukan, Telaten gayatri meminum kan air dengan sedotan agar tidak tumpah.


"Tuan! Dari rekaman CCTV ada seorang pria yang menaruh sesuatu dalam gelas nona giana." Solomon baru saja mendapat kan rekaman.


"Biar ku lihat." Pinta jacob.


Solomon memberikan ipad nya kepada jacob, Namun jacob tidak bisa mengenali nya karena orang itu memakai topi dan masker.


"Boleh saya lihat tuan?" Pinta seohyuk.


Jacob menyerah kan pada seohyuk, Meski orang itu memakai topi dan masker. Namun seohyuk masih bisa mengenali orang tersebut.


"Menurut ku dia adalah ha joon, Apa kau sependapat dengan ku giana?" Tanya seohyuk menunjukan rekaman.


Giana menggeleng karena tidak ingin salah tuduh, Lagi pula ia tidak seberapa paham dengan postur tubuh ha joon.


"Selidiki orang itu, Aku ingin segera tuntas." Perintah jacob.


"Baik tuan." Solomon pergi meninggal kan rumah sakit.


Gayatri mengelus elus kepala anak nya yang baru saja selamat dari kematian, Tidak bisa gayatri bayang kan jika giana sampai meninggal kan.


"Selamat pagi." Sapa manager BTS yang datang.


"Pagi." Balas jacob dingin.

__ADS_1


Tujuh orang pemuda masuk kedalam ruangan giana, Ternyata suga memberi tahu yang lain tentang keadaan giana.


__ADS_2