Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps33


__ADS_3

Di karena giana yang tidak akan sanggup untuk menghadapi ayah nya, Jacob pun turun tangan untuk mengatasi nya.


Sejujur nya giana sangat ingin jika indra sadar dan bisa tulus menyayangi nya, Namun jacob tidak ingin memberi kan indra kesempatan sekali saja.


"Katakan sejujur nya apa yang telah kau lakukan pada putriku!" Geram jacob.


"Aku tidak tahu tuan! Gayatri memang sungguh meminum racun." Jawab indra.


Jacob menatap giana yang ikut duduk menyaksikan, Sejak tadi gadis ini hanya diam menatap lurus pada indra.


"Keluar lah sayang, Biar kakek saja yang mengurus nya." Suruh jacob karena takut jika giana tidak tega.


"Lakukan saja kek." Sahut giana tidak ingin pergi.


Hanya dengan kode mata saja, Solomon tahu apa yang harus ia lakukan. Sayatan pisau mengukir indah di paha indra yang keriput.


"Suuhtt, Itu bukan rasa sakit nya." Jacon menempel kan tangan nya pada luka indra.


"Aarrrrkhhh."


Bukan main sakit yang indra rasakan, Luka itu terkena air garam dari tangan jacob. Perih dan panas indra rasakan.


Tidak berhenti sampai di situ saja, Solomon kembali menggores paha indra yang satu lagi. Jacob pun cepat menyentuh nya dengan tangan yang usai tercelup air garam.


"Aku akan bicara!!"


Akhir nya indra menyerah karena tidak kuat dengan siksaan ini, Apa lagi di tangan seorang bodyguard sudah ada lemon yang teriris indah.


"Katakan sekarang, Sebelum aku potong leher mu." Ancam jacob.


"Ak.... Aku yang meminum kan racun pada gayatri." Indra mengakui perbuatan nya.


"Kenapa kau lakukan itu?!"


"Aku tahu jika sekarang dia telah hidup enak, Namun gayatri tidak mau ketika aku mengajak nya kembali bersama! Padahal kami belum bercerai secara sah." Ungkap indra.


"Lalu?"


Jacob menahan emosi hingga tangan nya terkepal erat dan buku buku jari nya memutih, Sementara giana masih mendengar kan ucapan ayah nya.


"Dia menolak dan mengatai aku pria yang tidak tahu diri, Lalu gayatri juga mengancam akan mengadu kan aku padamu! Aku tidak punya pilihan lain selain membunuh nya saja." Ujar indra.


"Dan kau giana, Ibu mu menjerit jerit panas sambil memegangi dada nya! Wanita sialan itu muntah dengan cairan yang berwarna hijau karena racun rumput itu." Indra berkata sambil tertawa.


Langsung giana berdiri menjambak rambut indra yang memutih, Marah dan benci nya tidak bisa ia bendung lagi.

__ADS_1


"Ambil kan aku racun yang sama lomon." Titah giana.


"Kau manusia paling tidak sadar diri." Geram jacob mengeluar kan pisau lipat.


"Jangan langsung bunuh kek! Aku ingin dia mati sama seperti ibu." Cegah giana.


"Tidak! Aku tidak mau." Indra ketakutan ketika tahu niat giana.


Membayang kan gayatri yang menjerit jerit kesakitan, Indra tidak berani jika ia sampai mengalami hal yang sama.


"Kenapa?! Kau takut binatang!" Geram giana.


"Tembak saja atau cekik aku, Aku tidak ingin mati seperti itu." Jerit indra.


Solomon datang dengan membawa satu gelas racun yang berwarna biru kehijauan, Warna yang sama dengan gayatri minum.


"Tidak! Ku mohon jangan." Teriak indra.


"Bagus, Lakukan sama seperti ibu ku saat menghiba pada mu." Sinis giana.


"Ampuni ayah giana, Kau bunuh saja dengan cara lain." Teriak indra mencoba melarikan diri.


Karena indra yang tidak mau membuka mulut nya, Solomon menginjak leher nya dan giana cepat meminum kan racun mematikan itu kedalam mulut ayah nya.


"Berikan aku garam!" Teriak indra mencoba memuntah kan racun itu.


Namun detik kemudian indra mulai merasakan panas seperti organ dalam nya terbakar, Sakit dan panas bercampur menjadi satu.


"Selamat kan aku giana! Tolong lah ayah mu ini giana." Indra memegang kaki putri yang selalu ia siksa.


"Kenapa baru sekarang kau tahu jika aku adalah putrimu?" Giana menatap indra yang di bawah nya.


"Maaf kan ayah giana, Tolong selamat kan ayah." Indra mencoba menghiba pada giana.


Tapi hati giana telah mati walau di coba untuk di lembut kan, Rasa sakit dan marah nya tidak bisa untuk di tawar lagi.


...****************...


Seokjin mendatangi rumah giana dengan santai, Ia mendengar kabar jika giana sedang tidak baik baik saja. Berharap ia bisa sedikit menghibur adik cantik nya.


"Gianaaa."


"Oppa, Ada apa kemari?" Giana kaget karena jin datang.


"Tidak ada, Hanya ingin main saja." Sahut seokjin tersenyum.

__ADS_1


Giana yang sedang di pakai kan kuku oleh seohyuk pun melambai kan tangan, Seokjin mendekat dan duduk di samping giana.


"Mau aku pakai kan?" Tawar seokjin.


"Keluar lah, Aku ingin ngobrol dengan nya." Suruh giana pada seohyuk.


Seokjin duduk di hadapan giana dengan telaten membersih kan kuku adik nya, Padahal biasa nya giana tidak pernah memakai kuku palsu begini.


"Karena aku tidak ingin senyum ku saja yang palsu." Giana berkata tanpa bertanya.


"Cih, Kau ini." Seokjin tertawa canggung.


Mata giana yang tampak sembab, Seokjin tahu jika giana akan terus menangis karena rindu pada ibu nya dan menyalah kan nasib.


"Giana."


"Hmmm."


"Sesekali berbangga lah pada dirimu sendiri, Tidak semua orang bisa melewati hidup seperti yang kau lalui." Nasihat seokjin.


"Apa aku harus bangga? Apa yang yang ku bangga kan oppa?!" Giana bergetar.


"Namun aku bangga padamu yang kuat dan tangguh, Kau masih muda namun sudah bisa melewati rintangan hidup." Ujar seokjin.


Tidak ada sahutan dari giana, Ia hanya menunduk sambil menetes kan air mata. Giana merasa semua perjuangan nya sia sia.


"Aku ingin berhenti dari dunia entertaiment." Ujar giana.


"Lakukan saja apa yang membuat mu bahagia." Seokjin selalu mendukung keputusan adik nya.


"Untuk apa juga aku harus bekerja keras oppa, Tidak ada yang aku carikan uang lagi." Lirih giana.


"Namun itu kan bisa menghibur mu jika bermain film, Bertemu banyak orang dan bisa sedikit mencuri ketampanan mereka." Goda seokjin.


Giana tersenyum mendengar ucapan seokjin, Kakak tertua ini jika memberi nasihat maka akan di selingi oleh canda dan tawa.


"Apa suga bertengkar dengan mu?" Tanya seokjin mengalih kan topik.


"Tidak juga, Kenapa memang nya?"


"Saat pulang dia tidak bicara pada satu pun di antara kami, Terlebih pada taehyung. Entah apa yang telah terjadi pada mereka berdua." Seokjin tidak tahu akar masalah nya.


Giana mulai merasa bersalah lagi, Ia tidak ingin jika suga dan taehyung sampai ribut hanya karena diri nya.


Mungkin lebih baik jika ia menjauh saja dari kedua orang itu, Dengan begitu suga dan V tidak akan bersaing lagi untuk mendapat kan nya.

__ADS_1


__ADS_2