Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps15


__ADS_3

Namjoon dan giana terpana melihat mansion jacob yang sangat lah besar dan mewah, Entah butuh beberap jam untuk mengelilingi nya hingga tuntas.


"Besar sekali." Kagum kim namjoon.


"Tidak ku sangka kalau ibu punya orang tua sekaya ini." Gumam giana terpana.


"Kau tidak ingin tinggal di sini gi?" Tanya namjoon.


"Tidak! Aku lebih suka sendirian." Sahut giana.


Bodyguard jacob mengantar kan mereka berdua untuk menemui gayatri, Tentu nya mereka melakukan pemeriksaan lebih dulu. Jika ada membawa senjata.


"Tuan dan nyonya gayatri ada di sana nona." Bodyguard mengantar kan sampai batas ruang keluarga.


"Terima kasih." Ujar namjoon.


Di ruang keluarga sana giana bisa melihat sang ibu tengah berguarau dengan jacob, Mungkin untuk melepas kan rasa rindu mereka.


"Apa aku harus menunggu seusia ibu dulu baru punya ayah." Lirih giana.


"Jangan sedih dong, Kita kan mau bertemu ibu." Bujuk namjoon.


"Ini lah yang aku malas kan, Aku selalu iri melihat siapa pun jika bersama ayah nya." Kesal giana.


Namjoon mengusap kepala giana agar bisa tenang, Di gandeng nya tangan gadis ini menuju gayatri dan jacob.


"Selamat malam ibu." Sapa namjoon membungkuk.


"Giana!"


Gayatri yang melihat kedatangan anak nya pun girang bukan main, Langsung giana di peluk nya erat.


"Ibu sangat rindu pada mu nak, Berulang kali ibu datang kerumah. Namun kau selalu tidak ada." Ujar gayatri.


"Aku juga rindu ibu." Giana balas memeluk ibu nya.


Jacob tersenyum melihat kedatangan cucu nya, Apa lagi sang cucu membawa pria yang tampan.


"Beri salam kakek mu." Suruh gayatri.


Giana menyalami jacob, Jacob mencium pipi cucu nya. Sungguh giana sangat canggung walau hanya perlakuan kecil begini.


Sejak kecil ia di besar kan dengan rasa canggung kasih sayang, Sehingga giana terasa sangat asing jika di berikan rasa cinta.


"Duduk lah nak." Suruh gayatri pada kim namjoon.


"Terima kasih bu."


"Apa dia kekasih mu giana?" Tanya jacob membuat giana mendelik kaget.


"Tidak! Dia teman sekaligus kakak untuk ku." Jawab giana.

__ADS_1


"Sungguh? Kau menganggap giana adik mu." Tanya jacob pada namjoon.


Namjoon mengangguk sembari tersenyum, Kaget juga dia karena tiba tiba jacob menanyakan hal tersebut.


"Tinggal lah bersama ibu dan kakek di sini nak, Ibu jadi lebih tenang." Pinta gayatri.


"Aku tidak bisa bu, Lebih baik aku sendirian saja." Tolak giana.


"Kenapa kau suka sendirian? Akan lebih bagus jika kau tinggal bersama kami, Ibu mu juga jadi tidak khawatir." Ujar jacob.


"Aku ingin fokus menulis cerita jika sendirian, Lagi pula aku tidak suka keramaian." Jelas giana.


Gayatri yang sangat mengenal sifat putri nya pun tidak bisa memaksa nya, Ia takut jika giana malah mengamuk.


"Seohyuk tinggal bersama mu kan?" Tanya gayatri.


"Tentu saja tidak! Dia punya rumah sendiri kok bu." Ujar giana.


"Jadi kau sungguh sendirian? Apa lebih baik ibu pulang saja." Tawar gayatri.


"Heish jangan begitu, Aku sudah tua begini masa mau kau tinggal kan." Protes jacob.


Gayatri lah yang bingung untuk menentukan pilihan, Sama sama berat untuk memutus kan tinggal di mana.


"Ibu tinggal saja di sini, Lagi pula aku juga punya bodyguard yang menjaga. Dan ada namjoon oppa yang sering datang." Ujar giana tidak ingin ibu nya bimbang.


"Kau menginap di rumah cucuku?!" Kaget jacob.


"Tidak kek! Aku pulang kok." Bantah namjoon cepat.


"Mana bisa begitu! Kau itu seorang gadis." Seru jacob.


"Astaga, Cerewet sekali." Rutuk giana pelan.


Gayatri menepuk lengan putri nya pelan karena sudah mengatai kakek nya, Giana pun hanya merengut masam.


...****************...


Tadi malam giana tidur di mansion jacob, Ternyata kamar nya pun sudah di siap kan. Namjoon pulang di antar oleh sopir nya giana.


"Bagai mana perjalanan karir mu?" Tanya jacob saat sarapan pagi.


"Tentu nya lebih mulus dari hidup ku." Jawab giana mengunyah roti.


"Lebih baik kau berhenti saja main film, Lebih baik mengurus hotel milik kakek." Suruh jacob.


"Tidak mau!" Tolak giana langsung.


"Apa enak nya sih main film? Kau bahkan shuting tidak mengenal waktu." Ujar jacob.


"Tentu saja enak! Jika dapat lawan main yang ganteng terus ada adegan kiss nya, Aku kan jadi bahagia." Jawab giana.

__ADS_1


Tak.


Sendok kecil menjitak kening giana, Gayatri lah yang menjitak putri nya karena sembarangan saat berucap.


"Astaga anak mu mesum sekali nak." Jacob berkata lirih.


"Umur mu baru delapan belas giana." Ujar gayatri.


"Jalan sembilan belas ibu, Sekarang tahun dua ribu sembilan belas." Protes giana.


"Nanti masih lama sembilan belas nya." Kesal gayatri.


Giana tidak menjawab ucapan ibu nya yang benar demikian, Masih nanti bulan sebelas usia nya genap sembilan belas tahun.


"Ibu bangga dong harus nya sama aku, Baru delapan belas saja aku sudah bisa beli rumah dan juga mobil bagus." Rutuk giana.


"Ohh pasti, Ibu memang sangat bangga pada mu." Gayatri mengelus kepala anak nya.


"Hotel haerin milik kakek akan di serah kan untuk mu, Jika kau bisa mengelola nya maka kakek akan memberikan yang lain." Ujar jacob serius.


Mata giana membulat mendengar akan di beri hotel, Jiwa matre nya meronta ronta ingin tahu seberapa bagus hotel tersebut.


"Aku tidak pernah dengar nama hotel itu kek." Heran giana.


"Tentu saja tidak pernah, Hotel itu sudah mau tutup." Jawab jacob.


"Yah! Lalu kenapa di berikan padaku?" Protes giana.


"Maka nya kakek ingin lihat, Apa kau bisa membangkit kan nya lagi." Sahut jacob.


"Jika kau ada waktu senggang, Coba lah untuk melihat nya." suruh gayatri.


Giana mulai berpikir untuk menerima atau tidak, Namun ini adalah kesempatan bagus untuk menguji kepintaran nya.


"Sekarang aku sedang tidak ada jadwal, Lebih baik sekarang saja aku kesana." Ujar giana bersemangat.


"Nanti demian akan mengantar kan mu." Ucap jacob.


"Haish dia sudah tua, Aku ingin yang lain untuk mengantar ku." Ujar giana.


"Mulut mu giana!" Gayatri memperingati anak nya.


"Yang tadi saja ya kek! Dia yang mengantar ku kesana." Pinta giana memasang wajah memelas.


"Terserah kau saja lah." Putus jacob.


Giana malas jika demian yang mengatar nya pergi kesana, Akan lebih baik jika bodyguard yang pertama saja tadi.


"Aku pergi sekarang." Pamit giana mencium pipi ibu nya.


"Nanti pulang lagi kesini ya." Ujar jacob. Merasa ramai jika ada giana.

__ADS_1


"Belum tahu kek, Siapa tahu ada kerjaan." Jawab giana.


Kedua orang tua ini menatap langkah giana yang semakin menjauh, Tatapan bangga dari gayatri karena anak nya bisa sukses.


__ADS_2