Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps12


__ADS_3

Film giana sukses besar wajah pun mulai bermunculan di mana mana, Meski ada juga yang tidak menyukai nya karena wajah giana yang terlihat sombong dan jutek.


"Ibu diam saja di rumah, Tidak usah buka kedai lagi." Bujuk giana entah yang sudah keberapa kali.


"Ibu kan juka tidak ada pekerjaan gia, Biar lah tetap buka." Ujar gayatri.


"Lihat lah ibu yang semakin lemah sekarang." Giana memegang tangan ibu nya yang mulai keriput.


"Hei jangan meremeh kan ibu, Masih banyak tenaga ibu ini." Seru gayatri.


Akhir nya giana pun tidak membujuk ibu nya lagi, Karena gayatri pun sebenar nya hanya mengawasi sekarang. Sudah ada lima pekerja di restoran nya.


Walau pun kedai juga tetap masih di buka, Menurut gayatri kedai itu adalah awal keberuntungan mereka.


"Giana."


"Apa? Aku lelah ingin tidur." Seru giana ketika seohyuk mendatangi nya.


"Ada orang ingin menemui mu, Dia pengusaha besar." Beritahu seohyuk.


"Lalu? Aku tidak ingin menikahi nya." Ucap giana.


"Yah! Produser manjung menyuruh mu untuk menemui nya, Orang itu punya pengaruh yang sangat besar gi." Seohyuk menarik giana bangun.


"Ck ada saja." Keluh giana membenar kan rambut nya.


"Biar ku sisir dulu." Seohyuk dengan telaten mengurus giana.


"Hhmm cantik sekali aku, Bagai mana jika aku mewarnai rambut?" Tanya giana.


"Mau warna apa?" Tanya seohyuk pula.


"Hijau di bagian bawah nya saja." Sahut giana.


"Terserah saja, Namun ayo kita temui orang itu sekarang." Paksa seohyuk.


Giana berdandan rapi atas suruhan dari manjung, Jantung nya berdegup kencang karena takut. Baru kali pertama bagi giana untuk menemui orang penting seperti ini.


"Masuk lah." Suruh seohyuk.


"Eonni tidak ikut masuk?!" Tanya giana cemas.


"Ada manjung oppa di dalam." Bisik seohyuk.


Mendengar pemilik agensi ada di dalam, Giana bisa bernafas sedikit lega. Setidak nya ada orang yang ia kenal.


"Selamat siang." Sapa giana berusaha tersenyum ramah.

__ADS_1


Manjung memberi kan tanda agar giana tersenyum lebih lebar lagi, Giana pun menampak kan barisan gigi putih nya.


"Ini adalah tuan jacob alexander, Mereka adalah pemilik saham di agensi kita juga." Jelas manjung mengenal kan.


"Senang mengenal anda tuan." Giana membungkuk hormat.


"Nama mu giana alexander itu asli atau hanya nama panggung?" Tanya jacob langsung.


Giana yang kebingungan pun menoleh kepada manjung, Tiba tiba saja pria tua ini menanyakan nama asli nya.


Jacob sudah terlihat sangat tua, Mungkin saja usia nya sudah mencapai delapan puluh tahun. Namun tubuh nya masih terlihat gagah dan kokoh.


"Alexander nama ibu ku tuan, Karena itu nama dari ayah atau kakek ku." Jelas giana.


"Lalu ayah mu?" Tanya jacob.


Perubahan wajah giana sangat terlihat jelas jika ada yang menanya kan tentang ayah nya, Jacob bisa menangkap raut tidak senang di wajah gadis ini.


"Bukan maksud tuan kami lancang nona, Namun tuan jacob ingin tahu semua tentang mu. Wajah nona sangat mirip dengan putri nya yang hilang puluhan tahun lalu." Jelas demian sang asisten.


"Tapi tentu saja aku bukan putri nya, Usia ku saja baru delapan belas tahun." Sahut giana.


"Maka aku ingin tahu tentang ibu mu." Ujar jacob.


"Bagai mana jika datang saja kerumah giana untuk bertemu dengan ibu nya." Tawar manjung.


Manjung mencubit tangan giana agar tidak bersikap gegabah dan salah ucap, Jacob bisa saja menghancur kan agensi dan juga karir giana yang mulai menanjak.


"Bagai mana jika di cafe saja, Aku akan mengajak tuan jacob kesana. Dan nona ajak lah ibu mu." Saran demian.


"Baik, Aku akan pergi sekarang." Sahut giana setuju.


Jacob dan demian beserta lima bodyguard nya meninggal kan gedung agensi manjung, Kini hanya giana yang mulai resah.


"Kau ini kenapa sih?!" Tinggal bawa saja mereka kerumah mu." Rutuk manjung menepuk pundak giana.


"Sakit oppa, Bagai mana jika aku tidak bisa mengahasil kan uang untuk mu lagi." Kesal giana.


"Jangan banyak protes, Ayo segera jemput ibu mu." Desak manjung.


"Hais kenapa pula kita harus menuruti dia, Biar kan saja lah." Ternyata giana tidak berniat ingij menemui nya.


Shibal saekia!!"


Manjung mengumpat umpat sambil mengejar giana, Untung saja ia sangat menyayangi giana.


"Ayo lah kita temui dia, Aku mohon pada mu hmm." Desak manjung.

__ADS_1


"Aku tidak suka pada nya." Kesal giana.


"Kau pikir kau bisa lari jika sekarang tidak menemui nya?! Dia itu orang besar giana, Tidak akan sulit untuk mencari rumah mu." Jelas manjung.


"Shibbaall kenapa aku harus berurusan dengan nya." Teriak giana sangat kesal.


Setelah bujuk rayu manjung keluar kan, Akhir nya kini mereka sudah di mobil menuju cafe yang demian maksud kan.


Dengan menggunakan topi dan masker, Giana masuk kedalam dan di iringi oleh empat bodyguard.


"Sebelah sini." Manjung menggandeng tangan giana.


"Ada paparazi di kira nya kita pacaran." Giana manarik tangan nya.


Manjung tertawa kecil karena sikap giana yang sangat jutek ini, Bahkan jika tersenyum hanya terlihat seperti joker.


"Silah kan." Demian menyambut mereka di ruang VIP.


"Selamat datang." Sambut jacob menatap ibu giana.


Pria tua ini berdiri ketika melihat gayatri yang sudah tua juga, Mata gayatri bertemu dengan mata jacob yang berwarna sama.


Jika di sanding kan dengan giana juga, Maka mereka bertiga sama warna mata nya yang kebiruan.


"Duduk lah bu." Ajak manjung menarik kursi.


"Terima kasih." Ujar gayatri pelan.


Jacob masih menatap gayatri tidak putus sejak tadi, Bahkan salam gayatri pun tidak di hirau kan nya.


"Apa kah kau punya foto mu saat muda atau kecil?" Tanya jacob tidak mengindah kan giana dan manjung.


"Tidak ada tuan, semua nya hilang." Jawab gayatri sopan.


"Berikan padaku demian." Pinta jasson pasa asisten nya.


Demian sigap mengeluar kan lembaran foto seorang gadis kecil, Sekitar umur sebelas hingga dua belas tahun.


"Bukan kah ini dirimu? Ingat tidak." Tanya jacob.


"Bagai mana tuan bisa punya fotoku?!" Kaget gayatri menatap diri nya.


"Itu foto putriku." Jawab jacob.


"Aah maaf kan saya, Maaf karena lancang mengira jika itu adalah saya." Gayatri merasa tidak enak.


"Putriku bernama gayatri alexander, Dia hilang karena di buang oleh ibu tiri nya sendiri. Hingga sampai sekarang aku tidak bisa menemukan nya, Dia hilang ketika berusia dua belas tahun." Jelas jacob.

__ADS_1


Gayatri termenung tidak percaya, Orang tua angkat yang menemukan gayatri memang berterus terang kalau ia bukan putri nya. Sehingga gayatri tahu.


__ADS_2