Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps26


__ADS_3

⭐⭐ Hanya haluan ya guys⭐⭐


Gayatri memutus kan untuk menginap semalam di sini, Tak lupa ia menyuruh bodyguard memberi kabar pada putri bungsu nya.


"Benar kah? Jadi ibu anak orang kaya." Kaget wina.


"Dia ayah kandung ibu, Bahkan ibu juga tidak menyangka." Gumam gayatri.


"Aku ingin ikut ibu kesana." Wina ingin melihat korea.


"Dasar kau tidak tahu malu! Habis kau di bantai giana." Rutuk asih.


"Tidak mungkin dia begitu, Sebagai artis dia pasti akan sangat menjaga imej nya." Sangkal wina.


"Kau tidak baca berita! Dia bahkan tidak segan memukul wartawan dan lihat lah wajah dia yang sangat tidak ramah itu." Ucap asih menunjukan wajah adik nya.


"Dia begitu karena masa kecil nya sangat menderita! Lagi pula giana tidak langsung senang saat tiba di korea." Gayatri berucap sambil menatap kedua anak nya.


Wina dan asih menunduk malu, Teringat bagai mana dulu mereka sering menyakiti giana. Kadang juga memfitnah giana pada indra, Sehingga ayah mereka pun menghajar anak bungsu nya tanpa ampun.


"Lepas kan aku! Ini rumah ku kenapa aku tidak boleh masuk." Indra membentak bodyguard yang menahan langkah nya.


"Itu suara ayah bu, Apa tidak masalah jika ibu bertemu dengan nya?" Asih khawatir jika gayatri takut.


"Tidak! Ada mereka yang akan menjaga ibu." Sahut gayatri yakin.


Bodyguard melepas kan indra yang akan masuk setelah mendapat perintah dari gayatri, Bukan main indra kaget nya melihat sang istri yang telah lama hilang dan kini sudah kembali. Penampilan yang sangat berbeda.


"Gayatri...


"Aku datang untuk melihat keadaan anak ku." Gayatri berkata tegas.


Indra ingin menghambur memeluk istri nya, Namun bodyguard sigap menahan nya menjolak dada indra.


"Hei aku ini suami nya." Bentak indra marah.


"Dia tidak akan mengerti ucapan mu! Kau juga bukan suami ku lagi." Tegas gayatri.


"Aku suami mu gayatri, Kita belum berpisah." Ujar indra lembut.


"Maka aku akan mengurus semua perpisahan kita." Sahut gayatri.


Indra menatap gayatri yang sekarang tidak ada rasa takut dalam mata nya, Ia bisa menyimpul kan jika sang istri memang telah berubah.


"Bisa kah kita bicara berdua, Agar semua nya tuntas." Pinta indra.


"Tidak perlu ayah, Bicara kan saja di sini lagi pula kami sudah dewasa untuk memahami nya." Ujar asih.

__ADS_1


"Untuk yang terakhir kali nya gayatri, Kita harus bicara." Pinta indra memelas.


Gayatri menerima ajakan indra untuk bicara berdua, Lagi pula bodyguard selalu setia mendampingi nya.


"Mau kemana nyonya?" Tanya bodyguard dalam bahasa korea.


"Tunggu aku di sini, Ada yang harus ku selesai kan dengan nya." Ucap gayatri.


"Aku akan ikut dengan anda nyonya." Kekeh bodyguard.


"Kalian berjaga saja di pintu belakang sana, Akan lebih mudah mendengar suara ku." Suruh gayatri.


Bodyguard mengangguk dan langsung berpencar mencari posisi masing masing, Gayatri masuk kedalam mengikuti langkah indra.


"Ibu pintar sekali berbahasa korea." Kagum asih.


"Mungkin benar sekarang ibu jadi ratu, Dan giana menjadi putri." Lirih wina.


"Nasib tidak ada yang tahu, Dulu giana begitu susah hidup nya." Ujar asih mengingat perjuangan giana.


Pernah sekali indra menyuruh giana mengupas kacang kulit untuk di jadikan bibit, Giana yang patuh pun mengupas nya sendirian. Namun wina dan asih yang jahat malah menyuruh giana meminjam ember tempat bude lasmi.


Giana pun terpaksa pergi dari pekerjaan yang indra suruh, Ia menyebrang jalan menuju rumah bude lasmi.


"Ayah!! Giana mau pergi main, Dia tidak mau mengupas kacang." Teriak wina memanggil indra.


"Lihat lah dia ayah, Dia pergi kesana." Asih juga berteriak keras.


"Kembali kau anak sialan!" Indra menyeret giana kasar.


"Aduuuh sakit ayah... Mereka yang menyuruh ku meminjam ember." Giana berkat jujur.


Plaak.


"Berani berani nya kau berbohong pada ku setan, Dasar anak kurang ajar." Indra menampar giana.


Wina dan asih tertawa girang karena bisa mengerjai adik nya, Sementara giana terus indra seret dan tanpa perasaan ia melempar kan tubuh putri nya kedalam parit.


Byuur.


"Dasar tidak tahu diri, Numpang makan di rumah ku kau! Di suruh mengupas kacang pun tidak mau kau sialan." Kesal indra.


Giana menangis dan tidak menjawab ucapan ayah nya, Tidak akan ada beda nya walau ia menjelas kan. Karena indra tidak akan percaya pada ucapan nya.


...****************...


Lelah giana baru saja pulang, Apa lagi genre film yang ia bintangi action. Lawan main nya eunwoo.

__ADS_1


"Giana."


"Oh oppa! Kapan datang?" Giana kaget melihat V datang kerumah nya.


"Baru saja aku datang." Jawab V tersenyum kotak.


"Aku lelah sekali beberapa hari ini." Keluh giana.


"Lelah mu akan di bayar tunai." Ucap V duduk di samping giana.


V meraih kepala giana dan meletak kan di pangkuan nya, Giana tersenyum mendapat perlakuan baik dari pria ini. Namun ia sama sekali tidak mencintai nya.


"Ibu ku pulang menemui anak nya yang lain." Ujar giana.


"Nama nya juga ibu gi, Pasti rindu lah sama anak nya." Ujar V mengelus kepala giana.


"Oppa, Aku nyaman jika bersama mu seperti ini." Ujar giana pelan.


"Benarkah?"


V mendekat kan wajah nya kewajah cantik giana, Bahkan hidung mereka sudah beradu lembut.


"Bagai mana dengan yang lain." Bisik V dengan suara nya yang sedalam lautan.


"Haiish kau membuat mu merinding dengan suara mu." Giana tertawa.


Giana terdiam ketika V menyentuh bibir merah nya, Tampak dari mata nya jika V ingin mencium nya.


"Apa perasaan mu ketika ada adegan kiss dengan pria?" Tanya V.


"Senang lah! Dapat gratisan." Gurau giana tertawa.


Cup.


V mencium bibir giana yang sejak tadi menantang nya, Giana juga tidak memberi reaksi menolak. Biasa nya lelaki yang akan menjadi buaya, Namun sekarang buaya nya adalah wanita.


Tangan V meremas lengan giana untuk menyalur kan perasaan, Giana pun mengalung kan tangan nya di leher V.


"Apa kau juga senang?" Tanya V ketika ciuman mereka terlepas.


Giana tidak bisa menjawab pertanyaan V, Entah kenapa hati nya berdesir tidak karuan. Berbeda jika ia sedang shuting.


Cup.


Kali ini giana yang bangkit dan duduk di pangkuan V, Ciuman yang semula lembut berubah menjadi sedikit panas.


Tangan V mengosok punggung giana masuk kedalam kaos nya, Suara kecap memenuhi ruangan ini.

__ADS_1


"Hah, Hah."


Terengah engah nafas V ketika ciuman mereka berakhir, Giana mengusap bibir V dengan jari nya agar bekas lipstik menghilang. Suara nafas V membuat giana merinding.


__ADS_2