Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps14


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Tahun sudah berganti dengan cepat, Kini giana hanya sendirian di rumah nya yang sangat besar ini. Gayatri pergi untuk tinggal bersama jacob.


Sebenar nya gayatri memaksa giana untuk ikut serta bersama nya, Namun giana menolah dengan berbagai alasan yang bisa di terima.


Giana tidak sanggup jika harus tinggal bersama ibu dan juga jacob, Tidak akan kuat diri nya menyaksikan jacob yang amat mencintai putri nya.


"Semoga ibu bahagia, Biar lah aku sendirian seperti ini." Desah giana saat malam tiba mengunjungi nya.


Di usia nya yang baru akan menginjak sembilan belas tahun, Giana sudah kecanduan alkohol dan juga rokok.


Dua benda yang setiap malam menemani kesepian giana jika sedang tidak ada kegiatan, Walau kadang kala suga dan yang lain nya juga datang.


"Ada pertemuan dengan yang lain giana." Beritahu seohyuk pelan.


"Kapan?"


"Sebaik nya kau mandi sekarang agar bau rokok mu hilang." Nasihat seohyuk.


Giana tidak menjawab atau pun membantah, Ia pergi masuk kamar untuk membersih kan diri nya.


Seohyuk menatap gelas giana yang berisi wine, Ia merasa sedih melihat giana yang seperti ini. Jika di luar rumah giana tidak pernah menujukan kesedihan nya, Ia menapak kan sebagai wanita yang kuat.


Kini giana sudah memasuki gedung agensi nya dengan menggunakan mantel coklat dan kaca mata hitam, Dingin nya suasana seolah mendukung sikap dingin nya giana pula.


"Kita akan menggarap projek baru untuk mu." Beritahu manjung.


"Mana cerita nya?" Giana meminta scenario yang akan di baca nya.


Manjung memberikan pada giana, Genre anction yang akan ia main kan. Giana mulai tertarik ketika membaca nya.


"Siapa lawan main nya?" Tanya giana penasaran.


"Actor baru dan masih muda, Ku harap kau bisa membantu nya juga." Jelas manjung.


"Baik lah, Yang mana dia." Giana penasaran dengan lawan main nya.


"Belum datang dia, Tidak bertemu dulu juga tidak masalah. Lagi pula nanti dia akan mati, Kau akan menjadi peran tunggal." Jelas manjung.


"Bagai mana menurut mu jika di ganti ibu atau adik nya ini, Aku tidak ingin membalas dendam untuk kematian ayah." Pinta giana.


"Haish kau ini ada saja! Mana bisa begitu." Rutuk manjung.


"Lagi pula itu hanya cerita, Kenapa kau juga harus benci ayah dalam cerita." Ucap namgil.


"Hhmm."

__ADS_1


Park hajoon yang menulis scenario kali ini, Sejak tadi ia melirik giana yang sangat cantik namun juga dingin.


Saat orang mulai sibuk masing masing, Ha joon mendekati giana dan duduk di sebelah nya.


"Kau sungguh ingin jika cerita nya di ganti?" Tanya park ha joon.


"Jika bisa, Namun tidak masalah lah." Sahut giana.


"Aku akan mengubah nya untuk mu, Nanti biar ku bicara kan pada manjung." Ucap ha joon semakin mepet.


"Tidak usah, Aku ingin mencoba hal baru." Tolak giana.


Ha joon mengendus bau rambut giana diam diam, Dengan begitu saja jiwa kelaki lakian nya pun bangkit karena gadis muda yang sangat cantik ini.


"Tidak akan sulit bagi ku untuk mengubah nya, Aku bersedia kok." Bisik ha joon menyentuh paha giana.


"Heiish shiball saekiya!"


Braak, Buak buak.


Giana yang berlatik tekwondo pun tidak sulit untuk membanting ha joon kelantai, Bahkan giana juga meninju nya berulang kali.


"Giana!"


Namjoon yang tadi datang kerumah giana langsung kesini karena rumah giana sepi, Namun kini ia malah menyaksikan adik nya menghajar laki laki.


"Lepas kan aku, Bajingan itu harus mati." Teriak giana meronta ronta dalam dekapan namjoon.


"Sadar lah giana! Kau bisa terkena masalah." Namjoon memegang erat adik nya.


Manjung dan lain nya pun mendekat untuk membantu ha joon berdiri, Wajah ha joon babak belur dan sudut bibir nya terluka.


"Ada apa dengan kalian hah?!" Bentak manjung emosi.


"Dia marah padaku karena aku tidak ingin mengubah cerita tentang ayah itu." Kilah ha joon.


"Apa apaan sih kau giana?!" Kesal manjung.


"Oppa! Kau percaya pada bualan nya?" Teriak giana.


"Tentu saja! Kau tadi ada meminta itu juga kan." Sahut manjung.


Ha joon tertawa dalam diam nya karena bisa membalik kan fakta, Giana yang sudah tenang pun meminta namjoon untuk melepas kan nya.


"Periksa CCTV dan aku punya rekaman suara." Giana memberikan ponsel nya kepada manjung.


Yang lain memeriksa CCTV untuk mengecek kebenaran, Manjung yang mendengar kan rekaman itu pun mendelik marah.

__ADS_1


"Tunggu! Kau harus melihat CCTV nya juga." Cegah giana.


"Tidak perlu ku lihat, Sudah pasti bajingan ini menyantuh mu." Kesal manjung mendekati ha joon yang ketakutan.


"Kau urus lah dia, Aku ingin pulang. Lanjut kan saja besok metting nya." Ujar giana mengambil tas.


Namjoon mengajak giana untuk pulang kerumah saja, Tak lupa juga seohyuk pun ikut serta.


"Ingin makan apa oppa?" Tanya giana kembalu tersenyum.


"Tidak usah, Aku sudah kenyang." Tolak namjoon duduk di sofa.


Giana juga duduk dekat namjoon, Setidak nya jika begini ia punya teman untuk ngobrol bersama.


"Kau masih susah tidur jika malam?" Tanya namjoon.


"Hmm, Tidak masalah lah jika begadang." Sahut giana merebah kan kepala nya dalam pangkuan namjoon.


Namjoon mengelus kepala giana dengan penuh kasih sayang, Walau pun bukan saudara. Namun namjoon sangat menyayangi giana yang di kenal nya sejak umur empat belas tahun.


"Apa ibu mu tidak pernah pulang?" Tanya namjoon pelan.


"Kemarin pulang, Namun aku sedang ada shuting iklan." Jawab giana.


"Jadi tidak pernah bertemu semenjak dia ikut kakek mu?" Tanya namjoon sedikit kaget.


Giana menggeleng bersamaan dengan air mata nya yang jatuh, Jujur giana sangat rindu dengan ibu nya. Gayatri pun datang beberapa kali kesini, Namun selalu gagal untuk bertemu.


"Aku merindukan nya oppa." Adu giana terisak isak.


"Kenapa tidak datang saja kerumah kakek mu, Kan jadi lebih mudah untuk bertemu." Nasihat namjoon.


"Entah lah, Sangat berat rasa nya untuk datang kesana." Jawab giana.


"Ayo kita pergi kesana, Sekalian jalan jalan." Ajak namjoon.


"Oppa tidak ada kegiatan?" Tanya giana memastikan.


Namjoon menggeleng sembari tersenyum, Mereka pun pergi keluar sambil bergandengan tangan masuk mobil.


"Kemana kita nona?" Tanya sopir giana.


"Ahjussi tau rumah nya jacob alexander?" Giana bertanya pada sopir.


Sopir mengangguk dan langsung menuju rumah jacob, Berdebar debar jantung giana karena bahagia akan bertemu ibu nya.


Sudah dua bulan ia tidak bertemu dengan wanita yang amat giana sayangi, Rasa nya seakan mau meledak rasa rindu dalam dada nya.

__ADS_1


__ADS_2