
Suga diam menunduk ketika di introgasi oleh jacob saat baru saja bangun, Giana pun belum sepenuh nya sadar.
"Lomon aku ingin soda." Pinta giana pada solomon.
"Minum air putih dulu gi, Jangan langsung soda." Cegah suga.
"Sama air putih sekalian tolong ambil kan mon." Teriak giana.
Lirikan mata jacob seolah bisa menguliti mereka berdua, Giana terlihat santai saja seolah tidak ada beban.
"Jelas kan sekarang kepada ku kenapa kau bisa tidur bersama giana?!" Jacob menatap suga tajam.
"Kenapa masih perlu di jelas kan, Bukan kah kakek sudah melihat nya." Sahut suga.
"Hei bocah, Aku sedang marah karena kau tidur dengan cucu ku." Gertak jacob.
"Sudah lah kakek, Kami hanya tidur saja kau permasalah kan." Rutuk giana.
Jacob berdiri dan menjitak kening giana, Tentu saja gadis ini mengaduh kesakitan. Suga cepat mengosok kening giana.
"Ada apa ini?" Gayatri yang baru datang langsung bertanya.
"Hhmm mumpung ada ibu mu juga, Aku ingin bertanya hal yang serius." Ujar jacob.
"Apa yang terjadi ayah?" Bingung gayatri.
Jacon mendekati putri nya yang tampak kebingungan, Karena gayatri masih belum paham apa yang terjadi.
"Kau sudah melihat semua kan wajah nya bocah tujuh itu?!" Tanya jacob.
"Maksud nya anggota BTS kan, Dia kan salah satu nya." Tunjuk gayatri pada suga.
"Hhm bagus berarti kau sudah mengenal nya, Menurut mu siapa yang paling cocok untuk jadi menantu?" Jacob bertanya sambil tersenyum.
"Kakek! Apa sih yang kakek pikir kan." Kesal giana.
"Tidak masalah." Suga memegang tangan giana agar diam saja.
Gayatri mengingat semua nama dan wajah pria yang dekat dengan putri nya, Namun ia ingat satu yang sangat menarik perhatian nya.
"Park jimin, Aku menyukai anak polos itu." Gayatri berkata lembut.
"Namun jimin tidak sepolos kelihatan nya ibu." Ralat giana.
"Yang mana lagi jimin itu, Aku tidak tahu." Keluh jacob.
"Nama nya juga kakek sudah tua, Ngapain juga milih mereka." Kesal giana.
"Kakek ingin kau segera dapat calon, Agar ada yang menemani dan menyayangi mu." Ujar jacob.
__ADS_1
"Tanpa menikah pun mereka juga menyayangi aku, Bukan kah aku jadi dapat kasih sayang berlipat." Jawab giana.
"Heeiish bocah ini selalu membuat ku geram." Jacob ingin menjitak lagi namun di halangi tangan suga.
"Sudah lah kek, Lebih baik kakek menanyakan omset hotel ku yang sekarang sedang naik." Bangga giana.
"Itu tidak penting, Hei kau kau cepat siapa yang kau anggap sebagai pria." Suruh jacob tidak sabar.
"Aku menganggap mereka semua pria lah." Bingung giana.
"Maksud kakek kau menganggap kami sebagai pria yang di cintai sebagai kekasih giana, Bukan sebagai oppa." Suga menjelas kan.
Giana melirik suga yang ada di sebelah nya, Jacob menangkap lirikan cucu nya yang tampak berbeda.
"Yah! Bisa bisa kau memilih kutub utara ini giana." Seru jacob tidak percaya.
"Apa? Kapan aku bicara begitu." Giana kebingungan.
Suga tersenyum sambil menunduk, Hati nya sangat senang mendengar giana memilih nya walau pun tanpa ucapan.
"Aku sebenar nya sangat menyukai namjoon, Dia sangat pintar." Jacob membayang kan namjoon jika jadi cucu menantu nya.
"Dewa penghancur itu? Waah dua hari aku jadi istri nya pasti lah patah patah semua tulang ku." Giana menggeleng pelan.
Suga tertawa mendengar ucapan giana yang mengatai namjoon, Untuk melepas kan diri dari suasana ini. Giana berpura pura banyak kerjaan dan menarik suga pergi.
"Bocah itu hanya alasan saja." Geram jacob ketika di tinggal kan.
"Hidup mu pasti berat saat bersama pria itu ya nak, Maaf kan ayah yang tidak bisa cepat menemukan mu." Sesal jacob.
"Aku sungguh minta tolong pada ayah agar jangan membahas pernikahaan pada giana, Biar lah dia menikmati hidup nya." Ucap gayatri.
"Baik lah, Ayah sungguh minta maaf kalau begitu." Sahut jacob.
...****************...
Kini suga dan giana berada di dalam mobil, Mereka tidak ada pekerjaan hari ini. Sebenar nya giana punya, Namun ia memilih mengundur agar bisa jalan jalan bersama suga.
"Apa kau senang?" Suga mengajak giana kepantai.
"Kita berenang kesana." Ajak giana ingin bermain air.
"Lain kali saja, Aku ingin duduk menikmati angin." Tolak suga.
"Aku saja yang pergi ya, Oppa tunggu lah di sini." Usul giana.
Suga menggeleng pertanda tidak memberi nya izin, Ia menepuk pasir di sebelah nya menyuruh giana duduk.
"Apa kakek ku menyeram kan? Maaf oppa membuat mu tidak nyaman." Ujar giana pelan.
__ADS_1
"Lebih seram ayah ku, Akan terasa jika itu bersama mu." Sahut suga.
Giana membuang muka dulu untuk tersenyum, Malu jika langsung tersenyum di depan suga.
"Siapa?"
"Namjoon oppa, Kenapa dia menelfon ku." Heran giana mengangkat panggilan.
"Hallo giana."
"Oppa, Ada apa?" Sahut giana.
"Nanti malam ada acara, Datang lah ketempat kami." Beritahu namjoon.
"Baik lah, Aku akan datang."
"Hmm, Kau sedang apa?" Namjoon ingin memperpajang pembicaraan.
"Sedang di pantai bersama suga oppa." Sahut giana.
"Oke baik lah, Semoga hari mu menyenang kan." Namjoon mengahiri telepon nya ketika tahu giana sedang bersama suga.
Giana memasukan kembali ponsel nya kedalam tas, Suga menatap giana dengan pandangan yang dalam.
"Kau belum menjawab pertanya kakek mu tadi." Suga membahas pertanyaan jacob.
"Peryanyaan yang mana?" Giana lupa.
"Siapa yang kau cintai sebagai pria di antara kami bertujuh." Suga mengulangi pertanyaan jacob.
Giana terdiam karena malu untuk menjawab nya, Apa lagi mereka sekarang hanya berdua saja.
"Tolong jangan marah dengan jawaban ku." Pinta giana waspada.
"Pernah kah aku marah padamu?" Suga bertanya pelan.
"Tidak! Aku mulai mencintai nya sebagai pria belum lama ini, Hati ku bergetar setiap kali dekat dengan nya. Bahkan saat shuting adegan kis pun aku tidak berdebar begitu." Ucap giana.
Suga menoleh kepada giana yang menunduk, Hati suga pun berdebar debar karena sangat ingin tahu siapa yang giana pilih.
"Ehehei kau membuat ku sangat penasaran." Suga menepuk lengan giana.
Tawa pria ini begitu mengundang perhatian giana, Sangat jarang pria ini tertawa lepas karena dia sangat dingin.
"Yonggi oppa, Aku malah masuk kedalam sekte yonggi marry me! Sekian banyak saingan yang aku miliki." Giana berkata serius.
"Kau bercanda?"
"Tidak! Aku jatuh cinta karena perhatian mu, Terlihat tidak peduli. Namun nyata nya kau sangat memperdulikan aku." Ucap giana.
__ADS_1
Mata mereka bertemu satu sama lain, Ada rasa takut di hati giana karena memilih si kutub utra ini.