Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps25


__ADS_3

Meski berat untuk melepas kan ibu nya pergi sendirian menemui kedua kakak nya, Giana terpaksa merelakan gayatri pulang ketanah air.


Di samping karena ia malas jika harus bertemu ayah serta kedua saudara nya, Giana punya jadwal shuting yang padat.


Gayatri tidak bisa menunggu giana hari libur untuk pulang, Bagai mana pun juga ia adalah ibu bagi wina dan asih yang telah ia tinggal kan bertahun tahun.


"Jaga ibu ku, Jangan tinggal kan barang sekejap pun." Giana memberi pesan kepada bodyguard yang mengawal gayatri.


"Baik nona."


"Ibu jangan lama lama ya di sana, Pokok nya harus cepat pulang." Ujar giana.


"Nanti kalau rindu ibu sama dua kakak mu sudah hilang, Maka ibu akan segera pulang." Janji gayatri.


"Aku tidak mau di tinggal terlalu lama." Giana berkata sambil merengut.


Gayatri memeluk putri bungsu nya yang sangat berat melepas kan ia pergi, Namun gayatri juga ingin menemui anak nya yang lain.


"Ibu pergi ya, Kamu jangan terlalu capek kerja nya." Pamit gayatri.


"Hati hati ya bu, Jangan menelfon ku jika di sana! Aku malas mendengar kan suara mereka." Ujar giana.


"Iya sayang, Ibu pergi dulu."


Giana menatap ibu nya yang naik privat jet milik jacob, Jacob juga sebenar nya tidak ingin gayatri pergi. Namun rasa rindu ibu tidak bisa di cegah lagi.


Lokasi shuting.


Rasa cemas nya di tinggal ibu membuat giana tidak ramah kepada siapa pun, Untung semua kru atau pun lawan main nya sudah paham. Jadi mereka tidak terlalu memikir kan nya.


"Mau coffe giana?" Tawar eunwoo lawan main giana.


"Tidak mau." Tolak giana melamun jauh.


"Nanti ibu mu akan segera pulang, Jangan terlalu di pikir kan." Hibur eunwoo.


"Dia pergi sendirian, Haish aku jadi menyesal tidak ikut." keluh giana.


"Ada bodyguard yang menjaga nya, Berpikir saja yang positif." Eunwoo tersenyum.


Giana membuang muka melihat senyum pria di samping nya, Sangat tampan hingga membuat mata nya silau.


"Yah, Kenapa membuang muka seperti itu." Eunwoo memegang pundak giana.


"Jantung ku bisa meledak jika melihat senyum mu terlalu lama." Sahut giana membuat senyum eunwoo semakin lebar.


"Benarkah, Mari kita ledak kan saja." Gurau eunwoo.

__ADS_1


Mereka berdua tertawa bersama, Jika orang tersebut bisa mengambil hati nya. Maka sikap giana akan baik dan hangat, Berbeda jika orang tersebut bersikap semena mena.


"Setelah selesai shuting ada acara kemana gi?" Tanya eunwoo.


"Tidak ada, Paling aku ingin mengunjungi mereka." Sahut giana.


Eunwoo paham siapa yang giana maksud mereka, Tentu nya adalah ketujuh oppa nya yang terkenal itu.


"Boleh aku ikut?" Tawar eunwoo.


"Waah, Akan ada berita besar jika tertangkap jalan berdua." Giana tertawa.


"Aku tidak akan terganggu kalau ada berita seperti itu, Siapa tahu kita bisa jalan berdua memang." Sahut eunwoo.


Asik ngobrol hingga tiba waktu mereka untuk memulai adegan lagi, Drama mereka akan di tayang kan sebentar lagi.


"Aku akan mendukung cuple ini." Ujar seohyuk tersenyum girang.


"Namun kata nya kau mendukung cuple giana dan changwook?" Manjung melirik asisten giana.


"Ganti lah sekarang, Mereka terlihat serasi sekali." Ujar seohyuk.


Manjung hanya diam karena dia tahu giana tidak akan terpengaruh dengan pria mana pun, Jelas jelas pria yang mencintai nya saja ia tolak.


...****************...


Bayangan nya dulu saat baru akan pergi kembali menyelimuti mata nya, Kini ia kembali dengan kondisi yang berbeda. Dari segi penampilan hingga kendaraan yang di bawa.


"Mobil siapa itu yang datang, Kok bagus sekali." Heran bude lasmi menatap mobil yang memasuki pekarangan rumah indra.


Banyak warga yang melihat kedatangan mobil mewah ini, Apa lagi seorang wanita turun di buka kan pintu oleh bodyguard nya.


"Assalamualaikum."


Bodyguard mengetuk pintu rumah indra ketika gayatri mengucap kan salam, Kebetulan asih yang ada di sana pun membuka kan pintu.


"Cari siapa ya mas?" Tanya asih menatap para bodyguard.


Sial nya bodyguard tersebut tidak ada yang bisa berbahasa indonesia, Gayatri maju kedepan agar bisa di lihat oleh anak nya.


"Asih..


"Ibu?! Benerkah ini ibu?" Asih gemetar tidak percaya.


"Iya nak."


Asih menghambur memeluk ibu nya yang telah pergi bertahun tahun, Rasa rindu di hati mereka pun pecah bersama dengan tangisan.

__ADS_1


"Huhuhu, Ibu kemana saja selama ini." Asih terisak isak dalam pelukan gayatri.


"Maaf kan ibu yang meninggal kan mu tanpa kabar, Ibu yakin kau bahagia dengan suami mu." Ucap gayatri.


"Aku memang bahagia dengan nya bu, Tapi aku juga rindu pada mu walau sudah punya suami." Ujar asih.


Wina yang mendengar suara berisik pun keluar untuk melihat, Kaget ia melihat ada lima orang pria memakai jas dan juga kaca mata hitam.


"Ada siapa asih?" Tanya wina pelan sambil melangkah mendekat.


"Ibu kak, Ibu datang menemui kita." Teriak asih senang.


"Bernarkah?!"


Mematung wina melihat ibu nya yang terlihat sangat cantik kini berdiri di hadapan nya, Air mata nya menetes tanpa permisi.


"Ibu?!"


"Iya wina, Ini ibu." Gayatri tersenyum lembut.


Anak sulung gayatri menghambur kepada nya, Asih pun kembali memeluk sang ibu dan menangis karena terharu.


Para tetangga banyak yang melihat adegan ini, Tapi mereka tidak berani mendekat karena takut melihat bodyguard yang bukan main seram nya.


"Ibu pergi kekorea? Sungguh ini adalah giana." Wina bertanya ketika sudah masuk kedalam.


"Iya nak, Adik mu beruntung bisa menjadi artis besar." Bangga gayatri.


"Waah dia sangat cantik sekali, Bisa kah kita menelfon nya untuk video call." Pinta wina.


"Hmm bukan nya tidak mau nak, Namun giana sangat sibuk." Tolak gayatri lembut.


"Untuk apa juga kau mau bicara pada nya, Aku yakin jika giana sangat lah dendam pada kita bertiga." Cetus asih.


"Kau benar! Dia menderita karena kita dan ayah." Wina menyadari kelakuan nya kepada giana.


Gayatri menatap rumah yang sekarang wina tinggali, Walau sudah banyak yang di rehap. Namun susana nya masih terasa sama.


"Ini ada kiriman giana untuk para keponakan nya." Gayatri mengeluar kan dua amplop tebal.


"Dia mengingat anak ku bu?" Tanya asih tidak percaya.


"Kami pergi kan kamu sudah menikah, Jadia berpikir pasti lah kamu sudah punya anak." Jelas gayatri.


"Seratus juta buk?!"


Wina kaget melihat uang yang tebal itu sudah ada nominal nya, Wina mendapat kan satu dan asih juga satu. Padahal dulu ia sangat sering menyiksa giana.

__ADS_1


__ADS_2