Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps22


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Hotel haerin berjalan lancar di bawah kendali nya giana, Namun sekarang giana mendapat banyak kecaman karena usai bertengkar dengan wartawan.


Bermula dari seorang wartawan di airpot akan meliput BTS, Namun wartawan tersebut mengatakan hal yang membuat giana naik darah.


"Turun kan camera nya, Itu hanya namjoon! Tidak pantas kita menyorot nya." Ucap wartawan tersebut.


Giana yang mendapat acara shuting bersama BTS pun mendengar hal tersebut, Marah karena oppa nya di hina.


Buaaak.


Kericuhan langsung terjadi karena giana tanpa pikir dua kali langsung menendang wartawan hingga terjengkang, Tidak sampai di situ saja. Giana duduk di atas nya dan meninjui wajah wartawan.


"Memang nya kau siapa hah?! Apa kau pantas berkata demikian pada nya!" Sentak giana.


Wartawan lain langsung menyorot kelakuan giana yang di luar kendali, Namjoon cepat menarik adik nya walau pun giana meronta ronta.


Untung saja postur tubuh namjoon yang tinggi kekar, Sehingga giana tidak kuat untuk melepas kan diri.


"Tenang kan diri mu giana." Namjoon merangkul erat.


"Lepas kan aku! Biar ku hajar mulut kurang ajar nya itu." Geram giana.


"Cukup giana!"


Namjoon meninggikan suara nya, Giana berhenti meronta ronta. Bodyguard menutup kepala giana dengan jas mereka dan memasukan giana dalam mobil.


Setelah video tersebut tersebar, Ada banyak berbagai macam komentar yang giana terima. Dari fans nya namjoon ia banyak mendapat ucapan terima kasih dan dukungan.


Namun para hatres langsung menggunakan kesempatan untuk menghujat giana, Pro kontra pun terjadi. Para fans melakukan war secara online.


"Coba sedikit kontrol emosi mu itu! Aku sudah bilang kan padamu." Suga menatap giana kesal.


"Maksud mu aku harus diam saja saat namjoon oppa di hina?!" Kesal giana.


"Aku tidak masalah dengan itu giana, Lagi pula memang kita tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai kita." Jelas namjoon merasa bersalah karena giana membela diri nya.


"Haissh shiball!" Giana menendang tong sampah.


"Lihat lah emosi mu itu, Kendali kan sedikit saja giana." Suga menarik tangan giana.


"Lepas kan aku!"


Padahal suga yang ingin memarahi nya karena telah teledor, Namun sekarang malah giana yang ngambek duluan.

__ADS_1


"Waah aku pusing sekali memikir kan mu giana." Desah jimin menyibak kan rambut nya.


"Maka tidak usah memikir kan ku." Sentak giana.


"Hyung, Kita bicara kan lain kali saja lagi." Namjoon berkata pelan.


"Kapan kita akan membicara kan nya lagi? Sampai anak ini membuat masalah dengan emosi nya lagi." Kesal suga.


"Kau mau kemana giana?!" Taehyung menyambar tangan giana yang akan pergi meninggal kan mereka.


"Aku akan pergi, Agar kalian tidak pusing memikir kan ku." Giana menyentak tangan nya.


Suga melihat jika giana sudah menangis walau pun ia berusaha menyembunyikan nya, Serba salah sekarang suga untuk bicara.


"Dengar kan aku ya, Mari kita bicara berdua saja." Seokjin turun tangan membujuk giana.


Giana menurut kepada oppa tertua nya, Mereka masuk kamar agar bisa bicara berdua tanpa ada emosi dulu.


"Jangan menangis." Seokjin mengelap air mata giana.


"Kenapa suga oppa juga memarahi ku? Apa tindakan ku salah." Lirih giana.


"Niat mu itu tidak salah karena berusaha membela namjoon, Namun cara mu yang salah." Seokjin berkata pelan.


Seokjin menepuk mulut giana pelan, Kadang bicara adik nya ini asal ceplos saja. Apa lagi sekarang giana sudah di akui sebagai cucu seorang mafia besar.


"Kedepan nya jangan asal main tangan saja, Kau itu gadis dan punya karir yang bagus! Bagai mana jika karir yang kau bina dari dulu hancur dalam sekejap mata." Nasihat seokjin.


"Baik lah."


"Aku mohon jangan lakukan hal seperti itu lagi." Pinta seokjin.


Giana mengangguk paham dengan omongan seokjin, Sampai sekarang giana tidak membuka akun media sosial nya karena malas membaca berbagai macam hujatan.


...****************...


Giana merebah kan diri keranjang nya untuk istirahat, Ia tidak mendatangi ibu nya hari ini. Karena kemarin giana melihat pemandangan yang menyesak kan hati nya lagi.


Sudah pusing karena masalah wartawan sialan itu, Malah ketambahan melihat ibu nya makan di suapi oleh jacob.


"Ayah! Tidak kah kau kasihan padaku." Isak giana memejam kan mata.


Benci giana semakin menjadi pada indra sang ayah, Banyak air mata yang ia keluar kan demi sosok seorang ayah.


"Apa yang ayah tahu tentang ku? Apa ayah tahu betapa tersiksa nya aku, Apa ayah tahu penderitaan ku?!" Giana menangis tersedu sedu dalam kamar nya.

__ADS_1


"Sekali saja ayah, Sekali saja apa ayah bisa memeluk ku dan bertanya apa aku baik baik saja." Desis giana.


Sosok yang tadi mengikuti nya sampai masuk kamar itu terenyuh mendengar ucapan giana, Segitu ingin nya giana merasa kan kasih sayang ayah yang tidak pernah bisa ia rasakan.


"Suga oppa!"


Giana terperanjat ketika suga tiba tiba datang memeluk nya, Namun giana tidak berusaha melepas kan diri.


"Maaf kan aku." Bisik suga kepala giana.


Tidak ada sahutan dari giana, Ia memilih menangis dalam pelukan pria ini. Pria yang sangat susah giana anggap seperti kakak, Hati giana selalu bergetar jika bersama nya.


Namun giana mengabai kan perasaan nya karena takut jika suga malah berbalik menjauhi nya jika sampai tahu, Akan lebih baik seperti ini.


"Tidur lah, Aku akan menemani mu." Suga mengusap usap lembut.


"Jangan tinggal kan aku...


Sayup terdengar suara giana karena ia sudah hampir terlelap, Di mana pun itu jika bersama suga. Maka insomnia giana akan hilang, Ia akan tertidur lelap.


"Kau selalu membuat ku cemas saja." Suga mencium kening giana.


Perlahan suga juga menutup mata, Mereka tertidur bersama seolah beban yang menumpuk semua nya menghilang.


Pagi hari jacob mendatangi rumah cucu nya, Ia mendengar kabar itu dari solomon. Ia tidak ingin jika cucu nya sampai depresi karena merasa sendiri.


"Di mana giana cucu cantik ku?!" Jacob bertanya pada lomon.


"Nona giana belum bangun tuan." Jawab solomon.


"Tidak masalah, Aku ingin melihat tidur cantik nya." Jacob menerobos masuk.


Solomon tidak bisa lagi mencegah nya, Hingga jacob mematung melihat pemandangan di atas kasur sana.


"Astaga!!"


Sepasang anak manusia tengah tidur berpelukan di atas ranjang, Mereka terlihat pulas.


"Apa dia kekasih nya giana?" Tanya jacob pelan.


"Saya tidak tahu tuan." Jawab solomon.


"Haish giana ini, Kenapa malah memilih anak yang dingin nya seperti kutub utara sih! Kenapa tidak yang kemarin itu, Aish padahal dia sampai bermasalah dengan wartawan." Heran jacob.


Jacob lebih setuju jika giana menjalin hubungan dengan namjoon, Pertama kalia ia melihat namjoon sudah pro di hati nya.

__ADS_1


__ADS_2