Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps7


__ADS_3

Namgil mendatangi kedai ayam duaG, Ia mendapat alamat dari para kru. Dengan langkah pasti ia masuk kedalam dan duduk menunggu jika giana datang.


"Selamat siang ahjumma, Apa ada giana di sini?" Tanya namgil pada gayatri.


"Giana? Kenapa mencari putriku tuan." Gayatri langsung panik.


"Aah tidak, Aku hanya ada urusan sedikit dengan nya." Sahut namgil.


"Aku ibu nya, Katakan saja apa yang ingin anda sampai kan." Ujar gayatri.


"Hhmm jika dia tidak ada, Aku akan menunggu saja dulu." Namgil tidak ingin menyampai kan pesan.


Melihat namgil yang kekeh tidak ingin memberitahu nya, Gayatri pun naik kekamar atas putri nya.


"Giana.."


"Apa bu?"


"Ada orang mencari mu nak, Pakaian nya terlihat rapi." Beritahu gayatri.


"Hah? Siapa yang mencariku." Giana juga kaget.


"Maka nya ayo lihat dulu kebawah, Dia bersikeras ingin menemui mu." Ujar gayatri.


Giana pun turun kebawah untuk melihat siapa orang tersebut, Tubuh nya yang masih pendek dan mungil membuat namgil gemas sendiri ketika melihat nya berjalan.


"Oooh ahjussi." Giana berlari mendekat.


"Haish kemana saja sih kau ini, Lama aku menunggu mu." Rutuk namgil berdiri.


Tinggi giana hanya sebatas dada namgil, Sehingga ia harus mendongak ketika berbicara. Sementara gayatri sangat penasaran dengan yang mereka obrol kan, Di tambah giana yang terlihat sangat mengenal namgil.


"Ahjussi duduk saja, Aku terlalu pendek jika kau berdiri." Ujar giana.


"Maka nya cepat besar kau itu." Ejek namgil.


"Tunggu saja jika nanti aku sudah berusia dua puluh tahun, Maka tinggi ku akan seratus tujuh puluh centi." Giana berkata yakin.


"Cih."


Namgil hanya berdecih mendengar giana yang sangat percaya diri, Pria paruh baya ini mengeluar kan buku giana dari tas nya.


"Aku tertarik untuk membuat film dari cerita mu ini, Namun ada sebagian yang akan di ubah oleh kru kreatif." Beritahu namgil.


"Maksud nya mau di buat film? Siapa yang akan memeran kan nya." Tanya giana antusias.


"Masih belum tahu dong gi, Ini saja ada yang harus di ubah." Jawab namgil.


"Menurut mu itu bagus atau tidak?" Tanya giana menunjuk buku nya.

__ADS_1


"Cerita mu lumayan lah, Maka nya aku tertaril untuk membuat film." Sahut namgil.


Senyum bahagia terpancar dari bibir manis gadis kecil ini, Namgi hanya geleng geleng kepala melihat giana yang sangat bahagia.


"Jika film nya sukses, Apa aku akan jadi orang penting ahjussi?" Tanya giana lagi.


"Orang penting bagai mana?!" Namgil balik bertanya dengan alis mengerut.


"Orang penting dalam industri film lah, Yah seperti ahjussi lah contoh nya." Jelas giana.


"Jika nasib mu baik dan terus bisa membuat scenario, Maka itu akan terjadi." Ucap namgil yakin.


"Kalau begitu aku akan membuat cerita lagi, Siapa tahu nanti ahjussi tertarik." Giana jadi bersemangat.


Namgil hanya mengangguk dan langsung berpamitan, Niat nya datang untuk memberi tahu giana jika ia akan menggarap cerita gadis kecil ini.


"Ibuuu.."


Giana menghambur memeluk gayatri dengan rona bahagia, Walau belum menerima uang dari namgil. Namun giana sudah sangat bahagia mendengar cerita nya yang akan menaiki tangga sukses.


"Apa yang terjadi gia?" Tanya gayatri tidak sabar ingin tahu.


"Aku akan jadi orang penting bu, Nanti aku bisa leluasa bertemu dengan mereka." Ucap giana berputar putar girang.


"Orang penting bagai mana? Dan mereka siapa sih nak?!" Gayatri sangat bingung.


"Ibu tahu kan kalau aku menulis cerita tentang hidup ku di buku itu, Ahjussi tadi bilang kalau mau membuat nya jadi film." Cerita giana.


"Aku sudah di beri uang lima ribu won kok bu." Ujar giana.


"Sungguh?!"


"Iya! Itu sebagai tanda bukti kalau ahjussi serius." Ucap giana.


Gayatri masih antara percaya dengan tidak, Karena itu adalah hal yang mustahil. Kalau pun terjadi, Belum tentu juga film nya sukses besar.


"Aku pergi dulu ya bu, Tidak ada kerjaan juga kan." Giana ingin keluar.


"Tidak ada, Jangan malam malam ya pulang nya." Ujat gayatri.


Giana sudah mengayuh sepeda nya menjauh, Ia pergi ketoko untuk membeli alat tulis dan juga buku. Masih ada kembalian dari lima ribu won yang di dapat nya.


"Mereka ada tidak ya." Batin giana mendatangi gedung member bts.


Nasib baik bagi giana, Ternyata BTS sedang menggelar fans metting dengan kostum hitam putih. Giana pun berlari mendekat untuk menonton mereka.


"Belum banyak yang jadi fans mereka." Batin giana menghitung yang datang.


Hanya tiga puluh dua orang yang menghadiri nya, Giana mendesak sehingga bisa mendapat tempat paling depan.

__ADS_1


"Oppaa!!"


Teriakan keras giana mengundang tatapan tehyung, Mereka langsung mengenali nya walau pun tubuh giana yang kecil.


Hampir dua jam mereka menjalani fans metting, Hingga semua pun sudah bubar dan hanya tinggal giana yang masih menunggu.


"Kenapa kau belum pulang?" Tanya namjoon mendekat.


"Oppa kau keren sekali tadi." Puji giana tersenyum bangga.


"Terima kasih sudah datang menonton." Jungkook juga menghampiri nya.


"Sebenar nya aku tidak tahu jika kalian menggelar acara, Aku datang karena tidak sengaja." Cerita giana.


"Kau mau mengantar makanan?" Tanya jungkook lagi.


Giana menggeleng kan kepala nya, Hodie yang ia kenakan tambah membuat nya terlihat sangat kecil.


"Berapa usia mu?" Tanya jungkook.


"Empat belas tahun nanti di bulan sebelas." Jawab giana.


"Waah kau kecil sekali ternyata, Pantas kau seperti jamur berjalan." Ucap yonggi bertepuk tangan.


"Yah! Pedas sekali ucapan mu." Giana merengut.


Mereka bertujuh tertawa melihat gadis kecil ini merajuk, Apa lagi seokjin yang malah mencubiti pipi gembul nya giana.


"Haish! Aku ini wanita ya, Jaga tangan mu oppa." Kesal giana.


"Kenapa kau keluar rumah jika tidak mengantar makanan?" Tanya taehyung.


"Hhm kan aku sampai lupa mau cerita, Aku dari toko buku untuk membeli alat tulis." Giana menunjukan buku dan pulpen.


"Ooh, Kau ingin sekolah?" Tanya namjoon manggut manggut.


"Bukan! Aku ingin menulis scenario untuk film." Jawab giana.


"Hah?!"


Bukan hanya satu yang kaget ketika mendengar ucapan giana, Ketujuh nya melongo dan langsung tertawa kencang.


"Aku tidak bercanda! Serius ini." Kesal giana merengut lagi.


"Siapa yang akan menggarap film nya, Kenapa kau sangat yakin?" Tanya jhope.


"Oppa, Dari kemarin kau terus diam! Baru sekarang mau bicara." Ujar giana menepuk lengan jhope.


"Heish tidak usah mengalih kan pembicaraan, Ayo lanjut kan lagi cerita mu." Desak jimin.

__ADS_1


"Begini ya oppa! Nuna kalian ini akan menulis scenario dan menjadi orang penting agar bisa menemui kalian tanpa larangan." Jelas giana menepuk dada.


Lagi lagi ketujuh nya hanya melongo melihat giana yang sangat tengil itu, Untung saja mereka sabar dan telaten mendengar kan cerita nya.


__ADS_2