
Bangunan yang mulai terlihat tua, Bisa di bilang jika hotel ini sudah lama tidak terpakai. Walau pun kesan mewah nya masih membayangi.
"Bagus begini kenapa di tinggal kan." Heran giana.
"Wook jiah yang mengelola nya, Namun dia lari membawa uang tuan jacob." Cerita bodyguard.
"Siapa nama mu?" Tanya giana menatap wajah tampan bodyguard ini.
"Park solomon nona."
Giana tersenyum karena senang jika di temani pria tampan begini, Ia pun masuk untuk melihat keadaan dalam.
"Waah bagus begini, Tidak ada yang perlu di rubah lah." Ujar giana.
"Namun jika kembali di buka, Apa mungkin ada yang mau datang?" Tanya solomon.
"Perlu untuk membuat sedikit meriah, Aku akan menggunakan status ku agar ada media yang meliput. Supaya nanti bisa di kenal orang." Jelas giana.
Solomon hanya mengangguk saja karena dia tidak paham dengan dunia hiburan, Yang terpenting bagi nya adalah keselamatan sang nona.
"Aku ingin kau jadi bodyguard ku saja, Apa kau tidak keberatan?" Tanya giana.
"Di mana pun saya bekerja saya tidak keberatan, Asal tuan jacob memberi izin." Sahut solomon.
Hotel dengan lantai tiga itu sudah selesai giana kelilingi, Empat puluh satu kamar semua jumbalah nya.
Semua masih terlihat rapi dan bersih, Hanya lantai nya saja yang sedikit berdebu karena lama tidak di huni.
"Kemana kita nona?" Tanya solomon saat akab mengemudi.
"Gedung agensi ku." Sahut giana.
Mobil mereka pun menuju gedung agensi milik manjung, Giana butuh beberapa wartawan yang akan meliput pembukaan hotel nya.
"Apa namgil oppa ada?" Tanya giana pada staff.
"Ada di ruangan nya nona." Jawab staff.
"Terima kasih."
Solomon setia mengikuti giana dari belakang, Tujuan giana adalah namgil. Ia ingin minta tolong pada nya.
"Namgil oppa."
"Waah manis sekali kau memanggil ku, Pasti ada yang kau ingin kan." Tebak namgil.
"Aku ingin minta tolong." Ujar giana.
"Huuuh siapa dia? Tampan sekali pilihan mu." Tunjuk namgil pada solomon.
Giana hanya mengibas kan tangan tidak ingin menjawab pertanyaan namgil, Bisa panjang jika di jelas kan semua nya.
__ADS_1
"Bisa kah oppa membawa beberapa wartawan kelokasi xxx tiga hari lagi, Aku ada pembukaan hotel." Pinta giana.
"Kau?! Kau membuka hotel." Kaget namgil.
"Hei biasa saja, Kenapa kaget begitu." Rutuk giana.
"Bagai mana aku tidak kaget, Kau tiba tiba saja punya hotel." Seru namgil tidak percaya.
"Nanti lah aku cerita kan, yang penting oppa bawa kan saja wartawan yang handal kesana." Ucap giana.
"Tidak mau jika kau tidak cerita." Ujar namgil kumat tengil nya.
Giana menggeram karena kesal dengan kelakuan sutradara ini, Mau tidak mau ia harus cerita lebih dulu.
"Kakek ku memberi kan hotel haerin kepadaku, Namun hotel itu sudah lama di tinggal kan. Aku perlu membuat acara agar orang orang tahu jika hotel haerin kembali di buka." Jelas giana.
"Sungguh?! Dapat warisan ternyata kau." Girang namgil.
"Kumpul kan saja wartawan, Aku akan mengurus keperluan lain nya lagi." Ucap giana.
Namgil mengangguk paham, Bagi nya mudah jika hanya masalah wartawan saja. Giana hanya tinggal mengurus yang lain.
"Eonie kau di mana?" Giana menelfon seohyuk.
"Di rumah mu, Kemana kau pergi." Seohyuk sudah di rumah giana.
"Tolong cari kan pembersih yang handal untuk membersih kan hotel, Tidak masalah walau harga nya mahal." Ujar giana.
"Hotel haerin di lokasi xxxx, Segera kau cari ya." Suruh giana menutup telefon.
Urusan wartawan dan yang membersih kan sudah kelar, Hanya tinggal mencari jamuan yang akan di hidang kan.
"Apa lagi?" Seohyuk menyahut kesal karena giana menelfon nya lagi.
"Sekalian hias untuk pembukaan nya, Jangan lupa pita nya juga." Jawab giana.
"Nanti malam kau ada shuting di kawasan gereja, Jangan banyak bekerja dulu agar tidak lelah." Seohyuk mengingat kan.
"Kenapa aku shuting di gereja?" Bingung giana.
"Bagian mu untuk menyusup kesana mencari penjahat nya, Apa lupa dengan sin yang sudah di baca." Ujar seohyuk.
"Astaga! Aku lupa dan belum menghapal dialog nya." Keluh giana.
"Haissh kau ini, Semua nya lupa! Kepala mu saja kalau tidak lenget maka sudah ketinggalan entah di mana karena lupa." Rutuk seohyuk.
Giana tertawa karena dia tidak bersungguh sungguh dengan ucapan nya, Giana sangat cepat kalau menghapal dialog atau pun gerakan.
"Kemana kita akan pergi lagi nona?" Tanya solomon.
"Gedung hybe."
__ADS_1
Solomon sedikit kaget karena giana akan mendatangi agensi besar, Entah apa yang akan di lakukan nya di sana.
"Apa aku juga masuk?" Tanya solomon ketika sampai.
"Tidak usah, Tapi jika ingin ayo lah." Jawab giana.
"Saya akan menemani anda kemana pun, Karena keselamatan anda adalah prioritas saya." Ucap solomon.
Giana berjalan memasuki gedung yang kini telah berubah, Agensi ini sudah semakin meningkat.
"Oppa! Di mana mereka?" Tanya giana pada pdnim.
"Ada di ruang latihan, Jangan mengganggu mereka." Pdnim mengingat kan.
"Apa aku harus menganggu mu?" Giana memaju kan wajah nya.
Pdnim tertawa sembari melambai kan tangan, Giana menuju ruang latihan BTS. Terlihat mereka sedang latihan untuk acara nanti malam.
"Aaahh lelah nya." Keluh suga.
"Baru gerak sebentar saja lelah, Bagai mana jika seperti ku." Ujar giana.
"Hhah dia itu bernafas saja lelah." Sahut jungkook.
"Jangan mengejek appa mu." Seru suga.
Jungkook tertawa kencang karena suga memarahi nya seperti seorang ayah yang memarahi anak nya, Ini lah yang giana senangi jika bertemu dengan mereka.
"Bukan kah kau juga mendapat undangan?" Tanya jimin meminum air.
"Hmm."
"Apa kau akan tampil juga? Waah aku tidak ingin melihat nya." Seru jhope.
Giana bisa mencetak lagu juga walau pun bukan lagu korea, Ia berhasil membuat lagu dan mengupload nya di chanel youtube nya sendiri. Membuat MV nya juga sendiri.
"Aku sampai bingung pada pekerjaan mu giana, Jadi kau ini penyanyi atau pemain film. Atau kau juga penulis." Taehyung berkata sambil tertawa.
"Aku juga akan menjadi pengusaha." Ucap giana
Mereka malah tertawa kencang karena mengira giana hanya bercanda, Namun namjoon menghentikan tawa nya dan menatap giana serius.
"Sungguh giana?" Tanya namjoon menatap adik nya.
"Hmm, Dia memberi ku sebuah hotel yang tidak terpakai. Jika aku bisa menghidup kan kembali, Maka akan sah jadi milik ku." Ujar giana bersemangat.
"Kenapa kau bekerja sekeras ini, Kasihan badan mu giana." Suga mengelus kepala giana lembut.
"Aku akan terus bekerja sampai semua orang bangga pada ku." Tekad giana.
Taehyung memeluk giana karena takut jika adik nya ini akan menangis, Ia sangat tidak tega jika melihat air mata giana.
__ADS_1