Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana
Eps36


__ADS_3

Kaku dan gamang giana untuk menoleh, Ia tidak tahu harus bereaksi bagai mana. Jika menuruti kata hati nya, Maka giana ingin sekali menubruk sosok ini.


"Giana. Apa kau bahagia?" Suga bertanya pelan.


Tidak ada jawaban dari giana, Mata nya menatap jajaran pohon yang tersusun rapi. Terlihat kokok dan kuat, Tidak seperti hati nya yang mudah rapuh.


"Aku anggap saja bahagia." Desis suga lagi.


"Kenapa menganggap ku bahagia?" Tanya giana pelan.


"Setiap malam datang keclub, Bermain dengan para actor tampan di luar negeri. Bukan kah itu tanda bahagia." Suga menyeringai.


Giana tersenyum setelah mendengar ucapan suga, Entah dari mana pria ini bisa tahu jika giana banyak menghabis kan waktu dengan huru hara.


"Kenapa kau tersenyum?" Suga melirik giana yang tersenyum miris.


"Bukan kah lebih baik dari pada menangis." Ujar giana.


Helaian nafas suga terdengar berat, Satu kali sentakan ia menarik giana dalam pelukan nya. Giana yang susah payah menahan tangis pun akhir nya pecah juga.


"Kenapa kau menyiksa ku begini giana? Setiap hari aku hanya menunggu mu menghampiri ku." Ucap suga.

__ADS_1


"Lalu kenapa bukan kau yang menghampiri aku?" Giana bertanya balik.


"Aku takut kau tidak akan mau, Apa lagi dengan yang lain kau masih mau bergaul. Hanya dengan ku dan V saja kau tidak mau." Ujar suga.


Tidak ada sahutan dari giana, Memang benar jika ia tidak pernah mendatangi suga atau pun V. Namun dengan yang lain ia masih bertemu.


"Aku tidak mau jika kalian akan bertengkar hanya karena diriku." Ucap giana.


"Katakan saja kau ingin dengan siapa? Agar aku tidak semakin berharap giana." Pinta suga.


"Aku tidak ingin dengan siapa pun, Biar lah aku sendiri saja." Sahut giana.


"Tidak selama nya kau bisa sendiri terus giana, Aku mencintai mu dengan tulus." Paksa suga.


"Apa maksud mu?" Suga tidak mengerti dengan ucapan giana.


Giana melepas kan diri dari pelukan suga, Semakin di dekat nya. Semakin giana tidak ingin meninggal kan nya.


"Aku tidak ingin menikah dan tidak ingin punya anak." Jelas giana.


"Tidak masalah, Kita bisa bersama dan punya anak dari rahim lain jika kau takut tubuh mu rusak." Sahut suga.

__ADS_1


"Bukan itu masalah nya! Aku tidak mau punya anak karena tidak ingin jika dia mengalami nasib seperti ku." Giana emosi mendengar ucapan suga.


Suga memijat pangkal hidung dengan menahan rasa kesal, Ternyata ia salah mengira ucapan gadis ini.


"Maaf kan aku." Lirih suga.


"Pergi lah oppa, Kau akan menemukan gadis lain yang bisa membahagia kan mu dan juga bisa memberi mu anak dan pernikahan." Ujar giana melangkah pergi.


Suga cepat menarik tangan giana yang akan pergi, Ia tidak ingin berpisah secepat ini karena setelah sekian lama tidak bertemu dengan giana.


"Bahagia ku bersama mu giana, Tolong pikir kan ucapan ku." Pinta suga.


"Tidak! Aku tidak akan menerima pria mana pun." Tegas giana.


"Kita coba hidup bersama selama satu minggu saja, Jika kau tidak sanggup maka kita bisa berpisah." Usul suga yang masih berusaha mendapat kan giana.


"Tinggal bersama?!"


"Iya, Aku kuat walau hanya satu minggu." Sahut suga.


"Aku yang tidak kuat! Aku malah semakin tidak ingin berpisah." Batin giana.

__ADS_1


Suga tidak menunggu lagi jawaban giana, Ia menarik tangan gadis ini dan mengajak nya pergi bersama.


__ADS_2