Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Aku Melepasmu Lyra, Sahabatku! Cintaku!


__ADS_3

Max menatap wajah Mike tajam, ia langsung menarik tubuh Lyra menempel padanya ia ingin memperlihatkan kepemilikannya. Ia hanya ingin keponakannya mulai berusaha melepaskan perasaannya pada wanita yang sudah melahirkan dua anak untuknya itu.


Mike menatap tak suka tangan Pamannya yang berada di pinggang Lyra, tapi sekali lagi ia hanya bisa menarik nafas pelan.


"Jadi? Tentang pembicaraan kita di telepon, bagaimana kita akan melakukan klarifikasi?" tanya Mike seraya mendaratkan tubuhnya di sofa.


Max masih dengan pelukannya membantu Lyra duduk, ia lalu mengambil sebuah flashdisk yang sama yang berisi video Ibu Mike, Kakak perempuannya.


"Aku menemukan Kakak perempuanku, Ibumu Mike. Lihatlah isi flashdisk ini." Max menjentikan jarinya, seorang staff membawakannya sebuah laptop.


Mike tak mengatakan apapun, ia memasukan flashdisk itu ke dalam laptop. Seketika kedua matanya berair, ia menekan tangannya dengan kuat di meja. "Mama..." lirihnya.


"Daniel ada disana membantu Ibumu menyelesaikan urusannya, Ibumu berjanji akan pulang akhir minggu ini. Sekarang, bisakah kita bicara tentang Lyra?" Max menatap keponakannya serius.


Mike mengehela nafas panjang, menghapus air mata di sudut matanya, "Tentu, bicaralah. Aku akan mendengarkan..."

__ADS_1


"Aku tau kau masih menyimpan perasaan pada Lyra," Max menjeda ucapannya, ia melirik ke arah Lyra yang mengangguk kepadanya mengijinkan ia meneruskan kata - katanya.


Mata Mike sedikit terkejut karena Pamannya mengatakan tentang perasaannya pada Lyra di depan orangnya. Ia melirik Lyra dan melihat wanita itu mengangguk seraya tersenyum kepada Pamannya. "Jadi kau sudah tau perasaanku padamu, Lyra?"


Lyra berbalik ke arahnya, wanita itu menatap penuh rasa bersalah pada Mike, "Ya, baru saja aku mengetahuinya dari Pamanmu. Mike, maafkan aku karena selama ini tak mengetahui perasaanmu padaku."


"Baiklah, kita lupakan tentang masalah itu. Bukankah kita akan membahas tentang masalah yang terjadi kemarin di lokasi syuting," Mike menggeleng.


"Tidak! Kita harus membahas tentang perasaanmu pada Lyra juga, sekarang," Max menatap tajam pada keponakannya.


"Apa yang ingin kau bahas?" Mike menatap balik Pamannya tanpa terintimidasi.


"Apa maksudmu kesalahpahaman diantara kalian?" tanya Mike.


"Ini tentang Ibumu, dia adalah alasanku dulu menerima dan bahkan berencana menikah dengan Gabriela," Lalu Max mulai menceritakan semuanya dari awal kejadian sebenarnya pada Mike, saat ucapannya itu selesai keponakannya itu tercengang.

__ADS_1


"J-jadi selama ini kau selalu mencari Ibuku? Bahkan demi Ibuku kau menerima Gabriela bahkan membuat Lyra dan aku salah paham padamu?" tanya Mike tak percaya menatap Pamannya.


"Ya, semua itu adalah kebenarannya." Jawab Max.


"Apa kau benar - benar mencintai Lyra sejak menikahinya?" tanyanya lagi.


"Awalnya tidak, aku akui saat melihat Lyra aku teringat mantan kekasihku yang berwajah mirip dengannya. Mantan kekasihku meninggalkanku tanpa berpamitan padaku, dia menghilang begitu saja. Saat pertama kali melihat Lyra di club itu aku terkejut, ada rasa benci tapi juga rindu. Saat bersama Lyra aku terkadang selalu memikirkan wanita itu, tapi seiring waktu aku terus bersama Lyra aku mulai menyukai Lyra apa adanya dan perasaanku padanya semakin dalam. Tapi akhirnya aku terlambat mengatakan perasaanku padanya," Ucap Max dengan tatapan matanya melihat ke arah Lyra.


"Sayang, maafkan aku..." Max menarik tangan Lyra dan mencium punggung tangannya.


Lyra tak bisa menahan air mata harunya, ia tersenyum penuh sayang pada Max.


"Apa kau juga mencintai Pamanku, Lyra?" tanya Mike menatapnya.


Lyra menatap penuh ketegasan pada Mike, "Ya, aku sangat mencintai Pamanmu. Dulu maupun sekarang, hanya Max."

__ADS_1


Mike akhirnya mengangguk, ia bisa menerima penjelasan dari Pamannya juga bisa mendengar kejujuran dari Pamannya dan Lyra, "Aku akan mendoakan kalian, aku akan menghapus semua perasaanku padamu, Lyra. Aku juga memaafkanmu, Paman." Ucap Mike dengan tegar.


Aku melepasmu Lyra! Sahabatku, Cintaku!


__ADS_2