
"Apa kamarmu nyaman?" tanya Moana dengan nada lembut dan menggoda.
Noah berpikir keras, apa yang sudah dia lewatkan tentang Lyra? Ahh! Kembarannya, Nara! Lyra cerita padaku kalau dia mempunyai saudari kembar tapi belum menemukannya! Apa wanita ini Nara? Lalu dimana Lyra? Aku harus membuktikan kecurigaanku!
"Kamar ini sangat nyaman, aku merasa sedang berada di rumahmu di LN. Aku, kamu dan kedua anakmu seperti dulu sering menghabiskan waktu bersama," jawab Noah seraya berbalik lalu berjalan mendekati wanita itu ke ranjang dengan mata bergairah.
Melihat Noah berjalan padanya dengan tatapan berbinar, Moana tersenyum senang ternyata lelaki di depannya itu sangat mudah sekali digoda. Ia sedikit melebarkan kaki jenjang mulusnya, meskipun terhalang gaun tidur menerawang tapi kakinya itu tidak terlihat jelas.
Noah tersenyum menggoda, ia semakin mendekati wanita itu. Setelah mendekat ia berjongkok mengelus kaki si wanita dari balik gaun, "Ada apa denganmu malam ini, Lyra? Kau tidak takut suamimu melihat kita?" godanya seraya menatap intens mata si wanita dengan tangannya mulai membuka perlahan gaun tidur dari bawah.
"Aku hanya ingin kau merasa nyaman disini, Noah. Apa menurutmu aku ada maksud lain?" Moana tersenyum menantang merasa senang sepertinya Noah sudah terpancing bahkan melihat wajah lelaki itu sudah sangat bergairah.
Seketika wajah bergairah Noah menjadi emosi, ia semakin yakin wanita di depannya bukan Lyra. Srett! Ia menarik gaun tidur wanita itu ke atas lutut mencari tanda luka Lyra saat terkilir dulu dan tergores tongkat ski.
Tidak ada! Siapa wanita ini? Dia benar - benar bukan Lyra!
Tiba - tiba tubuhnya terangkat, seperkian detik Noah baru tersadar tubuhnya ditarik berdiri oleh Max, ia baru saja membuka mulutnya akan bicara.
Bugh! Bugh! Bugh!
__ADS_1
Pukulan demi pukulan menghantam wajah dan perutnya, "Arghtt! T-tunggu aku bisa jelaskan! Max dia-"
Bugh!
"Dasar brengsek! Pria bajingan! Dia istriku! Istriku! Beraninya kau! Beraninya kau!" emosi Max tak bisa dibendung, ia terus memukuli pria bajingan di depannya.
"Arghtttt! Daddy Noah! Daddy!" Ainsley berlari memeluk Noah yang sudah berdarah.
"Huwaaaaa... Daddy Noah! Kenapa Daddy memukul Daddy Noah?!" marah Ainsley menatap benci Ayah kandungnya.
Archie dengan marah maju, bocah lelaki kecil itu mendorong tubuh Ayahnya, "Menjauh dari Daddy Noah! Kau jahat! Kau jahat!" emosinya menatap Max.
Max berbalik menatap wajah istrinya yang juga ketakutan, "Sayang, maafkan aku. Aku tadi terlalu cemburu melihat kalian," ucapnya menyesal ia menghampiri istrinya tapi istrinya malah mundur menjauh.
"Teganya kau menyakiti Noah, Max!" Teriak Moana.
"Lyra?" melihat Istrinya mundur menjauh dan berbalik marah padanya, seketika rasa penyesalannya berubah menjadi emosi kembali, "Kau yang berbuat salah disini Lyra! Kenapa kau menjauhiku! Kemari!" ia menarik paksa tangan istrinya lalu membawanya keluar dari kamar Noah.
"Daddy! Jangan sakiti Mommy!" Ainsley berteriak tubuh kecilnya ingin menyusul tapi ditahan oleh Noah, ia juga menahan tubuh Archie yang sama memberontak.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Vennie terkejut melihat situasi mengerikan di kamar itu.
"Nyonya, aku harus menyusul Tuan Max. Tahan anak - anak, jangan sampai mendekati kami!" Tanpa menunggu jawaban ia segera bergegas pergi menyusul Max dan wanita itu.
Max yang kalap melempar tubuh istrinya ke atas ranjang di kamarnya, matanya sangat merah. " Kau membela lelaki itu? Kau marah aku menyakitinya? Lalu kau pikir saat aku melihatmu bersamanya di kamar itu aku tidak sakit, Lyra?!" bentaknya seraya maju.
Moana ketakutan, apa sebegitu besarnya cinta Max pada Lyra sampai lelaki ini bersikap seperti sekarang?
"Aku sedang hamil, Max. Jangan begini...."
Degh!
Max menatap perut istrinya, ia terhenyak merasa dirinya yang sekarang berubah kembali seperti dulu saat di awal pernikahan mereka sangat kasar dan tidak sabaran hingga membuat istrinya kabur darinya. Tubuhnya menegang, ia benar - benar sudah melanggar janjinya pada Lyra jika dia tak akan bersikap seperti itu lagi, tapi sekarang?
"S-sayang... maaf... maaf... jangan tinggalkan aku... aku tak sengaja," Max akhirnya menyadari perilakunya sekarang. Ia maju memeluk tubuh istrinya dan terus memeluknya erat. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya tapi suara ketukan di pintu menganggu.
"Buka! Tuan Max! Buka!"
Max melepaskan pelukannya pada istrinya, ia mengenali suara Noah langsung turun dari ranjang dan berjalan untuk membuka pintu.
__ADS_1