Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Dimana Istriku?


__ADS_3

Max melepaskan pelukannya pada istrinya, ia mengenali suara Noah langsung turun dari ranjang dan berjalan untuk membuka pintu. "Kau masih berani menunjukkan wajahmu di depanku! Brengsek!"


Noah tak takut sama sekali, ia menarik kasar baju Max lalu mendorong masuk tubuh besar lelaki itu ke dalam kamar.


Brak!


Ia menutup pintu kamar dengan kasar, Noah berbalik menghadap Max dengan mata tajam, "Pria macam apa kau, Max?! Istrimu tertukar saja kau tidak tau!" geramnya, ia merasa marah pada lelaki yang dibangga - banggakan Lyra tapi bahkan lelaki itu tidak bisa mengenali istrinya sendiri.


Mata Max terbelalak, "Tertukar? Apa maksudmu?"


"Dia bukan Lyra tapi Nara kembarannya, bukankah dia mantan kekasihmu dulu, Moana?" Noah menunjuk Moana dengan dagunya.


Max menatap wanita di atas ranjang dengan tatapan tak percaya, "Mo-ana?"


Moana menggeleng, "Aku istrimu, Lyra."


"Istrimu pernah jatuh dan kakinya terdapat bekas luka karena aku yang mengobatinya saat itu, saat aku bilang lukanya agak dalam dan pasti akan berbekas Lyra bilang luka di kakinya tak seberapa dengan luka di dalam hatinya. Aku mengenal Lyra selama bertahun - tahun dan dia bukan wanita penggoda seperti dia, kau tau apa yang wanita ini lakukan padaku tadi? Dia sengaja menggodaku! Lihatlah penampilan seronoknya!"

__ADS_1


"Tidak, itu bohong Max. Aku Lyra, apa kamu tidak bisa mengenaliku?" Moana memelas.


Sial! Jika aku tau Noah tidak akan tergoda, aku tidak akan mengganti strategiku dengan menggodanya! Moana merasa menyesal karena salah strategi, sia - sia sudah rencananya selama berbulan - bulan ini jika semuanya terbongkar.


Max menarik nafas perlahan mengatur emosinya, ia menelepon Daniel. "Daniel, bawakan aku makanan dari Restoran M. Beberapa makanan ringan, berat dan juga laut. Aku menunggu 1 jam, cepat bawa kesini!"


Max mematikan panggilannya, ia berjalan ke arah sofa. "Duduklah, Noah. Kita akan menunggu makanan datang."


"Untuk apa?" tanya Noah kebingungan tapi ia menuruti perkataan Max berjalan ke arah sofa lalu duduk disana.


"Sayang, bukankah kau bilang ngidam makanan di Restoran itu, maaf aku lupa. Malam ini kita akan makan malam 2x, kamu keberatan?" Max menekan kata - katanya.


Apa ini? Apa yang dilakukan Max sekarang?


45 menit berlalu, pintu kamar diketuk. Max mengangkat tubuh tegapnya dari tempatnya duduk dia berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Ini, Tuan." Daniel membawa semua makanan diatas meja dorong.

__ADS_1


Max mengambil meja dorong lalu menutup pintu kamar kembali, ia lalu mendekati wanita itu yang masih berada di atas ranjang.


"Noah, kau mau ikut makan bersama kami?" Max berbasa - basi.


"Tidak, aku akan menunggu disini. Nikmatilah."


Max lalu mulai menyuapi wanita itu udang yang sudah dibumbui, "Sayang, ayo makan." Ucap Max seraya mengangkat sendok itu mendekatkan ke bibir.


Moana membuka mulutnya menurut, ia mengunyah udang itu dengan biasa saja.


"Enak?" Max tersenyum aneh, ia menaruh kembali sendok ke atas piring di meja.


"E-enak, makasih." Moana menelan udang itu.


Seketika kedua tangan Max terangkat ke leher wanita itu, seketika ia mencekiknya, "Moana! Dimana istriku?! Dia akan mual saat memakan udang karena kandungannya, jadi kamu bukan dia, jangan mengelak lagi!"


Moana terjengkang ke belakang karena bobot Max, tubuhnya ambruk ke atas kasur. Ia kesulitan bernafas, "M-max... uhuk... " tangannya menggapai mencoba melepaskan diri dari cekikan Max.

__ADS_1


Noah menghela nafas pelan, dia bangun dari kursi berjalan menuju ranjang. Ia menarik kedua tangan Max, "Max! Jika dia mati, bagaimana dengan Lyra? Kau tau dimana istrimu?"


Akhirnya Max melepaskan cekikkan nya dari leher Moana, ia mengatur nafasnya agar tenang.


__ADS_2