
Seharian Lyra dikurung, dia terus menggedor pintu tapi tak ada seorang pun yang datang. "Max... Ainsley... Archie..." lirihnya lemas terjatuh bersandar di pintu.
Cahaya bulan masuk melui celah - celah ventilasi kamar, "Sudah malam lagi, dimana kamu Max..."
Ceklek...
Seseorang membuka pintu, dengan perlahan Lyra berdiri berjalan menjauh dari pintu.
Gabriela masuk melihat wajah wanita yang dibencinya penuh dengan air mata, seketika ia tertawa puas, "Haha... begini lah penampilanku dulu saat terpuruk karena ditipu oleh Max, aku bahkan mempunyai anak dari pria tak jelas karena ulah Max! Kalian semua akan kubuat menderita satu - persatu. Jovanca, kau, anak - anakmu, Max..."
Lyra menggeleng, " Jangan anak - anakku, jangan mereka!"
"Ah lihat foto anakmu dan anakku di dalam kelas, kau lihatlah betapa mudah untuk menculik anak - anakmu," Gabriela membuka ponsel dan memperlihatkan foto Archie yang sedang duduk bersama Kevliano di dalam kelas kemarin pagi.
"Mereka akrab bukan?" Gabriela tersenyum menyeramkan.
"Jangan ganggu anak-anakku, aku mohon..."
Gabriela tak menjawab, ia membuka pintu dengan lebar, "Bawa dia dan masukkan ke dalam mobil kita pindahkan ke tempat Linda berada."
"Baik, Nyonya."
Sekitar 20 menit dari Mansionnya, Gabriela turun di pekarangan sebuah rumah besar tapi tidak terlihat kemewahan sedikit pun. "Bawa dia turun," ia lalu melangkah ke depan pintu dan mengetuk beberapa kali.
__ADS_1
Pintu terbuka wajah Linda mengangguk menyapa, "Kau sudah datang, masuklah."
Gabriela diikuti kedua anak buahnya menarik Lyra bersama mereka masuk ke dalam rumah, "Jadi ini rumah kalian dulu, orang tuamu ada di Apartemen?" tanyanya pada Linda.
"Ya, rumah ini sudah lama tidak ditinggali."
"Kau mengurus Jovanca dengan baik?" Gabriela menanyakan Ibu kandung Max yang sudah diculiknya seminggu lalu saat akan pergi keluar negeri.
"Kau tidak ingin mengobatinya, wanita tua itu tidak bisa menggerakkan sebelah tangannya yang sudah kau patahkan." Linda menatap ngeri pada Gabriela, wanita dalang dari semuanya.
"Hahaha... wanita itu bahkan sudah mengeruk serakah hartaku! semua itu pantas dia dapatkan!"
"T-tapi..."
Linda menatap sinis pada Lyra, ia berlalu pergi ke dalam sebuah kamar dan membuka pintunya.
"Masukkan dia!" titah Gabriela menatap kedua anak buahnya.
Lyra sudah lemas karena sejak malam kemarin ia belum minum setetes air pun, ia berjalan lemah saat diseret masuk.
Jovanva terkejut menatap wajah lemas istri anaknya, "Apa yang kau lakukan padanya?! Ini semua kesalahanku dan Max, Gabriela! Lyra tidak berbuat jahat padamu!" teriak Jovanca.
"Huh! Lempar dia ke lantai!" titah Gabriela kembali.
__ADS_1
Tubuh Lyra tersungkur tapi meskipun sudah lemas dia masih ingat akan kandungannya, seketika saat akan terjatuh ke lantai kedua tangannya menahan perutnya.
"Lyra..." Jovanca menatap kasihan menantunya.
"Jovanca, kau tidak pantas mengasihani orang lain. Kau adalah wanita serakah dan hanya memikirkan dirimu sendiri! Lagipula kau harus lebih mengasihani dirimu sendiri, bagaimana kabar tanganmu yang patah?" Gabriela menatap penuh kebencian.
"Aku sekarang akan menerima semua hukuman darimu, Gabriela. Saat kau sering memukulku bahkan sebelah tanganku kau patahkan, aku sudah menerimanya. Tapi lepaskan Lyra, dia adalah Ibu dari kedua cucuku." Mohon Jovanca.
"Hahaha... kau sungguh terlihat seperti seorang Nenek yang sangat menyayangi cucunya, tapi bagaimana dengan Max? Dia adalah putramu, tapi saat itu kau lah yang memisahkan Max dengan Lyra! Jangan menjadi manusia munafik, Jovanca!"
"Aku salah, aku memang salah. Ini semua adalah kejahatanku, Max dan Lyra dan juga kamu adalah korban kejahatanku. Jadi hukum saja aku, jangan keluargaku..."
"Percuma kau memohon! Aku akan membunuh kalian berdua setelah puas menyiksa kalian!" ucap Gabriela berapi - api.
"Max tidak akan membiarkanmu... dia pasti sedang mencariku!" teriak Lyra.
Gabriela terkekeh, "Kau salah, Max sedang bersamamu di rumah Ibumu. Dia tidak akan mencarimu karena aku sudah mengirim wanita penggantimu ke samping Max, setelah aku puas memanfaatkan wanita itu aku juga akan membunuhnya. Kau tau siapa wanita itu?"
Lyra terperanjat, "Tidak mungkin... tidak mungkin..."
"Ya, itu adalah saudari kembarmu, Nara. Ah bukan, namanya sekarang adalah Moana." Gabriela lalu tertawa seperti orang gila.
Setelah itu Gabriela pergi dari rumah itu dan akan mulai mengintai kembali Mansion yang ditinggali Moana sekarang.
__ADS_1