Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Pergantian.


__ADS_3

Wanita cantik yang sudah berhasil sukses menjadi seorang Sutradara itu meninggalkan suaminya untuk pergi berbincang dengan para Investor film.


Max tersenyum bangga melihat istri kecilnya dulu sudah menjadi orang besar, terlintas kenangan - kenangan dulu saat istrinya itu sering bersikap seperti anak kecil saat marah padanya. "8 tahun terbuang percuma berlalu begitu saja, maafkan aku tak ada disaat itu bersamamu sayang," gumamnya.


"Hai, Tuan Max."


Max berpaling, ia tersenyum. "Wah, tidak disangka akan bertemu Anda disini, Tuan Gix."


"Keponakanku adalah pemeran juga di film ini, istrimu sangat baik. Dia memberikan 3 kartu undangan agar para pemeran bisa membawa serta keluarganya. Aku iri padamu Tuan Max, mendapatkan seorang istri cantik, sukses dan baik hati."


"Anda benar, saya tidak akan memungkirinya. Istri saya memang terbaik," senyuman Max semakin lebar.


Lelaki itu berbalik ke arah meja para tamu, matanya berkeliling mencari keberadaan istrinya tapi sosok istrinya menghilang. Perasaan Max tak nyaman, ia segera pamit. "Permisi, Tuan Gix."


Max berjalan dengan tergesa - gesa, ia hampir menyengol staff pegawai yang membawa minuman. Matanya terus berkeliling mencari keberadaan istrinya, jantungnya berdegup kencang merasakan sesuatu.


"Max, ada apa?"

__ADS_1


Langkah terburu - buru lelaki itu terhenti, berbalik ke arah suara istrinya, ia seketika bernafas lega. "Sayang, kamu darimana saja? Aku mencarimu, kamu baik - baik saja?" Max memeluk istrinya.


"Aku baik - baik saja, aku tadi pergi ke kamar kecil sebentar. Maaf tidak pamit lebih dulu padamu dan membuatmu cemas," ucap wanita itu menaruh kedua tangannya di pinggang Max.


"Tidak apa - apa, ayo duduk." Max merangkul istrinya berjalan ke arah meja mereka sendiri.


***


Lyra berjalan mengikuti Linda yang panik ke arah ruangan ganti, "Aku harap Annabel tidak apa - apa, Linda?" seketika ia juga ikut panik.


"Entahlah, tadi dia sangat kesakitan aku berusaha membujuknya untuk pergi ke Rumah sakit tapi dia menolak. Aku memberitahumu, karena aku pikir Annabel akan mendengarkanmu." Linda berjalan cepat di depan.


Lyra mengikuti Linda masuk, ia melewati tubuh Linda. "Annabel? Apa kamu disini? Linda bilang kamu sakit?"


Linda dengan cepat menarik sapu tangan yang sudah diberi obat bius dari dalam tas nya, dengan cepat ia membekap hidung saudara tirinya itu.


Tubuh Lyra yang lemas merosot ke lantai, Linda dengan cepat membuka ruangan sebelah memberitahu Gabriela yang sudah berada disana. "Masuklah! Wanita itu sudah tak sadarkan diri!"

__ADS_1


"Bagus, Linda. Ayo!" Gabriela tersenyum jahat seraya masuk ke dalam ruangan Lyra yang sudah pingsan.


"Kalian bawa dia! Lewat jalan belakang. Disana tidak ada anak buah Max, kita akan aman! Cepat!" perintahnya pada dua anak buahnya.


Gabriela menatap Linda, "Kau kembalilah ke ruangan pesta, bersikap seperti biasa. Annabel tertahan di jalan karena anak buahku, dia sebentar lagi akan datang ke pesta. Pekerjaanmu bagus Linda, 1 juta dolar akan segera masuk ke rekeningmu."


"Terima kasih, aku juga sudah muak melihat Lyra tertawa. Aku harap kau akan menyiksanya, itu akan membuatku puas," Linda tersenyum senang.


"Pergilah!" Gabriela lalu mengikuti anak buahnya yang membawa tubuh tak sadarkan diri Lyra keluar lewat jalan belakang.


Kedua anak buahnya memasukan tubuh Lyra ke dalam mobil, Gabriela segera naik ke dalam mobil itu. "Kalian jangan lupa urus Cctv, meskipun Moana sudah menggantikan Lyra dan Max takkan mencari keberadaan istrinya, tapi kita harus berjaga - jaga. Mengerti!"


"Siap, Nyonya."


Gabriela menutup pintu mobil meninggalkan anak buahnya yang berada disana.


"Cepat jalan!"

__ADS_1


Mobil pun melaju pergi dari sana, meninggalkan bangunan yang sedang meriah oleh pesta megah itu.


__ADS_2