Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Kebingungan Max.


__ADS_3

Max mengancingkan kemejanya, ia menatap sosok istrinya yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dyer. "Sayang, aku menyimpan dress barumu di lemari, dress semalam sudah kotor jangan dipakai lagi."


"Oke," jawab Lyra sekilas, wanita itu melanjutkan kegiatannya kembali.


"Aku tunggu di bawah, kita sarapan disana. Kau ingin membawa makanan Restoran hotel untuk anak - anak kita?" tanya Max seraya memakai jam Rolex-nya di pergelangan tangan.


"Tidak usah, hari ini jadwal syuting sore. Setelah pulang dari sini aku bisa memasak untuk anak - anak."


"Baiklah, aku tunggu dibawah sayang..." Max mendekat ke istrinya lalu mengecup keningnya.


"Ya."


Max membuka pintu kamar kemudian pergi menuju Restoran hotel, ia ingin menyuruh Manajer agar chef hotel menyiapkan menu sarapan terbaik mereka dan menata meja dengan romantis. Setelah berbicara beberapa lama dengan Manajer hotel, Max mengangguk tersenyum puas. Ia berjalan ke arah ruang tunggu.


"Max, sudah selesai?"


Max mengalihkan tatapannya pada asal suara istrinya, "Sayang, sudah selesai? Tapi kenapa kau masih memakai dress semalam? Aku bilang dress barumu di lemari." Tanyanya bingung.


"Ah, dress barunya tak sengaja kena basah air minum. Tidak apa - apa, dress ini masih bagus," wanita itu tersenyum lebar.

__ADS_1


Max tak ingin mempermasalahkannya, ia menarik pinggang istrinya, "Dress apapun yang kau pakai, akan selalu cantik di tubuhmu."


"Tunggu disini sebentar, Manajer hotel sedang mempersiapkan hidangan sarapan spesial untukmu." Max menarik tubuh istrinya duduk bersamanya. Lelaki itu menarik punggung tangan istrinya dan terus mengecupnya.


"Kenapa kau tidak menatapku, sayang? Apa kau masih malu karena kejadian semalam?" tanya Max karena wajah istrinya terus menunduk jika bertatapan pun istrinya sering mengalihkan pandangannya dengan cepat.


"Aku hanya sedikit kelelahan, maaf."


Max mengerutkan keningnya, ia meraba dahi istrinya takut istrinya sakit. "Suhumu normal."


Max terus berbicara pada istrinya, sesekali ia tertawa lepas.


"Tuan Max, meja sudah siap." Manajer hotel mendatangi mereka.


"Ah, Max. Aku melupakan sesuatu, kau pergilah lebih dulu aku akan mengambilnya sebentar," dengan tergesa - gesa wanita itu pergi.


"Hati - hati, jangan berjalan cepat seperti itu sayang!" teriak Max melihat istrinya berjalan terburu - buru.


"Max, kau sedang bicara dengan siapa?" tanya Lyra.

__ADS_1


Max berbalik badan ke belakang, seketika ia terkejut, "Bukankah kamu baru saja pergi? Kau berkata ingin mengambil sesuatu?"


"Xixixi, apa kau sedang ngelantur di pagi hari? Aku baru saja datang, ayo aku lapar sekali." Lyra menggandeng lengan suaminya.


Max menatap dress berwarna putih yang dipakai istrinya, ia merasa semakin kebingungan. Bukankah barusan istrinya itu memakai dress semalam yang berwarna peach ?


"Max, kenapa melamun? Ayo," Lyra menarik tubuh Max menuju ruang makan restoran hotel.


Setelah sarapan mewah nan romantis selesai, Max masih terus kebingungan. Tapi saat melihat wajah istrinya yang berbinar bahagia ia tak ingin lagi memikirkan keanehan tadi yang sempat membuatnya bingung.


Saat sampai di Mansion Mike, kehebohan Ainsley putri kecilnya semakin membuat Max mengenyahkan pikirannya tentang keanehan di hotel tadi.


"Daddy, apa berhasil membuat adik untukku?" tanya putri polosnya.


Mata Max membelalak terkejut, roman wajahnya seketika berubah muram, " Kenapa bertanya seperti itu, sayang?"


"Kata Kak Mike, semalam kalian bukan pergi jalan - jalan tapi pergi honeymoon untuk memberikan adik untukku. Iya kan, Kak Mike?" mata polos Ainsley menatap sepupunya.


"Um, kenapa kau mengatakannya pada Daddy-mu? Itu rahasia kita, gadis kecil." Protes Mike.

__ADS_1


Lyra mendekati suaminya, tidak bisa lagi mempunyai seorang anak adalah kesedihan Max saat ini. Ia memeluk suaminya, "Tidak apa - apa sayang."


Mike menatap wajah murung Pamannya dan Lyra serta mata mereka yang basah. Apa ada yang terjadi pada Paman atau Lyra? Kenapa wajah mereka langsung berubah sedih saat berbicara tentang anak?


__ADS_2