
Sudah 6 bulan sejak dia berpisah di rumah sakit dengan Nara. Noah kembali ke Negaranya tapi sampai saat ini dia belum mendapatkan kabar lagi dari wanita itu. Setelah Nara berhasil hidup saat tertembak tapi wanita itu juga butuh perawatan yang sangat lama, saat itu hanya dia yang menemani wanita itu di rumah sakit. Nara tetap tak ingin menghubungi keluarganya, jadi dia hanya mengatakan pesan pada keluarganya jika Nara sudah berpamitan padanya dan pergi keluar negeri kembali.
Nyonya Vennie dan Lyra mempercayai ucapannya tanpa ada kecurigaan apapun kecuali Max, pria itu mengetahui tentang Nara dan pernah beberapa kali menengok Nara selama wanita itu dirawat di rumah sakit.
Kini dia sedang melakukan VC bersama kedua anak angkatnya, "Daddy Noah, Ainsley menjadi seorang kakak. Baby baru lahir, Daddy Max baru saja menelepon dari rumah sakit!"
"Wow, congrats sayang. Ainsley happy?"
"Yeahh, Daddy kesini ya. Ainsley juga sudah kangen sama Daddy Noah."
"Ya, kapan Daddy Noah datang lagi?" tanya Archie.
"Harus menyesuaikan jadwal Daddy, ok."
"Ok, Daddy Noah we love you."
"Love you too, Daddy harus pergi."
"Ok bye, Daddy Noah."
Noah mematikan panggilannya, dia sedang berjanji di sebuah kafe dengan wanita yang dijodohkan orang tuanya.
"Hai, Noah?"
"Ya. namamu Belinda?"
__ADS_1
Belinda mengangguk lalu dia duduk di kursi terhalang satu meja kecil di depan Noah.
"Aku datang karena permintaan Ayahku, kamu tau 'kan jika kamu adalah calon pewaris Perusahaan Dreamtex. Meskipun profesimu sekarang seorang Dokter, suatu saat semua akan diwariskan padamu. Ayahku sangat menginginkanmu menjadi seorang menantu, tapi apa aku boleh jujur?"
"Silahkan," jawab Noah.
"Aku sudah mempunyai seorang kekasih, lagipula aku bukan wanita serakah akan kekayaan. Profesiku juga adalah seorang pembisnis, aku tidak memerlukan uang. Tapi Ayahku mempunyai penyakit jantung dan akan melakukan operasi beberapa bulan lagi, jadi bisakah kita hanya berpura-pura memiliki hubungan untuk sementara ini?"
Noah menatap wanita cantik di depannya tapi ada sesuatu yang kurang saat dia melihatnya, entahlah...
"Baiklah, aku memang tidak mempunyai kekasih jadi aku sepertinya tidak keberatan untuk membantumu."
Senyum mengembang di bibir Belinda, "Terima kasih," wanita itu mengulurkan tangannya.
"Sama-sama."
"Tentu, aku akan menjemputmu. Kabari aku..."
Belinda mengangguk, "Aku pergi, kau lihat orang berpakaian biru diluar itu. Dia adalah kekasihku, Dominic. Aku tak bisa berlama-lama, dia adalah tipe pria pencemburu."
Noah terkekeh, "Silahkan."
Setelah Belinda pergi, Noah menyeruput minumannya. Tiba - tiba sesosok punggung seorang wanita yang sudah dipikirkannya selama 6 bulan ini lewat di luar jendela kafe, dia seketika berdiri. "Nara!"
Noah berlari kecil membuka pintu kafe keluar mengejar sosok tadi, tapi sosok wanita itu menghilang, "Apa bukan dia?"
__ADS_1
***
Leticia, Ibu Mike sedang memilih - milih kacamata untuk pergi berlibur. Mike memberikan tiket liburan ke Bali untuk berwisata disana. Dia baru kali ini mendengar nama Negara Indonesia, Bali. Tapi melihat tempat-tempat indah dari internet sepertinya itu akan menyenangkan. Dia juga akan membeli kado untuk diberikan pada bayi Max yang baru lahir.
Bruk!
"Ahh!" sesuatu menabraknya. Ternyata sebuah stroller bayi menabrak kakinya.
"Nyonya, maafkan saya. Saya tidak sengaja."
Sebuah suara merdu wanita muda meminta maaf padanya, Leticia seketika menatap wajah wanita yang memakai masker menutupi wajahnya. "Tidak apa-apa. Apa ini bayimu?" lalu pandangannya terjatuh pada sosok bayi mungil laki-laki di dalam stroller itu.
Annabel terkejut karena mengenali siapa wanita yang tengah berbicara padanya, Ibu Mike. Dia sedikit gugup pasalnya wajah anaknya sangat mirip dengan Mike, dia ingin menutupi wajah anaknya tapi terlambat Ibu Mike sudah membungkuk melihat anaknya.
"Lucunya, anak tampan. Berapa usianya?"
"H-hampir 6 bulan, Nyonya." Jawab Annabel gugup.
Degh!
Leticia terperanjat saat merasa tak asing melihat mata dan alis bayi laki-laki itu, apalagi hidungnya jika di perhatikan dengan seksama sangat mirip dengan putranya, Mike saat bayi. "Ini bayimu? Siapa Ayah bayi ini?" ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Leticia.
"Ada Nyonya, Ayahnya ada. Maaf, tapi saya harus segera pergi. Permisi..."
Annabel dengan cepat mendorong stroller pergi tergesa-gesa dari sana, asistennya mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Leticia masih memandang ke arah wanita itu pergi, "Kenapa sangat mirip dengan Mike?"