Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Divonis Tidak Bisa Mempunyai Anak kembali.


__ADS_3

Malam itu sinar bulan menerangi wajah istri cantiknya yang sedang tertidur dalam pelukannya, tubuh polos istrinya itu terbungkus selimut. Max mengingat malam dimana ia masuk ke dalam laut bersama istrinya lalu setelahnya mereka bercinta di dalam tenda. Malam itu seperti malam ini, sinar bulan penuh menyinari wajah istrinya melalui kaca besar kamar yang tak tertutup, apakah malam itu pertama kali ia jatuh cinta pada Lyra?


"Sepertinya iya, malam itu wajahmu yang ceria bermain air disinari cahaya bulan terlihat luar biasa cantik. Saat itu sepertinya pertama kalinya aku jatuh cinta padamu, sayang," Max mengecup kening istrinya, pelukannya semakin erat


"Emm..."


Max tersenyum mendengar gumaman istrinya dalam tidur, mereka baru saja selesai menyalurkan hasrat mereka yang tertahan selama 8 tahun. Selama ini Max sudah pergi ke psikolog untuk mengobati penyakit-nya, dengan meminum obat - obatan dari Dokter selama 8 tahun ini ia bisa bertahan dari penyakit *** gilanya. Tapi Dokter juga memberikan berita buruk untuknya, karena sering meminum obat - obatan ada kemungkinan ia tak bisa mempunyai anak kembali.


"Terima kasih kau sudah memberikanku kebahagian dengan kembali padaku dan memberiku sepasang anak, kau tidak tau betapa sangat berharganya kalian bagiku. Maafkan aku sayang, jika suatu saat kau ingin mempunyai anak lagi aku tidak bisa memberikannya," sedih Max.


"Apa yang kau katakan?" Seketika mata Lyra terbuka, ia tadi terbangun karena suara suaminya dan berniat tidur kembali tapi perkataan Max selanjutnya membuatnya tak ingin terpejam lagi.

__ADS_1


"Kamu terbangun, apa kedinginan?" Ucap Max seraya merapatkan selimut yang membungkus tubuh polos istrinya.


"Jawab dulu," paksa Lyra.


Max menatap mata sayu istrinya, ia menghela nafas pasrah, "Aku mempunyai penyakit, kau tau bukan? Sejak kita menikah aku tak pernah puas hanya bercinta denganmu sekali bahkan aku bisa beberapa kali menyiksamu dalam semalam, itu karena penyakit hyper-ku. Saat bersamamu aku tak pernah meminum obat lagi, tapi saat kamu pergi aku mulai pergi ke Psikolog dan mendapatkan pengobatan tapi Dokter mengatakan aku tak bisa mempunyai anak kembali, aku sudah cacat sayang... maafkan aku, aku tak bisa memberikanmu anak lagi."


Tubuh wanita dalam pelukannya bergetar, "Kamu menangis? Apa kamu menyesal kembali padaku?" tanya Max.


Ucapan Lyra terpotong dengan ciuman Max, bibir Max menciumi air mata di wajah istrinya menciumi bergantian kedua mata wanita yang dicintainya itu, "Jangan pernah ada air mata lagi sayang... kita berjanji akan selalu bahagia."


Lyra mengangguk, ia membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya memperlihatkan kulit putih telanjangnya dengan tubuh yang berlekuk sexy. Ia mulai menciumi setiap jengkal wajah suaminya dan berakhir di bibir Max. Tangannya mengelus tubuh berotot Max, menelusuri setiap tubuh sensitif suaminya.

__ADS_1


"Ternyata kamu sudah mengenal titik sensitif tubuhku, sayang..." Max terbuai dengan permainan bibir dan tangan istrinya, ia menahan gairahnya yang sudah memberontak ingin disalurkan. Tapi ia mencoba menahannya dengan menerima semua perlakuan lembut istrinya.


Bibir lembut Lyra turun ke leher lalu ke dada berotot Max, saat ia mengecup disana ia merasakan tubuh Max menegang dan mulutnya mendesah. Ia tersenyum senang, bibirnya semakin turun ke perut sexy suaminya, bibirnya bermain sebentar disana kemudian turun ke bawah menuju benda kenyal Max yang sudah membengkak besar. Saat ia akan mengulumnya, suaminya menahan wajahnya. "Sayang, jangan... aku sepertinya tak bisa bertahan lama jika kau memainkannya..."


Max menarik lembut tubuh istrinya kembali ke atas, kini wajah mereka berhadapan, "Kau nakal, Nyonya Max!" Ucap Max seraya meremas lembut sebelah dada sexy istrinya membuat Lyra menjerit kecil.


"Xixixi... kau yang mengajariku nakal! Kau tidak suka wanita pemberontak, jadi rasakan ini!" Ucap Lyra seraya mengulum ujung dada Max.


"Ahhh... "


Mereka akhirnya mulai saling menyerang daerah sensitif masing - masing membuat suara - suara er4ngan sampai bulan di langit pun meredupkan cahayanya karena malu.

__ADS_1


__ADS_2