
______
Kendrick mulai mendekatkan bibir mereka, dia mulai mencium bibir Ameera dengan lembut meresapi rasa wanita itu. Bibir Ameera kenyal wangi tubuh yang harum menyeruak menusuk hidungnya membangkitkan hasratnya. Seketika dia memperdalam ciuman mereka, tangannya mengelus paha putih mulus Ameera yang sejak awal sudah menggoda matanya.
"Ahhh...." errangan lolos dari bibir Ameera saat bibir Kendrick berpindah pada leher jenjangnya.
__ADS_1
Mendengar suara errangan dari bibir Ameera, tangan Kendrick mulai membuka satu - persatu kancing kemeja wanita itu.
"Tunggu..." cegah Ameera.
"Kenapa?" suara serak lelaki itu terdengar jelas.
"Baiklah, tunggu." Kendrick menurunkan tubuh Ameera lalu berjalan ke mejanya melalui interkom dia memanggil Immanuel.
__ADS_1
Setelah selesai dia kembali menghampiri Ameera dan membaringkan tubuh wanita itu ke atas sofa dan mengukung dengan tubuhnya. "Mari mulai," dia kembali melanjutkan membuka kancing kemeja Ameera, setelah 3 kancing atas terbuka kepalanya turun ke bagian dada wanita itu.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," ucap Kendrick di sela isapannya di dada kenyal Ameera.
Pintu terbuka, Immanuel masuk lalu menutup pintu. Saat mencari keberadaan Bos-nya seketika dia tertegun mematung. Bagaimana tidak mematung? Sang Bos sedang menikmati tubuh seorang wanita di atas sofa, apalagi wanita itu adalah istrinya!
__ADS_1