
Noah sedang membaca informasi di tab-nya tentang Nara yang dikirim oleh Belinda. Disana disebutkan Nara adalah seorang simpanan dari seorang pembisnis senjata, di negaranya pria bernama Demon adalah seorang Mafia. Pria itu mempunyai bisnis yang besar, mempunyai seorang istri yang dulunya adalah putri dari sang Bos, setelah sang Bos meninggal Demon menggantikan posisi ketua.
Nara sendiri adalah mantan pekerja wanita malam, Noah sempat mendengar dari Lyra tentang hidup Moana. Ternyata Demon adalah langganan Nara saat wanita itu masih menjadi pekerja ****.
Noah memijit kepalanya, "Apa Nara sudah bahagia dengan hidupnya sekarang? Mendengar cerita hidupnya dari Lyra, dunia terlalu kejam untuknya."
Tok... Tok...
"Masuk."
"Dokter Noah, Anda sudah boleh istirahat. Pasien barusan adalah pasien terakhir."
Noah mengangguk, "Ok."
Pria itu merenggangkan tubuhnya, berdiri dari kursi dinasnya. Membuka jas kebesaran nya, merapikan pakaian sebentar lalu keluar ruangan.
Noah berjalan ke arah kantin rumah sakit, sekarang sudah lewat waktunya makan siang tapi pasien harus lebih di utamakan. Tiba-tiba langkahnya terhenti, sekarang dia yakin di depan nya adalah Nara. Wanita itu keluar dari ruangan Dokter spesialis kulit, "Nara!"
Moana terhenyak, hanya satu orang yang selalu memanggil namanya Nara, Noah. Dia ingin pergi kabur, tapi tubuhnya berkhianat dan malah berbalik ke arah pria itu yang memanggilnya.
__ADS_1
Noah melangkah besar menghampiri Nara, "Ternyata benar, Nara apa kabarmu?"
"Hai, Noah. Seperti yang kamu lihat, begini lah keadaanku. Kamu juga sepertinya baik."
"Ayo ngobrol sebentar, kamu tidak ada kabar sejak lama. Apa malam di pesta topeng itu kamu? Mamamu bahkan Lyra sering memikirkan keadaanmu, saudarimu juga sudah melahirkan. Itu berkat kamu, apa sekarang mentalmu baik-baik saja? Kamu menurutiku untuk pergi ke seorang psikolog?"
Sudut mata Moana melihat sosok Slayer di kejauhan sedang menatap ke arahnya, " Noah, Aku harus pergi. Aku tidak bisa berlama-lama."
"Tunggu, aku tidak tau kenapa wajahmu tiba-tiba menjadi was-was. Tapi ini adalah nomer teleponku, hubungi aku disini," Noah menjejalkan kartu nama pribadinya ke dalam tangan Moana.
Moana tak menjawab, dia pergi berlalu dari sana dengan cepat tak ingin membuat kekacauan yang akan membuat Noah terjebak di dalam hidup gelapnya.
***
"Slayer, kali ini saja jangan katakan apapun pada Demon."
Akhirnya Slayer menatap simpanan sang Bos dari kaca spion depan, dia berbalik kembali ke depan tetap fokus mengemudi.
Moana hanya bisa pasrah, menghela nafasnya berat. Dia masih menggenggam erat kartu nama Noah di telapak tangannya lalu membuangnya keluar mobil.
__ADS_1
Brakkk! Saat Moana di dalam kamar, suara bantingan pintu mengagetkan nya.
Moana sedang diolesi salep dari Dokter dikulit punggung yang dipecut Demon semalam, dia melihat mata Demon menatapnya marah. Dia yakin Slayer sudah melaporkannya, "Kamu keluarlah, biar aku olesi sendiri nanti." Ucapnya pada staff Rumah yang mereka sewa disana.
Aku harus merayunya.
Setelah staff itu pergi, Moana bangun dari kursi riasnya. Berjalan menghampiri Demon, "Ada apa? Kamu marah lagi padaku? Apa Slayer mengatakan sesuatu?" tangan Moana melancarkan aksinya merayapi tubuh kekar Demon, bibirnya menyapu wajah pria itu.
"Siapa pria itu? Kau baru 4 hari disini, tidak mungkin mengenal seseorang bukan?" tanya Demon dengan suara serak, gairahnya sudah terpancing.
Moana tak menjawab, dia menghisap tulang selangka Demon maju naik ke arah bibir pria itu lalu menciumnya bergairah.
Demon melepaskan pagutan Moana, "Siapa?" pria itu masih menahan hasratnya.
"Aku hanya pernah bertemu sekali dengannya, itu di Negara asalku. Kami tidak ada hubungan apa-apa, kau bisa menyelidikinya."
Demon menatap mata Moana, "Kau tau akibatnya bukan jika berani mengkhianatiku? Moana! Kau dan pria itu akan mati mengenaskan. Jaga perilakumu! Dulu kau hanya wanita malam yang menjual tubuhmu! Sekarang kau adalah wanitaku, milikku!" Pria itu menggigit bibir Moana sampai tercium bau amis darah.
Dengan kasar Demon menarik tubuh Moana lalu melemparkannya ke atas ranjang. Pria itu melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh kekarnya. "Ingat Moana! Kau hanya milikku!"
__ADS_1
Lagi, satu malam menyiksa untuk Moana. Di pikirannya terlintas sekelebat bayangan wajah Noah yang mencemaskan nya tadi di rumah sakit, pria itu masih memperdulikannya akhirnya membuatnya tersenyum dan tak merasakan rasa sakit di tubuhnya lagi.
__________________END_________________