
Max sedang bertemu relasi bisnisnya di sebuah Restoran mewah, tiba - tiba sekelebat bayangan wanita menarik perhatiannya.
"Lyra? Sedang apa dia disini?" Max seketika bangun dari tempatnya duduk, dia meminta ijin pergi pada kolega bisnisnya.
Max berjalan dengan langkah besar setengah berlari, ia mengikuti bayangan mirip sosok istrinya itu. Tapi saat ia menyusulnya sosok itu menghilang. "Aneh, sepertinya itu Lyra," gumamnya.
Max mengambil ponselnya, mendekatkan ponsel ke telinga tak lama suara istrinya terdengar, " Iya, Max."
"Kau ada dimana? Aku sepertinya melihatmu di Restoran, aku sedang ada pertemuan disini."
"Aku masih di lokasi syuting, mungkin kau salah melihat." Jawab Lyra dalam sambungan.
"Mungkin, anak - anak siapa yang jemput? Apakah Ibumu lagi?" tanya Max.
"Ya, mereka akan bermain di rumah Mama sebentar."
"Biar nanti aku yang jemput di rumah Mamamu, sebentar lagi pertemuanku selesai. Hati - hati sayang, aku mencintaimu." Ucap Max.
"Aku juga mencintaimu," balas Lyra.
"Aku tutup," Max lalu mematikan panggilan, ia merasa tidak salah melihat sesosok wanita tadi, wanita itu memang sangat mirip istrinya, jika bukan Lyra lalu siapa?
Moana sedang menatapnya dari sudut ruangan, terhalang gorden Restoran, ia tersenyum penuh misterius. "Tunggu sebentar lagi Max, aku akan datang padamu."
__ADS_1
***
Mike akhirnya bisa berkumpul kembali bersama dengan Ibunya, ia menatap Pamannya dan para sepupunya. "Makasih Paman, aku bisa bersama Mama kembali. Nah, Archie dan Ainsley ingin hadiah apa dari Kakak? Nanti Kakak Mike belikan."
"Sini, Ainsley bisikin..." ucap si gadis kecil.
Max mengerutkan keningnya saat melihat putrinya itu membisikan sesuatu pada Mike. Apalagi setelah mendengarnya, keponakannya itu menatapnya dengan tersenyum aneh. "Apa?" bingung Max.
"Rahasia! Stttt... xixixi." Jahil putrinya.
Sedangkan Archie hanya cemberut, hari ini ia sedang kesal karena di sekolah ia dirundung teman barunya. Seorang bocah seusia dirinya yang pernah bertemu dengannya di Restoran, bocah lelaki nakal.
"Ainsley, ada apa dengan saudara kembarmu? Kenapa cemberut seperti marmut?" goda Mike.
Archie yang sedang kesal seketika emosi karena diledek, ia menarik kasar rambut kepang saudarinya.
"Arghhtt, sakit!" teriak Ainsley kesakitan.
"Rasain!" Archie mengeluarkan lidahnya mencemooh.
Seketika Ainsley menangis, "Lihatlah Daddy! Archie nakal! Hukum dia Daddy! Huwaaaa..." tangisannya semakin keras.
Mike menatap ke arah Ibunya, " Mah, apa aku senakal ini saat kecil?"
__ADS_1
"Sangat luar biasa nakal... bahkan kau sering merebut mainan milik Pamanmu. Ckckck..." Ibu Mike menggeleng seraya tersenyum.
"Jadi karena itu sekarang Paman yang merebut sesuatu dariku, hahaha..."
Max ikut tertawa mendengar obrolan Kakak perempuannya dan Mike, ia sangat bahagia sudah bisa mengembalikan kebahagian keluarganya. Ia melihat putrinya yang masih menangis, ia berjongkok menghadap gadis kecilnya itu, "Sayang, Archie tidak sengaja. Bukankah kamu yang lebih dulu meledek saudaramu? Jadi, sebenarnya siapa yang salah?"
"Ya, Daddy. Ainsley yang salah, maaf Archie..." ucap gadis kecil menggemaskan itu seraya memeluk saudara kembarnya.
Archie menarik nafas pelan seperti pria dewasa, ia menepuk pelan punggung saudarinya, " Aku juga salah, maaf."
"Max, dimana istrimu?" tanya Ibu Mike.
"Dia masih ada meeting dengan para kru produksi, sekarang aku akan menjemputnya. Tolong bantu aku jaga kedua anakku, Kak." Jawab Max.
"Pergilah, Paman. Mereka akan bermain bersamaku, iya kan anak - anak?" timpal Mike menawarkan diri.
"Yaaaa!" seru Ainsley, gadis itu sangat semangat.
"Kalau begitu Daddy pergi, bye." Pamit Max.
"Bye, Daddy. Jangan pulang cepat, bawa Mommy jalan - jalan dan makan enak. Daddy tau kan Mommy suka eskrim..." teriak gadis kecil itu pada sang Ayah saat Max berjalan pergi.
"Oke, my-princess!"
__ADS_1