Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Kelucuan Di Pagi Hari.


__ADS_3

Max duduk di sofa single memakai bathrobe dengan sebuah iPad di pangkuannya, ia sedang memeriksa beberapa dokumen penting Perusahaan. Sesekali mata jernihnya menatap ke arah wanita mungil yang masih betah bergelung dalam selimut dengan tubuh polosnya. Bibir Max tak henti - hentinya terkekeh mengingat kejadian semalam, ternyata kelemahan istrinya tidak bisa meminun alkohol dengan kadar tinggi.


"Umm... Ahhh... tenggorokanku sakit, dimana ini?"


Mendengar gumaman dari Lyra, Max segera menyimpan iPad ke atas meja lalu bangun berjalan mendekat ke arah ranjang, "Sayang... Morning!"


Mata Lyra dengan perlahan terbuka, ia menyipitkan matanya merasa silau dengan cahaya dari jendela. Ia berguling berbalik ke arah sebaliknya, seketika matanya disuguhkan dada lebar berbulu seorang pria yang penuh dengan red mark. Tatapan matanya menyusuri tubuh si pria dari dada ke arah jakun di leher lalu terjatuh pada wajah tampan suaminya. "M-max?"


"Em, kau pikir aku siapa? Kekasih gelapmu?" goda Max sambil terkekeh.


"Kita dimana?" akal sehat Lyra belum kembali, ia masih linglung.


"Kau tidak ingat kita sedang berbulan madu?" Max menaikkan satu alisnya, senyumnya mengembang menggoda.

__ADS_1


Seketika pikiran Lyra flashback kembali pada ingatan semalam, sebelum dirinya mabuk sampai ia menyerang suaminya terus menerus. "Aku gila!" Lyra berteriak seraya turun dari ranjang ia berdiri dengan kedua tangan menutup wajahnya tapi wanita itu lupa jika ia sedang tidak memakai apapun di tubuhnya.


"Apa kau sedang menggodaku pagi - pagi, Nyonya Max?" goda lelaki itu terkekeh.


Lyra segera melepas tangan dari wajahnya, menatap tubuh polosnya yang juga banyak red mark bertebaran di area kedua dadanya sangat merah seperti digigit hewan besar. "Max! Kau! Arghttt... Itu bukan aku! Semalam wanita gila itu bukan aku..." Lyra berlari histeris dengan bertelanjang ke arah bathroom.


Brakkk!


"Maksudmu, kau ingin aku melupakan kejadian luar bisa semalam? Lalu kini kau berpura - pura menjadi wanita polos? Mimpi saja, sayang. Hahaha..."


Brakkk!


Lyra menutup keras pintu bathroom kembali, ia menggigit bibirnya menahan kesal. "Biarpun aku melakukannya dengan suamiku, tapi aku juga malu! Dasar suami hyper!" gerutunya di dalam bathroom.

__ADS_1


"Sayang! Cuci bersih seluruh tubuhmu, aroma bercinta kita semalam sangat pekat menempel padamu! Hahaha..." Max menjahilinya berteriak dari luar bathroom.


"Diam!" kesal Lyra, ia dengan cepat berdiri di bawah shower dan segera membuka airnya dengan besar.


Max merasa lucu dan terus tertawa karena ia melihat sisi lain kelakuan istrinya yang baru ia ketahui, jika istrinya itu bisa seagresif seperti semalam dan menggila di atas tempat tidur besok - besok ia akan selalu menyediakan minuman alkohol dalam jumlah besar di Mansion, "Hahaha..."


Tak lama Lyra keluar memakai bathrobe dengan rambut basah yang sedang ia keringkan dengan handuk kecil seraya berjalan dengan bibir cemberut ke arah suaminya. "Kau puas, Tuan Max? Kau puas menertawakanku?"


Max menarik tubuh harum istrinya, "Aku sangat luar biasa puas semalam, terimakasih sayang..." ia menarik tubuh Lyra duduk ke atas pangkuannya.


Lyra mengalungkan kedua tangannya di leher Max, "Jangan jadikan kelemahanku menjadi bahan olokan atau kau akan tau akibatnya, Tuan Max Xavier!"


Max menarik dagu istrinya, mendekatkan bibir lembab mereka lalu menyatukannya. Mereka berciuman penuh dengan cinta, menikmati setiap hisapan dari bibir pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2