
Setiap hari hanya kebahagian yang dirasakan Max dan Lyra, bahkan kini putranya Archie sudah menerima kehadiran sang Daddy. Film Lyra pun akan segera rampung, syuting telah berlangsung selama 4 bulan.
Di lokasi syuting Lyra sering bertemu adik tirinya Linda, adik tirinya itu terpilih menjadi pemeran pengganti Annabel. Saat pertama kali ia bertemu Linda lagi, ia hanya menyapanya sebagai seorang Sutradara. Ia tidak ingin mengulik lagi kehidupan masa lalunya yang suram, bahkan tidak ingin tau keadaan Ayah kandungnya sekarang. Tapi yang ia dengar karena Linda sudah tidak terkenal lagi, pemasukan untuk keluarga mereka sekarang sudah tidak besar lagi. Bahkan beberapa kali Ayah kandungnya itu ingin bertemu, Max selalu melarangnya dan ia hanya menuruti keinginan suaminya.
"Sutradara Jade, syuting kita akan berakhir minggu ini. Apakah kita akan merayakannya?" tanya asistennya.
"Tentu, kamu atur semuanya. Termasuk undangan untuk Investor - Investor film ini. Semua biaya dariku, itu lah keuntungan menjadi istri dari seorang pria kaya, bukan?" candanya.
"Xixixi, aku sangat iri padamu. Karir bagus, suami kaya raya dan tampan juga mempunyai anak sepasang twins. Ah... itu mimpi setiap wanita," celetuk asistennya.
"Cih! Menyombongkan kekayaan suami, apa bagusnya?!" komentar Linda.
__ADS_1
"Tentu saja harus disombongkan, daripada wanita yang selalu menggoda seorang pria yang jelas - jelas pria itu menolak. Tidak punya harga diri!" sahut Annabel menyindir Linda seraya berjalan mendekati Lyra.
"Kau! Apa perdulimu aku selalu menggoda Mike?! Kau bukan siapa - siapanya!" balas Linda melotot pada Annabel.
"Aku memang bukan siapa - siapanya Mike, tapi setidaknya aku punya harga diri tak menggoda aktor - aktor pria yang bermain bersamaku. Aku menjadi seorang aktris untuk menjadi seorang bintang bukan menjadi penggoda setiap lelaki!" balas Annabel tak mau kalah.
"Sayang, jangan hiraukan dia. Wanita ini memang sudah tak punya harga diri sejak dulu, ayo pergi." Ajak Lyra seraya merangkul pundak Annabel.
Tapi saat mereka sudah menjauh, Lyra tiba - tiba tertawa, "Kau wanita hebat, Annabel. Aku akui perkataanmu tadi pada wanita tak tau malu itu bisa menjadi quotes terbaru untuk para wanita! Wkwkwk..."
Kini kandungannya sudah hampir kelihatan, ia bersyukur syuting film akan segera berakhir. Selama syuting ia terus menerus merasakan mual dan terkadang tidak fokus melakuan adegan. Tapi sebentar lagi ia bisa menyelesaikan syuting dan akan mengajukan cuti untuk sementara ia akan mundur dari dunia hiburan.
__ADS_1
Tiba - tiba Annabel merasa sedih, ia tidak akan bisa bertemu Mike lagi. Apalagi ia tidak mengatakan perihal kehamilannya pada Mike, ia tidak ingin membebani lelaki itu. Sekarang lelaki itu sedang berada di puncak kejayaannya menjadi seorang aktor, ia tidak ingin menghancurkan lelaki yang dicintainya.
"Kenapa kau melamun?" tanya Lyra melihat raut kesedihan di wajah Annabel.
"Tidak, hanya saja aku akan merindukanmu saat syuting ini selesai," sahut Annabel kembali ceria.
"Kita bisa bertemu kapan saja, kau bahkan sudah sering datang ke Mansion-ku. Nanti sering - seringlah memberi kabar." Ucap Lyra.
Annabel malah terdiam, tatapannya tertuju ke suatu arah, Lyra mengikuti arah tatapan wanita itu. Ia tersenyum saat mengetahui siapa yang sedang dipandang Annabel.
"Annabel, kenapa kau tak mengejar Mike? Zaman sekarang wanita lebih dulu mengejar sudah biasa, apalagi Mike adalah lelaki pengertian."
__ADS_1
Annabel menggeleng, "Dia adalah seorang bintang besar, pengagumnya sangat banyak. Bahkan fans-nya dari berbagai kalangan, kau tau kan? Fans-nya dari kalangan anak kecil sampai wanita berumur bahkan nenek - nenek juga sangat mengidolakannya, xixi... Mike memang pantas, dia adalah lelaki hebat."
Lyra menarik nafas panjang, memang itu lah sisi negatif dari seorang bintang besar. Dikagumi oleh semua orang bahkan fans-nya terlalu fanatik, itu sangat berpengaruh besar untuk kehidupan pribadinya. Contohnya Mike, dulu saat ia digosipkan dengan sahabatnya itu bahkan kefanatikan para penggemarnya masih membuatnya merasa merinding sampai sekarang karena ia pernah diserang.