
Wanita di dalam foto sedang tersenyum bahagia ke arah kamera dengan Max yang memeluk Moana dari belakang.
"Max! Sepertinya benar dia adalah Kak Nara." Ucap Lyra dengan yakin.
"Sayang, kamu tidak apa - apa?" Max merasakan tubuh istrinya lemas dalam pelukannya.
Lyra mengangguk, ia benar - benar terkejut. Tak disangka benang merah menyatukan hidupnya dengan saudari kembarnya melalui Max.
"Apa kau ingin pulang?" tanya Max.
"Tidak, Max. Malam ini kita akan berbulan madu seperti katamu, ayo." Ajak Lyra menggenggam erat tangan suaminya berjalan ke arah mobil.
Setelah sampai di hotel mereka berdua makan malam romantis di dalam kamar, dengan suasana temaram mereka meminum segelas anggur. Kepala Lyra bersandar pada dada berotot Max, tubuhnya meringkuk dalam pelukan suaminya.
"Anggur merah ini kenapa terasa nikmat, Max? Padahal aku sesekali meminumnya tapi tak seenak ini, xixixi..."
"Apa kau sudah mulai mabuk sayang? Jika iya, kita harus mengakhirinya disini karena aku tidak ingin kau mabuk saat kita melakukannya," tangan Max terulur ingin merebut gelas dari tangan Lyra.
__ADS_1
"Tidak! S-sedikit lagi M-max... ayolah..."
Suara istrinya sudah mulai tak jelas, ia membiarkannya. Max semakin memeluk erat tubuh istrinya.
"Max, lebih cantik aku atau Kak Nara?" racau Lyra.
Max tak ingin menjawab jadi dia hanya diam.
"Max! Kau lebih mencintaiku atau Kak Nara?"
"Max!"
Wanita itu menatap wajah Max yang membayang, tangannya terulur ke wajah suaminya. " Kenapa kau jadi dua orang, Max? Ahhh... kau tampan sekali! Suami siapa dengan wajah tampan ini?"
Max ingin sekali tertawa, tapi hasratnya sudah tak bisa ia tahan. Darahnya berdesir panas, tubuh Lyra dibawah tubuhnya tak berhenti bergerak memancing seluruh gairahnya. "Sayanggg... "
Seketika mata Lyra terbuka lebar, ia menatap wajah suaminya. Dengan sekali gerakan ia berguling menindih tubuh Max, kini tubuhnya berada diatas suaminya, " Kena kau... xixixi."
__ADS_1
Max tercengang, ia tak menyangka tubuh besarnya akan semudah itu terbalik. "Sayang, kamu-" cemasnya, ia melihat mata serta wajah istrinya semakin memerah karena mabuk.
"Apa kau tidak kuat minum?" Max menyipitkan matanya.
"Memangnya kenapa jika aku tidak kuat minum! Jangan remehkan aku, aku akan memakanmu! Ahhh... kau terlihat lezat sekali, pria tampan!" Lyra mulai melepas dress yang menempel di tubuhnya, lalu dengan tangan gemetarnya mulai membuka kancing Max.
Max akhirnya tak bisa menahan tawanya lagi, ia baru kali ini melihat istrinya seagresif ini. "Sini sayang, aku bantu." Max mulai membuka satu - persatu kancing kemejanya sendiri, lalu melepaskan sisa pakaiannya hingga telanjang.
Mata mabuk Lyra seketika membelalak melihat sebuah tiang besar menjulang tinggi ke atas, "Apa tiang ini punyamu? Kenapa tinggi sekali?" seraya menunjuk senjata Max yang sangat besar.
Max terkekeh, " Ini bukan milikku, tapi milikmu. Kau boleh melakukan apa saja pada tiang ini."
Setelah mendengar itu adalah miliknya wanita yang sedang mabuk itu tak menunggu lama, ia membuka mulutnya dan memasukan tiang besar itu ke dalam mulutnya.
Tangan Max mengelus kepala istrinya yang sedang berada di bagian alat vitalnya, ia melengkungkan tubuh bagian bawahnya ke atas, "Sa... yang..."
Istrinya mengangkat kepalanya, dengan cepat Lyra merangkak naik ke atas tubuh Max.
__ADS_1
Max dengan cepat membalikkan tubuh mereka, kini istri nakalnya itu sudah berada di bawah tubuhnya. "Ayo kita selesaikan..." ucap Max seraya mendorong miliknya yang membengkak ke dalam milik istrinya.