
Belinda menepuk bahu Noah, "Ada apa Noah? Kau mencari seseorang?"
Noah masih mengedarkan pandangannya meskipun dia tau tak akan bisa mengenali Nara di tengah orang-orang yang berada disana.
"Sepertinya tadi aku melihat temanku." Jawab Noah.
"Pria atau wanita?"
"Wanita."
"Apa wanita itu sangat penting?"
"Hm, mungkin." Jawab ragu Noah.
Belinda tersenyum sepertinya wanita itu penting untuk Noah, "Setiap pembisnis yang datang wajib di temani pasangan, mungkin aku bisa meminta Ayahku menanyai daftar para tamu pada pemilik Mansion ini. Bagaimana?"
Akhirnya tatapan Noah beralih ke arah wajah Belinda, "Apa tak merepotkanmu?"
"Tentu saja tidak, kau juga sudah membantuku," geleng Belinda. "Nama wanita itu siapa?"
"Nara, ah mungkin juga Moana."
__ADS_1
"Baiklah, sudah sering dalam bisnis kami juga bergonta-ganti nama. Aku akan mencari kedua nama itu, nanti jika ada kabar aku akan memberitahumu."
"Terimakasih."
Belinda mengangguk.
***
"Astaga, Mike. Kapan kita akan mulai meng-shot wajahmu? Sejak tadi kau masih sibuk merias wajahmu itu, menurutku itu sudah cukup pucat. Kau, pergi," Ibunya mengusir penata rias dari sisi ranjang rumah sakit yang ditiduri putranya.
"Ok, mulai." Mike memejamkan matanya, kepalanya diperban terlihat begitu sangat parah.
Para kru yang diajak kerja sama dan dibayar mulai mengambil gambar dari satu sisi ranjang ke sisi yang lain. Setelah yakin video yang mereka rekam bagus juga beberapa foto, mereka menghentikannya. "Cut! Ok!"
"5x lipat aku akan membayar kalian," timpal Max yang berjalan masuk ke dalam kamar rawat. "Kalian atur sampai hasilnya terbaik, sekarang pergilah tapi jangan sampai paparazi mencurigai kalian."
"Ok, Tuan." Para kru bubar membawa hasil rekaman mereka.
"Cih, Mike! Kau terlihat sangat lemah sebagai seorang lelaki, sebenarnya sangat memalukan meminta kembali wanita yang kau cintai dengan cara memelas seperti ini," sindir sang Paman.
Mike menahan emosinya, "Kau mulai lagi, Paman. Selain menyindirku, apa kau tidak ada pekerjaan lain? Pergi sana!"
__ADS_1
Leticia melihat kelakuan adik dan putranya yang sangat kekanakan hanya menggeleng pasrah, kenapa mereka berdua sering kembali bertengkar seperti saat mereka kecil?
"Kalau aku tidak pergi, kau mau apa?" Max menantang keponakannya.
"Aku akan menelepon Lyra, aku akan bilang kau meledek ide darinya," Mike melototi Pamannya.
"Sialan!" Max dengan cepat keluar dari sana, menggerutu sepanjang jalan karena kini dia selalu ketakutan jika menyinggung sedikit saja perasaan istrinya apalagi sampai membuat Lyra marah.
Saat berita tentang Mike seorang bintang besar berada di rumah sakit karena sebuah kecelakaan yang dirahasiakan, semua internet dan televisi menyiarkan berita sang bintang. Bahkan pemberitaannya viral di dunia maya, semua pengguna internet meng-share berita itu dengan jutaan kali.
Annabel menangis saat melihat berita itu, dia menitipkan putranya pada sang asisten lalu bergegas ke rumah sakit tempat Mike dirawat. Tapi di sekitar rumah sakit itu sudah banyak sekali para penggemar Mike yang berdatangan, dia ikut berdesak-desakan dengan mereka.
Mike memperhatikan orang-orang yang membludak di depan gerbang rumah sakit dari iPad di tangannya, para body guard nya dan pengawal-pengawal dari Pamannya sudah bersiap berjaga disekitar rumah sakit.
Dia memperbesar setiap wajah wanita yang datang, satu-persatu dengan sabar. Saat tangannya men-zoom wajah wanita di barisan belakang, dia mengenalinya. Annabel! Aku menemukanmu!
"Mama! Aku menemukannya. Lihat ini dia!" Mike menunjukkan gambar Annabel.
"Bersiaplah disini, Mama akan menyuruh anak buah Pamanmu mengamankannya." Leticia berjalan keluar kamar rawat dengan semangat.
Annabel merasa frustasi, ingin melihat keadaan Mike tapi dia juga tau tak mungkin semua orang disini akan di ijinkan masuk. Dia akan berbalik pergi dari sana, tapi tiba-tiba jalan terbuka lebar kosong di depannya.
__ADS_1
"Nona Annabel, mari masuk. Tuan Mike sedang menunggu Anda."
Annabel melongo tapi dia akhirnya mengikuti langkah pria berpakaian hitam di depannya.