Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Rencana Klarifikasi.


__ADS_3

Max menatap dengan lega ke arah keponakannya, ia sekarang akan fokus pada masalahnya dengan Gabriela. Bagaimana pun ia juga bersalah karena memanfaatkan Gabriela, tapi itu juga karena ia terdesak oleh permintaan Ibunya. Memang dirinya mendapatkan warisan yang sama dengan Kakak perempuannya saat Ayahnya meninggal. Tapi ia pernah bilang kepada Ibunya jika ia tak akan menerima sepeser pun warisan itu dan akan memberikan semua hartanya pada Kakaknya untuk kompensasi atas perlakuan Ibunya dulu pada kakaknya sampai diusir dari rumah.


Jadi karena itu lah Ibunya melakukan perjanjian dengannya untuk menikahi Gabrila karena Ibunya ingin mendapatkan kekayaan dari wanita itu, ia juga turut bersalah karena mengiyakan kemauan Ibunya. Kini Gabriela sudah mulai membalas dendam padanya melalui Lyra, entah apalagi yang akan dilakukan wanita itu ke depannya. Ia harus berjaga - jaga dan juga Mike harus tau tentang itu agar saat syuting keponakannya itu bisa menjaga Lyra juga.


"Mike, semua yang terjadi pada Lyra kemarin adalah perbuatan Gabriela. Dia sepertinya mulai membalas dendam padaku, itu yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Katakan," Jawab Mike.


"Kita tidak tau apa yang akan dilakukan Gabriela lagi, tapi aku juga tidak bisa mengurung Lyra sepeti dulu. Aku tidak ingin mengekang kebebasan Lyra, jadi aku akan tetap membiarkannya bekerja. Kamu harus membantuku menjaga Lyra di lokasi syuting, karena aku tidak bisa berada disana dan juga tidak bisa selalu berada 24 jam disampingnya," Ujar Max.


"Baiklah, tentu saja aku akan menjaganya. Lalu tentang memperbaiki masalah kemarin?" tanya Mike.


"Aku akan mengumumkan pernikahan kami di acara konferensi pers kalian, kamu keberatan sayang?" tanya Max pada Lyra.


"Tidak," jawabnya.

__ADS_1


"Kalau kamu Mike, kamu keberatan?" tanya Max pada keponakannya.


Mike berpikir sebentar, " Aku tidak keberatan."


"Oke, baiklah. Kalau begitu hari ini aku akan mengurus dokumen - dokumen untuk pernikahan kembali. Besok sepertinya kami bisa kembali menjadi suami - istri, jadi lusa kalian bisa klarifikasi dan mengatakan kepada semua orang jika kalian berdua terlihat akrab karena kalian adalah Bibi dan Keponakan. Jadi untuk sementara ini, biarkan saja spekulasi yang sudah beredar." Ucap Max.


"Oke." Jawab Mike.


"Daddy... Archie merebut konsol mainanku!" teriak Ainsley gadis imut dari atas tangga, gadis kecil itu berlari menuruni tangga.


Archie hanya bersedekap di lantai atas menatap tajam ke arah orang - orang dewasa sedang duduk.


"Archie merebut konsolku, padahal disana banyak permainan. Sepertinya dia sedang kesal dan melampiaskannya padaku! Huh!" Ainsley merajuk.


Max menatap ke arah atas, ia tak bisa memarahi Archie jadi ia berusaha merayu putrinya, " Bagaimana jika nanti pergi ke taman bermain milik Daddy, disana Ainsley bisa sepuasnya bermain atau putri cantik Daddy mau ke Galery Game milik Daddy?"

__ADS_1


Kedua mata kecil milik Ainsley membelalak saat mendengarnya, " Milik Daddy?"


"Ya, tapi mulai sekarang semua itu akan menjadi milik kalian."


"Woahhhh... Kau dengar itu Archie! Semua milik Daddy akan menjadi milik kita, kalau kau tidak mau semua itu akan menjadi milikku, xixixi..." gadis kecil itu cekikikan puas.


"Apa kamu sepupu kecilku? Namamu Ainsley?" Mike berjongkok di depan gadis kecil sepupunya itu.


"Ya, namaku Ainsley. Kamu siapa Paman?" tanya Ainsley.


"Aku adalah keponakan Daddy-mu, jadi kita berdua adalah sepupu. Bolehkan aku memelukmu?" Mike tersenyum manis.


"Tentu, karena kita saudara. Bukankah begitu Daddy?" tanya gadis kecil itu.


"Ya, kalian bersaudara." Jawab sang Daddy.

__ADS_1


"Sini, Ainsley peluk..." gadis kecil itu merangkulkan kedua tangannya di leher Mike.


Mike memeluk balik gadis menggemaskan itu, entah kenapa saat memeluk putri Lyra seketika semua perasaannya terasa lega.


__ADS_2