Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Max Datang.


__ADS_3

Moana kembali mengatur nafasnya agar tenang, ia tak ingin Gabriela curiga sebelum ia berhasil menyelamatkan Lyra. "Hahaha... aku sempat terkejut Gabriela! Woah, kau sangat keren!"


Moana maju menghampiri kedua wanita yang duduk menyedihkan di atas lantai, ia menatap Ibu kandung Max lebih dulu. "Apa kabar Nyonya? Hm, sudah 11 tahun kah?"


"Moana, kamu baik - baik saja?" tanya Jovanca mengingat perbuatannya dulu pada Moana bahkan Max tidak tau kejadian itu.


"Menurutmu bagaimana Nyonya? Kau mengirim beberapa pria untuk memper kosaku, aku bahkan ingin mati saat itu! Kau bukan seorang wanita tapi monster berkedok manusia, Nyonya." Sedih Moana mengingat masa lalunya.


"Maafkan aku, tapi saat itu aku hanya berpikir tentang diriku sendiri. Jika Max bersamamu maka semua rencanaku akan kacau, maafkan aku... maaf. Aku tau dulu kamu adalah pe candu obat-obatan ter larang, aku benar-benar tak bisa menerima wanita sepertimu berada di samping Max."


"Ya, aku adalah seorang pe candu itu karena tuntutan hidupku bahkan sejak aku diper kosa hidupku semakin kelam. Tubuhku sudah kotor, darahku juga kotor karena obat-obatan. Aku benar-benar menganggap diriku sendiri adalah wanita hina, sampai aku akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Max. Aku meninggalkannya karena aku sangat mencintainya! Aku mencintainya, tapi aku tidak percaya diri Max akan menerima diriku yang hina ini. Apa kau tau bagaimana keadaanku setelah itu, Nyonya? Aku mencari uang agar bisa mendapatkan uang untuk berobat dari kecanduanku, dengan berpegangan pada seutas harapan bahwa Max masih akan menungguku! Tapi apa kau tau apa yang terjadi saat aku berusaha mencari uang untuk sembuh dan kembali pada Max? Aku dijual menjadi pelacurr dan dikirim keluar negeri. Selama beberapa tahun aku hidup dalam kegelapan, tubuh hinaku dinikmati satu pria dan pria lainnya. Akhirnya aku bisa kabur dari dunia itu tapi meskipun aku bekerja sebagai penyanyi di kafe-kafe, aku masih tetap tak bisa mempunyai banyak uang untuk kembali pada Max. Katakan Nyonya, kenapa dunia sangat kejam padaku? Aku anak yatim piatu di panti asuhan tapi akhirnya terluntang lantung di jalanan, dan baru saja aku bisa merasakan kebahagiaan saat bersama dengan Max bahkan aku memimpikan menikah dengannya mempuyai banyak anak dengannya, tapi semua itu sekarang sudah sirna! Sekarang bahkan posisiku di hati Max telah tergantikan saudari kembarku sendiri, cintaku terenggut. Apa aku harus memaafkan kalian berdua?!" teriaknya marah menatap Ibu kandung Max dan Lyra bergantian.

__ADS_1


"Kakak, kak... maafkan aku. Aku tidak pernah merebut cinta Max darimu, aku... aku..."


"Diam! Aku takkan pernah memaafkan kalian! Tidak akan pernah! Aku akan merebut Max kembali!" Moana lalu berbalik pergi keluar kamar.


Gabriela tersenyum sinis pada Lyra, ia akan menambahkan minyak ke dalam api. "Kau tau Lyra? Tadi Moana bercerita padaku, saat dia menggantikanmu di samping Max, suamimu itu bahkan tidak bisa membedakan kalian berdua sama sekali. Moana bilang, Max sangat buas di atas ranjang saat mereka berhubungan badan. Max bahkan tak ada puasnya menyalurkan hasrat besarnya pada Moana! Hahaha..."


"Tidak! Max tidak mungkin melakukannya, tidak..." Lyra menggeleng lemah, ia merasa hilang harapan memegangi perutnya tanpa semangat.


"Cih!" Gabriela berbalik menyusul Moana keluar.


Saat keluar kamar Gabriela terkejut anak buahnya diluar pintu sedang merintih kesakitan, tubuhnya tiba - tiba ditarik dan sebuah pistol menekan samping kepalanya.

__ADS_1


"Angkat tangamu, Gabriela. Aku tak akan segan untuk membunuhmu, lagipula hidupku tanpa cinta Max sudah berakhir. Aku tidak takut mati, jika kau berulah aku akan membunuhmu lalu membunuh diriku sendiri!" ancam Moana.


"Moana! Apa kau gila?!"


"Ya, tapi aku tidak lebih gila darimu! Suruh anak buahmu melepaskan Ibu Max dan adikku! Cepat!" seraya menekan pistol ke kepala Gabriela.


"Baik! Baik! Jangan berbuat sembrono Moana!" ucap Gabriela ketakutan, "Hei kau! Cepat lepaskan wanita di dalam kamar!" teriaknya pada anak buahnya.


Dengan cepat anak buahnya membawa Jovanca dan Lyra keluar, "Bawa mereka keluar rumah!" teriak Moana seraya menekan lebih keras pistol di tangannya ke kepala Gabriela.


"Bawa mereka keluar!" suara Gabriela sudah bergetar ketakutan.

__ADS_1


Jovanca dan Lyra digiring keluar, Moana masih dengan todongan pistolnya di kepala Gabriela mendorong tubuh wanita jahat itu ke pintu depan. Setelah diluar rumah, mata Moana melirik ke sekitar, saat sudut matanya melihat kode dari Max dia tersenyum. Max sudah datang, Lyra akan selamat!


__ADS_2