Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Ekstra - Jangan Menjadi Pria Plin-Plan.


__ADS_3

Esok harinya Leticia tidak memperbolehkan Putranya bekerja dan menyuruh Mike cancel semua pekerjaan.


Kini Mike sedang duduk di sofa single di kamar Lyra dengan 4 pasang mata menatap padanya, mereka duduk di sofa lain. Dia merasa jengah ditatap tajam seperti seorang penjahat, apalagi kedua sepupu kecilnya ikut menatapnya.


"Ainsley, Archie. Kenapa menatapku seperti itu?" Mike menatap bergantian keduanya.


"Karena Mommy dan Daddy menatap kak Mike seperti ini," jawab polos Ainsley.


"Ainsley, Archie. Mommy dan Daddy sedang ingin bicara serius dengan kakakmu Mike, pergi temui Nenek diluar." Perintah Lyra dari arah ranjang, dia sedang memberi minum baby-nya.


"Ok, Mom." Jawab serentak keduanya lalu berlari keluar.


Mike menatap Pamannya, "Jangan membuatku sepeti seorang penjahat, Paman. Kau harus sadar diri, kau juga melakukannya pada Lyra. Apalagi kau bahkan bermesraan dengan wanita lain, sedangkan aku hanya pria bodoh yang tidak tau ada seorang wanita yang mencintaiku!"


"Keponakan brengsek! Terus saja menyindirku!" Max melototi keponakannya.


"Max, kemarilah. Gendong putramu dan tutup mulutmu. Semua ucapan Mike benar, jadi kau tidak berhak menghakimi keponakanmu." Lyra kesal suaminya dan Mike malah bertengkar.


Max dengan cepat bangun dari sofa berjalan ke arah ranjang, dengan hati-hati menggendong putra kecilnya. "Aku salah Nyonya Max, jangan cemberut begitu padaku."


"Aku hanya kesal, kamu diam dan gendong saja putramu."


"Ok, Nyonya."


Lyra kini memandang Mike, "Semua sudah terjadi Mike, tapi tidak sepertiku yang dulu salah paham pada Pamanmu. Annabel meninggalkanmu karena dia mencintaimu dan semua itu demi kebaikanmu. Aku menyayangi Annabel seperti aku menyayangimu seperti keluarga. Jika kamu tidak mencintai Annabel, untuk apa mencarinya? Bukankah nantinya Annabel hanya akan terluka, dengan para fans-mu yang akan menyerangnya."

__ADS_1


"Ak-aku..." lidah Mike terasa kelu.


"Jangan jadi Pria plin-plan, Mike. Aku tanya kau mencintai Annabel tidak, seperti dia mencintaimu?"


"Ya, aku mencintainya." Jawab Mike dengan yakin.


"Lebih dari uangmu? Profesimu sebagai aktor? lebih dari hidupmu?"


"Lebih dari hidupku, lebih dari segalanya termasuk profesiku." Jawab pria itu lagi.


"Jika aku memintamu berkorban untuk Annabel, seperti dia berkorban untukmu, apa kamu bersedia?"


"Ya. Lyra... coba katakan intinya!" Mike tak sabar.


"Tentu, warisan Papa semua adalah milik kak Leticia. Semua warisan itu adalah milik Mike juga, kamu tau kan aku mempunyai kekayaanku sendiri," jawab Max pada istrinya.


Lyra mengangguk, dia berbalik lagi menatap Mike. "Kau mundur dari dunia hiburan, berhenti menjadi aktor. Buat dunia baru untukmu dan Annabel juga anak kalian. Kau bisa membuat agensimu sendiri, kau masih bisa bergelut dalam dunia film."


Semua mata menatap Lyra, Leticia tersenyum bangga, "Kau memang tidak salah memilih istri, Max."


Max ikut tersenyum bangga, "Karena itu aku takkan pernah ingin kehilangan istriku." Ucapnya seraya mengecup bibir Lyra singkat.


"Jangan berpikir panjang, seperti kata Lyra jangan menjadi Pria plin-plan. Pilih salah satu, Annabel dan anakmu atau karirmu." Leticia menatap tegas putranya.


Mike seketika bangun, "Aku akan memperjuangkan Annabel dan anakku."

__ADS_1


Semua orang merasa lega dan tersenyum bahagia.


"Aku ada usul bagaimana supaya tidak repot mencari Annabel," ucap Lyra.


"Apa?" Mike berjalan semangat ke arah Lyra yang duduk berbaring di atas tempat tidur.


"Buatlah berita jika kau sedang sakit dan dirawat, tapi untuk meyakinkan kau harus dirawat di rumah sakit karena pasti ada paparazi yang akan mencari tau perihal kebenarannya."


"Mama setuju, Mike. Pergilah ke tangga dan jatuhkan dirimu sendiri. Mama akan membawamu ke rumah sakit, itu benar-benar akan meyakinkan jika kau berdarah secara nyata," celetuk sang Mama, dia hanya bercanda.


"Mama!" Mike menanggapi serius ucapan Ibunya.


"Hahaha... kau memang pantas mendapatkannya, Mike." Lyra menertawai sahabatnya itu.


"Ok, ayo mulai atur semuanya." Max angkat bicara, dia memberikan putra mungil dalam gendongannya ke tangan Lyra.


"Ikuti aku!" Max menatap keponakannya lalu bergegas berjalan keluar kamar.


Mike keluar kamar mengikuti sang Paman, mereka akan mulai merencanakan semuanya.


.


.


Note Author : Cerita Mike & Annabel gak usah muter-muter ya, gass aja. Wkwkw

__ADS_1


__ADS_2