Permainan Gila IN A WEDDING

Permainan Gila IN A WEDDING
Aku Akan Pergi Menyelamatkannya.


__ADS_3

Moana dengan cepat meloncat turun dari atas ranjang, ia berniat kabur keluar kamar tapi Max menarik kasar lengannya dan menjatuhkannya ke atas lantai.


"Moana, jangan memancing emosiku. Aku menunggu penjelasanmu dan katakan dimana istriku!"


"Max, kau adalah milikku. Sejak awal kau mencintaiku, kita saling mencintai. Kau tidak ingat, kau sudah berjanji padaku hanya aku wanita satu - satunya untukmu. Max..." Lirih Moana, ia terisak.


Max menatap wajah Moana yang benar - benar mirip Lyra. Dia bahkan berhasil tertipu, dia memang bodoh. Max berjongkok menatap sejajar mata wanita yang pernah mengisi hatinya.


"Kamu tau faktanya, Moana. Bukan aku yang mengkhianatimu tapi kamu yang menghilang dariku. Saat kau pergi aku sempat terpuruk, saat itu aku tidak siap kehilangamu. Bahkan saat aku mengenal Lyra, aku masih memikirkanmu. Saat itu aku membencimu yang meninggalkanku tapi aku juga masih sangat merindukanmu. Bahkan karena perasaanku padamu yang belum usai, aku terlambat menyadari perasaanku pada Lyra dan akhirnya kehilangan dia selama bertahun-tahun. Aku pernah mencintaimu dengan tulus, Moana. Kini aku mencintai Lyra, aku sangat mencintainya. Moana, kisah kita kini sudah usai. Jangan seperti ini, Lyra dan Ibumu sangat menanti kedatanganmu. Selama ini mereka selalu mencarimu, Lyra juga menyayangimu."


Moana menangis memegangi dadanya yang sesak, "Max, apa aku sudah benar - benar telah kehilanganmu untuk selamanya? Apa cintamu untukku sudah berakhir?"


"Ya, cerita kita sudah lama berakhir Moana. Saat dulu kau meninggalkanku, cinta kita sudah usai."


"Max, Max... kamu tidak tau aku terpaksa meninggalkanmu. Tak adakah kesempatan untukku lagi, Max. Dulu aku menghilang karena ingin menjadi wanita yang pantas untukmu, aku kini sudah kembali. Aku..." isaknya.


Max menggeleng, " Kini semua alasan kepergianmu aku sudah tak perduli, Moana. Tapi Moana yang aku kenal adalah wanita baik, ingat dulu saat kita selalu memberi makan orang-orang kelaparan di jalan. Kau yang mengajariku semua kebaikan itu, kau adalah wanita baik, Moana. Tetaplah seperti Moana yang dulu, hatimu..."

__ADS_1


Moana menangis pilu, dia telah kehilangan pria yang dicintainya untuk selamanya.


"Max, Lyra ada ditangan Gabriela. Aku akan pergi menyelamatkannya, maafkan aku..."


"Moana, kenapa? Kau tidak tau Gabriela sangat kejam, saudarimu itu sedang hamil. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Katakan dimana Gabriela menahan Lyra? Aku yang akan pergi." Max memohon.


"Aku tidak tau, Gabriela menolak mengatakan padaku keberadaan Lyra. Percaya padaku Max, aku akan mengoreknya dari Gabriela, aku akan berpura - pura."


Max mengepalkan tangannya, ia menghela nafas merasa sakit di dadanya. "Lyra... sayang..."


"Pergilah besok..." Max berdiri, dengan langkah gontai lelaki itu membuka pintu kamar dia keluar entah kemana.


Noah menatap Moana dengan kasihan, "Ganti pakaianmu, Moana. Lalu temui Ibumu, kamu tidak tau betapa Ibumu dan Lyra selalu menunggumu." Lelaki yang selalu berkacamata itu menggeleng, ia sedikit merasa pusing karena kacamatanya tadi rusak saat wajahnya dipukul Max, tanpa kacamata kini penglihatannya sedikit kabur.


"Aku keluar." Noah pergi keluar kamar.


Moana masih tetap menangis pilu di atas karpet lantai selama beberapa waktu, akhirnya ia berdiri berjalan ke kamar mandi membasuh wajahnya lalu berganti pakaian dan berjalan keluar kamar menuju kamar Ibunya.

__ADS_1


Tok.. Tok... Tok...


Ibunya membuka pintu, seketika Moana lansung memeluk Ibunya, "Mah, aku Nara. Putrimu... maafkan aku... Lyra... dia..."


"Nara? Putriku?" Vennie melepaskan pelukan putrinya lalu memeriksa wajah putrinya dengan seksama.


Moana mengangguk, "Ini aku."


"Oh sayang, kamu akhirnya kembali pada Mama," Vennie menangis bahagia.


"Aku besok harus pergi membawa Lyra pulang, aku ingin tidur dengan Mama malam ini, bolehkah?"


"Ada apa dengan Lyra? Dimana dia?"


"Aku akan menceritakan semuanya pada Mama."


Vennie mengangguk, "Ayo masuk, tidurlah dengan Mama," dia menarik lembut tangan Putrinya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2