
Preview.
Eric memijit tombol kursi roda, dengan cepat pergi dari dapur kembali ke kamar. Dia membuka pintu kamar dan menutupnya kembali lalu menguncinya.
Setelah terkunci, dia berdiri dari kursi rodanya. Berjalan ke arah ruangan rahasia, memijit serangkaian kode membuat pintu rahasia terbuka.
Pria Militer yang sebenarnya adalah Agen rahasia khusus itu membuka kotak kayu segi panjang. Di dalam nya ada 6 kalung militer milik anak buahnya yang mati saat menjalankan misi khusus, termasuk kalung sang kekasih, Erren.
"Aku takkan pernah melupakan kalian, tenang lah kami masih mencari para bajingan itu sampai kami bisa membalas kematian kalian," matanya tertuju pada kalung militer milik kekasihnya, "Erren."
Eric menutup kembali kotak kayu itu menaruh di tempatnya, dia mengambil Cctv mini dari sebuah kotak hitam. "Aku harus memperhatikan gerak-gerik Katlin, entah kenapa wanita itu terasa berbeda. Meskipun kami belum pernah berhubungan layaknya suami istri, tapi aku mengenal sikapnya."
__ADS_1
Pria Agen Khusus itu menggenggam Cctv mini itu di telapak tangan, lalu berjalan keluar dan menutup pintu rahasia menguncinya kembali.
Dengan cepat dia memasang Cctv mini itu di sudut yang tepat di dalam kamar, setelah memeriksa dari Tab-nya dia mengangguk puas. Dia duduk kembali di atas kursi roda dan membuka kunci pintu kamar.
_______
Preview.
"Daddy! Ada apa? Pestaku belum selesai, Dad!" gadis itu menatap keluar jendela, menatap Rick yang berlari ke arahnya.
"Dad! Buka mobilnya, aku dan Rick sudah menjadi kekasih sekarang."
__ADS_1
"Queena!" panggil Rick dari luar mobil, pemuda itu mengetuk-ngetuk kaca mobil.
Vard menginjak pedal gas, melajukan dengan kencang mobil pergi dari rumah utama kediaman Ramberd menuju kediaman nya sendiri.
Setelah sampai dengan kasar Vard memanggul tubuh Queena di pundaknya, menjatuhkan gadis itu ke atas ranjang besar menindih gadis itu. "Queena, kau selamanya adalah milikku!"
Tangan besar Vard merobek gaun dengan kuat, seketika tubuh Queena hanya terbungkus pakaian dalam. "Dadddy.. apa yang kau lakukan... huhu.... Daddy... Ini aku putrimu... Dad..." suara Queena bergetar, tubuhnya bergetar hebat.
"Aku menginginkan mu Queena, sejak lama kau sudah membangkitkan gairahku... kini selamanya kau akan menjadi milikku. Siapa pun lelaki yang mendekatimu, aku tidak segan-segan akan membunuhnya!"
Vard mulai mencium bibir Queena, pagutan ciumannya semakin ganas saat ia mengingat gadis itu dicium oleh lelaki lain. "Bibir ini.. aku menghapus ciumanmu tadi, jangan pernah memberikannya lagi pada lelaki lain. Setiap jengkal tubuhmu adalah milikku, Queena."
Dengan gila Vard memasukkan miliknya pada milik Queena merobek keperawanan gadis itu, menyetubuhinya dengan kasar. "Kau adalah milikku... milikku..."
__ADS_1
Queena hanya menatap kosong langit-langit kamar, bahkan gadis itu tak merasakan lagi rasa sakit di tubuhnya karena kebrutalan Vard.