
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu begitu cepat berlalu, setelah melakukan perayaan kecil di salah satu sudut kediaman, permaisuri Lien kembali kedalam kediaman utama untuk beristirahat, suasana hati nya begitu baik. Begitu pula penghuni kediaman Sakura yang lain nya. Mereka kembali menjalani tugas mereka masing masing dengan riang, bahkan tidak henti henti nya memuji majikan mereka yang telah berbeda kepribadian.
"Hoam... "
Permaisuri Lien menutup mulut nya saat rasa kantuk dari tadi terus menyerang dan membuat nya menguap sepanjang jalan kembali ke kediaman utama.
"Sungguh menyenangkan, ikan yang berada disini sangat besar dan masuk kategori ikan ikan langka. "
"bukkk...
Di hempas kan tubuh nya di atas kasur yang tidak terlalu empuk namun terasa sangat nyaman.
" Sayang sekali orang-orang pada masa ini tidak pandai dalam hal mengolah makanan. "
guman nya lagi sambil memangku kepala nya dengan kedua tangan.
"Mungkin, jika urusan ku di sini telah selesai.. aku harus memikirkan cara untuk membuka sebuah restauran. "
Sambung nya lagi sambil memejam kan mata.
Cres... cress.. cress..
"Ummm...
Permaisuri Lien memicingkan mata nya, ketika tanpa sengaja suara gemersik dedaunan kering yang seperti di injak oleh seseorang sangat mengganggu.
Dengan cepat di bangun kan tubuh nya, dan duduk dengan waspada.
.. krakk..
Kini yang terdengar suara ranting kering yang patah akibat injakan.
Permaisuri Lien bangun dengan hati hati, lalu mengintip dari celah daun jendela yang sedikit terbuka. Manik nya menangkap sosok seseorang berhanfu hitam dan menggunakan cadar diwajah nya berjalan dengan cara mengendap endap dari samping kediaman sakura, lalu melesat naik keatas pohon pohon bunga sakura yang sedang mekar dengan indah nya.
Seringaian terbit di bibir nya, dengan pelan di buka nya daun jendela dan terjun bebas ketanah.
Lalu melesat dengan cepat mengikuti bayangan yang tadi ia lihat.
Mata nya menyipit, ketika melihat pria berhanfu hitam itu masuk kesalah satu kediaman yang belum pernah ia kunjungi.Otak nya berputar, mencoba mengingat informasi dari kediaman mewah di hadapannya. Namun sia-sia, membuat nya sedikit waspada.
Di toleh nya kepala kekiri dan kanan, lalu kembali menatap lurus kearah tadi pria itu menghilang. Perlahan dengan hati hati, dilangkah kan kaki nya untuk mendekat sambil memperhatikan daerah sekeliling.
__ADS_1
"Dua penjaga berada di depan pintu kediaman, dua nya lagi melakukan patroli kearah yang berlawanan. Namun kenapa tidak ada yang pengawal yang menjaga di sisi bagian belakang? "
Guman permaisuri Lien pelan sambil terus melangkah.
"Heh.. ini sangat menarik perhatian, ternyata orang orang ini memang sedang melakukan konspirasi. "
Di rapatkan tubuh nya ketembok bangunan kediaman yang lumayan sepi itu, terdengar suara dua orang sedang berbicara dengan cara berbisik.
"Kenapa kau lama sekali? "
tanya seseorang, yang bisa di pastikan itu adalah seorang wanita.
Permaisuri Lien berusaha agar semakin mendekat, namun memastikan kedatangan nya tidak terlihat.
"Maaf kan hamba nyonya, para pengawal sedang melakukan patroli rutin dan hamba harus selalu berhati-hati. "
jawab pria yang menggunakan hanfu hitam.
Permaisuri Lien menyembul kan sedikit kepala nya, untuk mencari tahu siapa yang sedang dia selidiki.
Seorang wanita bergaun merah muda memutar tubuh nya menghadap kearah tempat pria berhanfu hitam itu berlutut.
"Selir Yue Yin.. "
Guman permaisuri Lien pelan, namun cukup memancing indra pendengaran pria berhanfu hitam.
Pria itu menoleh kebelakang, memiringkan sedikit kepala nya.Bisa di pastikan, orang itu memiliki ilmu beladiri yang tidak bisa di abaikan. Karena, orang-orang yang selalu mengolah tubuh.. Tingkat kewaspadaan dan pendengaran yang mereka miliki lebih tajam dari orang biasa.
Tanya selir Yue Yin penasaran , ia pun ikut melirik kearah dimana pria berhanfu hitam itu menoleh kan kepala nya.
"Seperti nya ada yang sedang memperhatikan kita. "
Bisik pria berhanfu hitam itu lagi. Lalu segera bangun dari duduk nya dan dengan cepat melesat kearah pintu dari tempat nya muncul.
Di periksa nya semua celah yang berada di bangunan samping kediaman mawar milik selir ketiga itu, lalu kembali masuk kedalam ruangan dan menarik daun pintu.
Permaisuri Lien yang sempat memanjati tembok dan bergelantung di atas kayu peyangga yang berada bagian atas kediaman, kemudian segera meloncat untuk turun.
"Hufh.. pendengaran nya cukup tajam, aku harus lebih berhati hati."
Di perhatikan area sekeliling dengan detail.
"Aku harus mengetahui nya nanti, lebih baik saat ini aku kembali kekediaman milik ku. "
Permaisuri Lien melangkah dengan cepat, lalu hilang di balik bayang bayang pilar pilar besar.
🌾Kediaman Sakura
__ADS_1
"Bukk..
" Aaaaaaaaaaaa.... ummm.. umm..
Jian Mi berteriak keras, namun dengan cepat mulut nya di tutup oleh seseorang dari belakang.
"Pelan kan suara mu itu.. Jian Mi ."
Ujar seseorang yang baru saja masuk dengan cara meloncat dari jendela kamar permaisuri Lien.
Gadis pelayan itu segera berlulut seketika di lantai saat mengetahui siapa yang baru saja masuk dengan cara yang cukup mengejut kan.
"Ampuni hamba yang mulia. "
ucap Jian Mi dengan suara bergetar.
Permaisuri Lien berjalan kearah kursi yang berada di sudut kamar,lalu menghempas kan tubuh nya.
"Ya.. bangun lah, buat kan aku secangkir teh melati dengan sedikit perasan lemon. "
ucap nya sambil memejam kan mata.
Jian Mi tersentak dengan permintaan dari junjungan nya itu, tidak biasa nya sang sang permaisuri meminta teh melati ditambah lagi dengan perasan buah lemon. Dan bahkan ini baru pertama kali nya di istana kekaisaran Hong Long dia mendengar teh di seduh bersamaan dengan lemon.
Mendengar tidak ada sautan dari gadis bernama Jian Mi itu, Permaisuri Lien membuka mata nya yang tadi sempat terpejam.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? "
Tanya nya penasaran.
Jian Mi terjengkit kaget, kemudian segera membungkuk kan tubuh nya.
"Hamba meminta pengampunan yang mulia. "
"Lakukan dengan segera, dan tutup kembali jendela itu saat kamu akan pergi. "
Permaisuri Lien menunjuk dengan mata nya tentang jendela yang baru saja dia lewati.
Jian Mi mengangguk cepat, lalu bangun dari tempat nya berlutut dan segera pergi kearah jendela.
Manik kecoklatan itu terus mengawasi apa yang di lakukan gadis berwajah manis di hadapan nya, sampai akhir nya menghilang di balik pintu yang tertutup rapat.
''Hufh... Siapa yang sejak beberapa hari ini terus mengikuti dan memperhatikan ku dari jarak jauh? "
tanya Permaisuri Lien seraya bangun dari duduk nya.
"Aku harus mengetahui nya segera, agar tidak menimbulkan masalah untuk dikemudian hari. "
__ADS_1
.
. bersambung