
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara burung hantu membuat malam begitu suram. Para pengawal istana berlalu lalang melakukan patroli rutin keseluruh sisi istana.
"Yang mulia.. hamba merasa sesuatu yang tidak baik akan segera terjadi di istana. "
Jian Mi mendesah dengan wajah khawatir.
Suoxue yang berdiri tidak jauh dari gadis patuh itu segera menoleh kan kepala nya.
"Saudari Jian Mi, jangan mengatakan hal buruk. itu akan mendatang kan petaka. "
Suoxue menutup bibir nya dengan sebelah tangan.
"Ham.. hamba hanya merasa tidak nyaman dengan ketenangan saat ini. "
sambung bawahan setia permaisuri Lien lagi.
Permaisuri Lien menepuk pelan tangan bawahan nya itu, benar saja.. kulit pucat itu begitu dingin.
"Hei.. tenanglah, kalian bersama ku.. apa yang harus aku takut kan. "
Ucap permaisuri Lien menenangkan walau sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama.
"Tapi yang mulia.. "
ucapan Jian Mi terpotong, saat permaisuri Lien menggelengkan kepala nya.
Qixuan muncul dari arah luar ruangan. Gadis itu hanya menunduk kan kepala nya sebagai penghormatan.
permaisuri Lien yang mulai mengenal dan mengetahui sifat alami dari gadis itu hanya mengacuh kan perlakuan nya yang agak mencolok di dalam lingkungan istana pada masa itu.
"Xixi.. kamu kemana saja? "
kini Suoxue yang mulai bertanya dengan wajah penasaran.
Qixuan menoleh sebentar, lalu kembali menatap wanita yang sedang duduk di depan meja rias dengan surai panjang nya di sisir oleh Jian Mi.
"Aku hanya keluar melihat lihat. "
jawab nya singkat.
Suoxue menghela nafas nya, kemudian menuangkan secangkir teh untuk wanita penyelamat mereka.
"Yang mulia, ini teh hijau kesukaan anda. "
Gadis itu meletak kan dengan hati hati cairan dengan uap yang masih menari di atas nya.
"Terimakasih Soso. "
permaisuri Lien tersenyum lembut, di balas anggukan penuh semangat dari Suoxue.
Setelah meneguk cairan berwarna hijau itu, permaisuri Lien kembali meletakkan nya ke atas meja.
Tangan nya terulur, lalu membuka gulungan yang tadi siang sempat ia terima dari seseorang.
Manik coklat itu menatap lekat isi yang tertulis di kertas usang tersebut, menanda kan jika kertas tersebut di simpan dengan sangat hati hati.
__ADS_1
Mata nya terpejam sejenak, setelah nya kembali terbuka. Di bangun kan tubuh nya, membuat Jian Mi yang masih melakukan kegiatan nya sedikit terkejut.
"Yang mulia.. "
ucap Jian Mi pelan.
"Apakah kalian akan mengikuti ku, kemanapun aku akan pergi? "
ketiga gadis bawahan nya itu saling bertatapan dengan wajah bingung.
"kedepan nya hari hari kalian tidak akan mudah. "
kembali kalimat berupa teka teki membuat ketiga bawahan nya berubah sulit.
"Yang mulia.. apakah seseorang sedang memberikan ancaman kepada anda? Apakah itu dari putra mahkota kekaisaran selatan? "
pertanyaan beruntun keluar dari bibir mungil Suoxue. Dan itu membuat Jian Mi berdiri dengan wajah tegang.
"Hah... "
Permaisuri Lien menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"pria itu tidak mengatakan apapun, melainkan sebuah pernyataan dari ibunda ku yang dulu. "
keluhan keluar dari bibir tipis kemerahan.
"Ibunda yang mulia yang dahulu? "
alis Jian Mi bersatu saat mencoba mencerta pernyataan junjungan nya itu.
"Maksud ku, ibunda ku memberikan sebuah pesan sebelum kematian nya kepada seorang kaisar kekaisaran selatan. "
"Hah.. "
mata Jian Mi membulat sempurna.
Bagaimana bisa orang dari kekaisaran barat itu mengetahui tentang permaisuri kekaisaran utara.
"𝙰𝚙𝚊 yang salah? "
ucap Suoxue ketika melihat ekspresi Jian Mi.
"Aku berasal dari daratan yang sama dengan mu putri Mu Wang Suoxue. "
permaisuri Lien memutar tubuh nya kearah jendela yang terbuka. Mata nya menatap kosong cahaya remang remang dari lentera yang terpasang di setiap sudut.
Suoxue menutup mulut nya dengan kedua tangan, dia hampir melupakan dari mana asal usul nya.
"Apa maksud dari pernyataan yang mulia. "
ucap nya ragu.
"Surat ini mengatakan, jika kita terpaut satu sama lain. Seperti takdir yang telah di tuliskan. "
Qixuan berdiri dengan tubuh bersandar di samping pintu besar, sambil mengawasi semua orang yang berada di dalam ruangan itu seksama.
Keringat dingin mengalir di pelipis Suoxue, membuat nya mendadak seperti hilang keseimbangan.
"seseorang membuat konspirasi dan berniat meruntuhkan kekuatan daratan utara, hingga memecah belah pihak terkait dan memulaikan pertarungan. "
Permaisuri Lien menghentikan sejenak kalimat nya, kemudian kembali melanjut kan pesan yang beberapa kali ia baca.
__ADS_1
" Pria yang menjadi ayahanda ku, membuat perjanjian dengan kaisar Zhaoyang. Menjadi kan aku sebagai sebuah hadiah kerja sama tampa batas, bisa di artikan jika aku di siap kan sebagai upeti kerajaan yang di tukar sebagai jaminan keselamatan untuk kekaisaran.Sedang kan kamu.. "tubuh ramping itu berputar menghadap Suoxue, gadis itu terlihat gemetaran dengan kedua tangan nya meremas sisi gaun yang ia kenakan.
" Kamu menjadi tumbal karena keserakahan orang orang yang ingin merebut kekuasaan ayahanda mu, Seperti pangeran yang menghilang. "
Kalimat itu terputus sesaat setelah tubuh mungil gadis dengan status yang rumit itu ambruk menghentam lantai.
"Soso.. "
Jian Mi terpekik, sedang kan Qixuan segera melesat dan menahan kepala yang hampir menyentuh lantai.
Permaisuri Lien juga mendekat, kemudian berlutut mensejajarkan tubuh nya.
"Surat itu membuka sebuah kebenaran, jika gadis ini menyembunyikan sesuatu di dalam bayangan nya. "
Tangan ramping permaisuri Lien memeriksa denyut nadi gadis periang itu seksama.
"Apa yang anda lakukan.. "
Qixuan menatap nyalang kearah permaisuri Lien.
Jian Mi yang tadi nya begitu cemas sedikit terkejut dengan ekspresi sulit.
"Saudari Qixuan, apa yang kau lakukan? ekspresi macam apa yang kau tunjuk kan kepada yang mulia? "
tanya nya dengan mata memerah.
Qixuan tidak memperduli kan amarah yang di lontarkan oleh gadis berwajah lugu itu. Dengan cepat di rengkuh nya tubuh ramping itu dan menopangnya untuk keluar dari kediaman utama kekediaman belakang.
Permaisuri Lien segera bangun di bantu oleh Jian Mi, mata nya menatao datar kearah kedua gadis yang telah menghilang, lalu dengan pelan di hembuskan nafas nya.
"Yang mulia.. "
panggil Jian Mi pelan.
Permaisuri Lien menoleh sebentar kemudian menjatuhkan tubuh nya keatas tempat tidur.
"Gadis itu harus mengetahui kebenaran, putra mahkota Lian Shi mempunyai semua jawaban yang dia sembunyikan dari kita semua tentang asal usul nya. Dan salah satu jawaban sedang berada didalam istana Long Hong. "
Jelas permaisuri Lien seakan mengerti akan rasa penasaran dari gadis bawahan nya itu.
Kepala Jian Mi terangkat, fikiran nya begitu sulit untuk membuat nya mengerti.
"Kau akan mengerti seiring berjalan nya waktu. "
Permaisuri Lien segera memejam kan mata nya, membuat gadis itu mau tidak mau segera menutup rapat daun jendela yang masih terbuka.
Di tiup nya beberapa lilin yang masih menyala, hingga menyisa kan satu lilin berukuran besar sebagai penerang.
Jian Mi membungkuk kan tubuh nya, lalu berjalan mundur kearah pintu.
Menarik dengan pelan pintu besar itu dan menutup nya dari luar.
Suasana kembali hening, karena semua pelayan sudah kembali ke kediaman khusus milik mereka.
"Tak..
Samar samar terdengar suara, membuat permaisuri Lien membuka mata nya waspada.
.
. bersambung
__ADS_1