Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
dua puluh tiga


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hutan larangan menjadi artenatif yang di pilih permaisuri sebagai jalan untuk kembali ke istana Hong Long.


Dua gadis yang bersama dengan nya, tampak mengikuti dari arah belakang dengan jarak tidak terlalu jauh.


"Hmm..tuan putri.."


Suoxu dengan ragu ragu memanggil wanita cantik di depan nya.


permaisuri Lien menghentikan langkah kaki nya, lalu sedikit menoleh.


"hmm.. itu, apa yang harus kami lakukan saat tiba di istana mu? "


Gadis itu kembali memberikan pertanyaan, dengan kedua jari telunjuk nya saling menyentuh.


Permaisuri Lien yang melihat keluguan dan sikap yang begitu terbuka itu hanya tersenyum tipis.


"Kalian hanya cukup berada di dekat ku, dan setelah nya.. jika nanti ada seseorang yang datang dan menendang pintu kediaman ku, bersikap lah dengan tenang agar tidak menarik perhatian. Kata kan, jika kalian di kirim oleh ibu suri Sashuang. "


Saat mendengar tidak ada pertanyaan kedua, dia sangat merasa yakin.. jika kedua orang yang bersama nya bisa mengatasi apa yang akan terjadi nanti.


"Seperti nya masalah yang dia hadapi jauh lebih sulit jika di banding kan dengan masalah yang kami lalui. "


Suoxu melirik kearah Qi Xuan dan kembali menatap lurus kedepan.


"Suoxu ini, begitu polos dan mudah merasa prihatin. Padahal kami malah hampir meregang nyawa karena keserakahan. "


tangan Qi Xuan mengepal erat di balik hanfu nya yang sangat memprihatin kan.


"Hmm... kami harus memanggil anda dengan gelar apa? Bukan kah anda tinggal di istana? "

__ADS_1


Suoxu kembali bertanya setelah beberapa saat mereka berjalan di dadalam hutan rimbun.


Bibir permaisuri Lien berkedut, bahkah langkah tegas nya tidak terlihat akan segera berhenti.


"Aku permaisuri Lien Xin Xin. "


Kedua mata Suoxu dan Qixuan melebar, kedua nya sangat terkejut dengan status wanita yang kini telah menjadi tuan mereka.


Bukk..


Seketika Suoxu segera ambruk ketanah dan langsung berlutut. Sedangkan Qixuan masih dalam posisi tegak tak bergeming.


"Hamba memohon pengampunan yang mulia, untuk kelancangan yang telah kami tunjukkan. "


Suoxu berkontow ditanah dengan tangan tersilang kedepan tubuh nya.


Permaisuri Lien berhenti melangkah saat mendengar suara teriakan Suoxu, lalu memutar tubuh nya. Alis nya terangkat, sedangkan Suoxu terus berlutut tanpa minat untuk menyelesaikan aksi nya.


Sedangkan Qixuan, gadis berkulit sedikit coklat dari gadis lain nya menatap tajam tak bergeming. kedua tangan nya terkepal entah karena apa. Bibir gadis itu bahkan memucat, bagai tak berdarah.


Fikir permaisuri Lien.


"Jangan berlebihan, aku hanya permaisuri yang tak di anggap. Kalian tidak perlu sehormat itu dengan ku, seterus nya.. Tugas kalian, hanya perlu mengikuti di istana. "


Suoxu mengangguk cepat, sedangkan Qixuan mulai mengendurkan kepalan tangan nya. Apa yang kedua orang itu lakukan, tidak terlepas dari mata tajam permaisuri Lien.


"mari lanjutkan jalan kalian, pertunjukan menanti kita di istana. "


permaisuri Lien memutar tubuh nya kembali lalu melangkah dengan cepat. Gerakan nya anggun namun tegas, membuat nya bak dewi penguasa hutan belantara.


Setelah beberapa waktu, mereka kembali melanjut kan perjalanan dan menerobos masuk kedalam istana melewati tembok dengan cara memanjat.


Dan .. kedatangan kaisar Zhaoyang tepat setelah ketiga nya menapak kedalam kediaman dan segera mengatur posisi dengan cepat.


Jian Mi hanya diam dengan kepala tertunduk, mendengar dengan jelas apa yang telah di katakan oleh junjungan nya itu.

__ADS_1


"Berkerjasama lah dengan mereka berdua, dan dikemudian hari aku akan membawa kalian keluar dari sangkar berduri ini. "


Pasti nya kalimat terakhir hanya bisa dia ucap kan di dalam hati. karena bagaimana pun, ini dunia baru bagi nya. Bahkah bisa di hitung jari sejak roh nya menempati tubuh rapuh nya sekarang.


"hamba mengerti yang mulia.. Hamba akan bekerja sama dengan dengan saudari Suoxu dan saudari Qi Xuan. "


Jian Mi membungkuk kan tubuh nya.


"Saudari Jian Mi bisa memanggil ku dengan sebutan Soso, dan Qiqi untuk Qi Xuan. "


Suoxu tersenyum lebar, sedang kan Qi Xuan hanya berdiri dengan wajah datar.


Semua yang ketiga gadis itu lakukan tidak luput dari penglihatan permaisuri Lien, dia mengamati satu persatu dan menganalisa semua hal tentang tiga orang bawahan nya itu.


Meski baru bertemu dengan Suoxu dan Qi Xuan, penilaian dari seseorang dari devisi mata mata pemerintahan tidak akan pernah diragu kan.


Jika Jian Mi memiliki sifat lemah lembut, terlalu penakut tapi diri nya sangat jujur dan pasti nya rela tiada demi majikan nya.


Suoxu, gadis yang ramah, begitu terbuka, namun juga kelihatan jika gadis itu lumayan cerdas, etika dan etitut melambangkan jika dia bukan dari kalangan biasa saja. Bagaimana bisa berakhir di pasar lelang, waktu akan menjawab nya.


Sedang kan Qi Xuan, seorang gadis bermata tajam, dengan garis wajah yang terlihat jelas. Gadis dingin yang seperti nya membangun sebuah tembok kokoh untuk membatasi orang lain agar tidak mendekati nya. Terlihat dari cara nya berbicara dan bersikap, angin pasti tidak akan membuat nya terjatuh.


Permaisuri Lien tersenyum tipis, lalu bangun dari duduk nya, membuka sebuah peti yang sebelum nya dia buka untuk mengambil sepasang hanfu pria.


"Beristrahat lah, hari-hari akan sangat melelah kan. Semoga kalian berdua nyaman berada disini, dan Jian Mi akan membantu kalian. "


Setelah mengatakan itu, di bawa diri nya ketempat pemandian dan menutup diri.


Jian Mi, suoxu membungkuk hingga bayangan permaisuri Lien menghilang.


"Aku akan membawa kalian ke kediaman belakang. "


Jian Mi berjalan terlebih dahulu, sedangkan Suoxue dan Qi Xuan mengekor di belakang nya.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2