Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
empat puluh tujuh


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara gaduh membuat sebagian orang yang terlelap kembali membuka mata mereka.


Para pengawal berlarian kesana kemari membuat para penghuni istana kocar kacir.


"Quen.. Quen.. "


Serena berteriak rendah, berjalan dengan malas kearah kamar sahabat nya itu.


Namun mata nya terbelalak saat orang yang ia cari tidak berada di tempat seharus nya.


Ruangan itu kosong, bahkan terlihat rapi bagai belum di tempati.


Dengan cepat di arah kan langkah nya keruangan yang lain di dalam kediaman mewah itu, lagi lagi mata nya membulat sempurna.


"Sialan.. "


guman nya rendah dengan kedua tangan terkepal.


Seorang pengawal membuka pintu dengan tergesa gesa.


"Nyonya.. "


ucap nya rendah dengan wajah serius.


Serena menoleh kearah pengawal yang tiba tiba masuk kedalam ruangan dan berlutut.


"Apa yang terjadi? "


tanya Serena tak sabar.


Pengawal pribadi yang di bawa serta oleh Quen itu menunduk kan kepala nya.


"Istana memerintah kan untuk memeriksa seluruh kediaman setelah penyerangan terjadi di kediaman sakura milik permaisuri Lien. "


Rahang serena mengeras, tangan nya terkepal dengan mata terpejam.


"Ini sebuah jebakan, bagaimana Quen dan Xio bisa berada di tempat yang salah. "


maki serena dengan fikiran yang kacau.


"pergilah, tetap berjaga di depan kediaman ini. "


Serena memberikan perintah seraya memutar tubuh nya untuk masuk kedalam ruang pribadi nya.


Di hempaskan tubuh nya kesalah satu kursi, kemudian bangun dengan cepat .


sebelah tangan nya memijat kasar pelipis nya.


"Apa yang harus aku lakukan.. ? "


tanya nya pada diri sendiri.


"bugh..


Suara sesuatu yang mendarat dengan keras membuat nya segera berlari kesumbar suara, membuka dengan pelan daun pintu yang berada di ruangan milik Quen.


" Seren.. "


suara yang sangat ia kenal membuat wanita itu menerjang masuk. Mata nya membulat sempurna saat melihat ada dua tubuh tergeletak di lantai.


"Apa yang terjadi? "


pekik serena dengan suara tertahan.


Mata nya terbuka lebar, lalu dengan cepat menjatuh kan diri nya.

__ADS_1


"Seseorang memasang jebakan dan membuat orang orang ini sebagai sasaran. "


Quen membersihkan noda darah di tangan nya.


"Xio, cepat ambil kan kain dan air hangat dan segera bawa kesini. "


perintah Quen lagi.


"Oh.. shitt. "


maki serena, leher nya menoleh kearah wanita yang sedang sibuk mengganti pakaian pria yang ia gunakan.


"Apa yang kalian lakukan Quen? kita akan berada di dalam masalah karena ini. "


Serena tampak begitu kesal, selain di tinggal sendirian oleh kedua sahabat nya itu. Kini mereka bahkan membawa musibah itu masuk kedalam tempat teraman yang mereka miliki.


"Benar benar tidak waras. "


kembali makian terdengan dari bibir sexy itu.


"Hei.. diam lah, lakukan apapun yang membuat mereka kembali terjaga. "


ucap Quen acuh.


Xio muncul dengan baskom berisi air hangat dan kain ditangan nya.


Dengan cepat wanita tangan kanan Quen itu menyeka darah dan kotoran dari tubuh dua orang di hadapan mereka.


Sedang kan Serena tampak fokus memeriksa dua orang yang di bawa oleh Quen dan Xio.


Suara langkah kaki yang berderap kompak terdengar dari luar ruangan, pintu di dorong dengan kasar hingga membuat para pengawal pribadi kekaisaran Han itu terjerembab ketanah.


Pria dengan baju zirah segera masuk dan para pengawal di perintahkan untuk membuka satu persatu pintu mewah di dalam nya.


Mata semua orang terbelalak, saat leher ketiga pengawal tercekik erat oleh orang yang berasal dari dalam kediaman.


"Bugh..


" Mentri pertahanan Rui.. "


Suara Serena menggelegar didalam ruangan.


"Begini kah cara kalian memperlakukan tamu kekaisaran? "


pekik nya dengan wajah menyeram kan.


para pengawal pribadi mereka berlutut di balik tubuh tubuh tegab itu, dan kembali membuat amarah Serena memuncak.


Mentri pertahanan Rui menoleh dari orang orang nya yang tersungkur di lantai, kemudian beralih menatap tiga wanita cantik itu satu persatu.


Ada aura mengerikan menguar dari salah satu wanita di hadapan nya, dan itu sangat membuat nya tidak nyaman.


"Kami hanya menjalan kan titah yang di turun kan oleh yang mulia kaisar Zhaoyang. "


pria itu membungkuk kan sedikit tubuh nya.


"Satu kejahatan telah tercipta malam ini di dalam kediaman istana, permaisuri Lien menjadi tersangka utama. Yang mulia kaisar menangkap sinyal persekutuan untuk membuat runtuh kejayaan kekaisaran kami. "


jelas pria yang menjabat sebagai salah satu pemegang militer terkuat di kekaisaran Long Hong.


Alis Quen terangkat, tangan nya saling bersilang di depan tubuh nya.


"Sangat tidak sopan dan beretika, memaksa masuk kedalam kediaman para wanita dengan status tak setara. Bukan kah anda membuat kesalahpahaman? "


senyuman mengejek terbit di bibir tipis berisi itu.


"Kami hanya menjalan kan tugas kami, harap putri mahkota kekaisar Han tidak menyulit kan. "


pria itu kembali membungkuk.


"Periksa setiap sudut ruangan hingga tempat paling tersembunyi. "

__ADS_1


perintah nya lagi.


Quen, Serena, dan Xio segera menyingkir dari muka pintu. Memberikan jalan kepada para pengawal berwajah beringas tersebut, lalu membuat tanda untuk para pengawal mereka tetap berdiam diri di tempat.


Mentri pertahanan Rui menunggu dengan kepala terangkat, sedangkan tiga wanita yang menempati kediaman yang sedang di periksa memilih untuk duduk di kursi tamu dan menyesap teh milik mereka dengan wajah santai, dan itu membuat hati mentri pertahanan Rui semakin menghitam.


"Bisa kah di percepat, aku sungguh sangat lelah. "


umpat Serena dengan wajah merengut.


"Tangan ku sangat gatal ingin berburu. "


sambung nya lagi.


"Tuan... tidak ada apa apa pun di dalam sini. "


ucap seorang pengawal.


"Disini juga tidak di temukan apapun yang mencurigakan. "


sambung yang lain nya.


Tangan Mentri pertahanan Rui mengepal, manik hitam tajam itu memeriksa semua sisi tak bersisa.


Kemudian segera memutar tubuh nya kearah di mana ketiga wanita cantik itu duduk dengan santai tanpa merasa terintimidasi sedikit pun.


"Kami akan kembali untuk memeriksa kediaman lain nya. "


ucap mentri pertahanan Rui dengan kepala tertunduk.


"Baik lah.. "


jawab Quen rendah, membuat Serena berdecak kesal.


"Tapi.. aku akan pastikan, kau akan menyesal untuk penghinaan ini. "


semirik senyuman menakutkan terbit di sudut bibir sexy itu, membuat bulu kuduk semua orang meremang.


Mentri pertahanan Rui kembali membungkuk sejenak, lalu segera keluar dari kediaman itu dengan membawa orang orang nya.


Manik Quen memberi perintah kesalah satu pengawal nya. mereka mengangguk pelan, lalu dengan cepat kembali menutup pintu.


"Kau gila Quen.. kau membawa dua orang bawahan permaisuri kayang kayang itu, lalu membuat dua orang lagi berada di tempat mengerikan. "


ungkap serena segera bangun dari duduk nya.


"Aku hanya datang untuk membantu setelah mendapat kan pesan. Wanita itu terluka, apa yang harus aku lakukan. Lagi pula ini semua aku lakukan untuk wanita sialan yang melarikan diri dari tangan kita. "


Quen menghela nafas nya sejenak.


"Segera rawat kedua gadis tersebht, kita akan menjemput sisa nya nanti. "


Serena melengos kesal.


"ini akibat yang terjadi jika terlalu banyak wanita di dalam kediaman istana. Aku sungguh muak kembali seperti ini. "


umpat Serena sambil membangun kan tubuh nya.


.


. bersambung


note:


Sedikit info ya sayang, novel author kali ini merupakan sambungan dari novel sebelum nya.


Memang tokoh utama di novel ini adalah permaisuri Lien, namun peran pendukung dari tokoh sebelum nya harus author tampilkan disini. Karena semua sebab akibat di novel ini terbawa dari kejadian yang tak tuntas di masa lalu.


Selain untuk memberi bantuan kepada permaisuri Lien, quen dkk datang untuk menuntaskan masalah yang kembali keistana kekaisaran hongly.


Dah itu aja... hehehe happy reading🥰

__ADS_1


__ADS_2